• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Senin, 1 Juni 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Kasus Paru-paru Berair, Jabar Cetak Angka Tertinggi, Brin Ungkap Sebabnya

Editor
Jumat, 17 Oktober 2025 - 04:31
(Image: Humas BRIN)

(Image: Humas BRIN)

SATUJABAR, JAKARTA – Pneumonia atau radang paru-paru adalah penyakit akibat infeksi akut saluran pernapasan bagian bawah yang membuat peradangan dan penumpukan cairan di paru-paru sehingga penderitanya sulit bernapas. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja, mulai dari bayi, anak-anak, hingga orang dewasa dan lansia, tetapi paling berbahaya bagi balita dan orang tua yang daya tahan tubuhnya lemah.

Terkait dengan itu, Muhammad Rheza Firmansyah, mahasiswa peserta program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di Pusat Riset Sains Data dan Informasi (PRSDI) BRIN, mempresentasikan hasil risetnya yang berjudul “A Comparison of SAR, SEM and SARMA Models Towards Pneumonia Spread in West Java,” dalam konferensi The International Conference on Informatics, Control, and Intelligent Systems (IC3INA) 2025, yang diselenggarakan pada Rabu (15/10) dilansir BRIN.

RelatedPosts

Harga Dex Turun, Pertamax Turbo Naik Per 1 Juni 2026

Puncak Haji Selesai, Menhaj Apresiasi Ketertiban Jemaah

Pencuri Sepeda Motor di Purwakarta Jatuh ke Got Tewas Dihajar Massa

Pada kesempatan tersebut, Rheza mengungkapkan bahwa riset ini dilatarbelakangi oleh ketertarikannya terhadap pemodelan spasial dan temporal, khususnya untuk memahami penyebaran penyakit menular. “Saya memilih kasus pneumonia karena Jawa Barat memiliki jumlah kasus tertinggi di Indonesia,” ujar Rheza yang tergabung dalam kelompok riset Information Retrieval di Pusat Riset Sains Data dan Informasi (PRSDI) BRIN.

Dalam risetnya yang juga berkolaborasi dengan peneliti dari Pusat Riset Iklim dan Atmosfer, Rheza menggunakan tiga model analisis spasial, yakni SAR (Spatial Autoregressive Model), SEM (Spatial Error Model), dan SARMA (Spatial Autoregressive Moving Average). Data yang digunakan mencakup jumlah kasus pneumonia bulanan selama tahun 2023 di 27 kabupaten/kota di Jawa Barat. Variabel yang dianalisis meliputi enam faktor lingkungan, yaitu curah hujan, kelembaban, suhu, karbon monoksida, PM2.5, dan SO₂.

“Hasil analisis menunjukkan bahwa model SARMA merupakan model terbaik berdasarkan nilai AIC (Akaike Information Criterion) dan jumlah koefisien signifikan,” jelas Rheza. Menurutnya, variabel yang paling berpengaruh terhadap peningkatan kasus pneumonia adalah kelembaban, suhu, dan PM2.5.

“Peningkatan kasus tertinggi terjadi pada akhir tahun atau musim hujan, yakni antara bulan September hingga Desember 2023, terutama di Kota Bandung, Bogor, dan Bekasi,” tambahnya.

Ke depan, Rheza berharap penelitian ini dapat dikembangkan dengan rentang waktu yang lebih panjang, model yang lebih kompleks, serta penambahan variabel yang lebih beragam agar mampu memberikan interpretasi yang lebih komprehensif terhadap penyebaran penyakit.

IC3INA 2025 mengusung tema “From Data to Knowledge: The Convergence of Open Linked Data, Big Data, and AI.” Konferensi ini merupakan ajang tahunan BRIN untuk mendorong integrasi data terbuka, big data, dan kecerdasan buatan (AI) menjadi pengetahuan yang berdampak luas. Selain menjadi wadah berbagi hasil riset, IC3INA juga membuka peluang kolaborasi antara universitas, lembaga riset, dan institusi dalam maupun luar negeri sebagai co-organizer.

Kepala Organisasi Riset Elektronika dan Informatika (OREI) BRIN, Budi Prawara, menegaskan pentingnya membangun masyarakat pengetahuan yang terbuka, cerdas, dan inklusif. “Bersama-sama kita dapat membentuk masa depan di mana teknologi tidak hanya mendorong inovasi, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan manusia. Data dan AI bukan tujuan akhir, melainkan sarana untuk mencapai kemajuan berkelanjutan bagi semua,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala PRSDI BRIN, Esa Prakasa, berharap IC3INA dapat terus berlanjut sebagai forum ilmiah untuk pertukaran pengetahuan, hasil riset, dan inovasi di bidang teknologi informasi dan komunikasi.

Tags: pneumoniaradang paru-paru

Related Posts

Situasi di SPBU Pertamina. Pertamina Patra Niaga melakukan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi jenis diesel Pertamina Dex dan Dexlite, dan penyesuaian harga BBM Nonsubsidi jenis bensin Pertamax Turbo yang berlaku efektif mulai 1 Juni 2026.(Foto: Istimewa)

Harga Dex Turun, Pertamax Turbo Naik Per 1 Juni 2026

Editor
1 Juni 2026

Harga Dex series yang merupakan BBM Nonsubsidi mengalami penurunan sementara harga Pertamax Turbo naik. SATUJABAR, JAKARTA – Pertamina Patra Niaga...

Menteri Haji dan Umrah, Moch. Irfan Yusuf.(Foto: Dok. Kemenhaj)

Puncak Haji Selesai, Menhaj Apresiasi Ketertiban Jemaah

Editor
31 Mei 2026

SATUJABAR, MAKKAH - Puncak haji di Mina resmi berakhir pada 13 Zulhijjah 1447 H. Seluruh jemaah haji Indonesia yang mengambil...

Ilustrasi aksi pencurian sepeda motor.(Foto:Istimewa).

Pencuri Sepeda Motor di Purwakarta Jatuh ke Got Tewas Dihajar Massa

Editor
31 Mei 2026

SATUJABAR, PURWAKARTA--Seorang pencuri sepeda motor di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, tewas dihajar massa. Pelaku menjadi 'bulan-bulanan' massa setelah jatuh ke...

Harga emas hari ini antam melambung tinggi, harga emas, harga emas hari ini

Harga Emas Minggu 31/5/2026 Antam Rp 2.799.000 Per Gram

Editor
31 Mei 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Minggu 31/5/2026 jenis batangan Antam, dikutip dari situs Aneka Tambang dijual Rp 2.799.000 per gram...

Pelaku pemalakan pengendara mobil saat konvoi Persib Juara di kawasan Dago, Kota Bandung.(Foto:Istimewa).

Pelaku Pemalak Mobil Pelat ‘B’ Viral Saat Konvoi Persib Juara di Dago Ditangkap

Editor
31 Mei 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Pelaku pemalakan terhadap pengendara mobil berpelat nomor 'B' saat konvoi Persib Juara di kawasan Dago Atas, Kota Bandung, Jawa...

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Ichsan Marsha, menegaskan bahwa permasalahan tersebut bukan disebabkan oleh tidak tersedianya makanan, melainkan akibat kesalahan dalam prosedur distribusi di lapangan.(Foto: HUmas Kemenhaj)

Ada Jamaah Tak Kebagian Makanan di Mina, Ini Respon Kemenhaj

Editor
31 Mei 2026

SATUJABAR, MAKKAH - Menanggapi pemberitaan mengenai sejumlah jemaah haji asal Bangkalan yang tergabung dalam kelompok terbang SUB-72 dan disebut tidak...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.