• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Rabu, 15 Juli 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Yuk, Kita Dukung! Kawasan Konferensi Asia Afrika Diusulkan Jadi Warisan Dunia UNESCO

Editor
Jumat, 17 Oktober 2025 - 08:38
Konferensi Asia Afrika (KAA) di Gedung Merdeka Bandung pada 18-25 April 1955.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Konferensi Asia Afrika (KAA) di Gedung Merdeka Bandung pada 18-25 April 1955.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

SATUJABAR, BANDUNG – Kabar menggembirakan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung. Pemkot terus memperkuat langkah untuk menjadikan Kawasan Konferensi Asia Afrika (KAA) sebagai Warisan Dunia UNESCO (United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization).

Upaya tersebut diwujudkan melalui Simposium Pengusulan Kawasan Konferensi Asia Afrika sebagai Warisan Budaya Dunia UNESCO di Hotel Savoy Homann, Kamis 16 Oktober 2025.

RelatedPosts

Utang Luar Negeri Indonesia Mei 2026 Tumbuh 2,1%

Begal Sadis di Flyover Kopo Bandung, Bacok dan Rampas Sepeda Motor Ditangkap

Asyik! Harga Bright Gas Turun Per 14 Juli 2026

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, proses pengajuan ke UNESCO merupakan perjalanan panjang yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor, baik dari pemerintah pusat maupun daerah.

“Hari ini Disbudpar menyelenggarakan simposium untuk mulai mengumpulkan dokumentasi dan melanjutkan upaya kita mendaftarkan Kawasan Konferensi Asia Afrika sebagai Memory of the World di UNESCO. Targetnya dalam lima tahun ke depan bisa masuk status tentatif,” ujar Farhan melalui keterangan resminya.

Farhan menuturkan, proses menuju pengakuan UNESCO harus dilalui dengan disiplin dan konsistensi, termasuk melalui lembaga seperti ICOMOS (International Council on Monuments and Sites) yang menjadi jembatan ke Kementerian Kebudayaan dan Kementerian Luar Negeri.

Ia menyebut, Pemkot Bandung kini fokus memastikan warisan fisik dan nilai-nilai sejarah di kawasan KAA tetap terjaga dengan baik.

“Tugas pemerintah saat ini adalah memastikan agar peninggalan fisik dan nilai-nilai sejarah di kawasan ini tidak hilang. Jangan sampai wajah Kota Bandung ditentukan oleh selera penguasa, tapi oleh kepatuhan terhadap regulasi,” ujarnya.

Farhan menuturkan, tata ruang dan perlindungan cagar budaya di sepanjang ruas Jalan Asia-Afrika sangat penting. Ia menilai, kawasan yang menjadi saksi sejarah KAA 1955 itu harus dikelola dengan visi jangka panjang yang berpihak pada pelestarian sejarah dan penguatan karakter kota.

“Aturan tata ruang, perlindungan cagar budaya, dan potensi ekonomi kawasan harus berjalan beriringan. Ini bukan hanya menjaga bangunan, tapi menjaga jati diri bangsa,” ujarnya.

Lebih lanjut, Farhan mengatakan, upaya pelestarian warisan budaya tidak sekadar simbolik, melainkan juga menjadi bagian dari pembangunan karakter bangsa.

Ia berharap simposium ini dapat menghasilkan rumusan strategis untuk mendukung pengajuan resmi ke UNESCO.

“Simposium ini bukan sekadar mencari jawaban, tapi mengidentifikasi masalah dan merumuskan metodologi agar langkah ke depan lebih terarah. Kita harus disiplin mendokumentasikan dan mendigitalisasi semua hasilnya,” kata Farhan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, Adi Junjunan Mustafa menjelaskan, simposium ini merupakan tindak lanjut dari komitmen Kota Bandung dalam melestarikan warisan budaya yang memiliki nilai universal luar biasa (Outstanding Universal Value).

“Melalui simposium ini, kita ingin memperkuat justifikasi ilmiah dan historis dari kawasan KAA serta menghimpun dukungan multisektoral sebelum diajukan ke Tentative List Nasional dan UNESCO,” ungkap Adi.

Simposium ini menghadirkan para pakar dari Kementerian Kebudayaan RI, Kementerian Luar Negeri, akademisi dari berbagai perguruan tinggi, hingga tim ahli cagar budaya tingkat nasional.

Selama dua hari pelaksanaan, peserta akan membahas empat sesi utama, mulai dari pengakuan warisan budaya dunia hingga strategi pengelolaan tapak sejarah Konferensi Asia Afrika.

Adi menambahkan, hasil simposium akan dirangkum dalam 20 dokumen strategis berisi rekomendasi, notulensi, dan materi presentasi yang akan menjadi dasar pengajuan resmi ke UNESCO.

Selain itu, hasil kegiatan juga akan dipublikasikan secara luas untuk memperkuat diplomasi budaya Bandung di tingkat internasional.

“Kami berharap upaya ini dapat berjalan sukses dan membawa kawasan Konferensi Asia Afrika menjadi bagian dari warisan dunia UNESCO, sekaligus memperkuat identitas Bandung sebagai kota sejarah dan budaya dunia,” pungkasnya.

Tags: Konferensi Asia AfrikMuhammad Farhan

Related Posts

Utang Luar Negeri.(Image Bank Indonesia0

Utang Luar Negeri Indonesia Mei 2026 Tumbuh 2,1%

Editor
15 Juli 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Utang Luar Negeri Indonesia Mei 2026 tetap terjaga, ungkap Bank Indonesia. Menurut Bank Indonesia, posisi Utang Luar...

Kasatreskrim Polrestabes Bandung, AKBP Anton.(Foto:Istimewa).

Begal Sadis di Flyover Kopo Bandung, Bacok dan Rampas Sepeda Motor Ditangkap

Editor
15 Juli 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Aksi begal sadis kembali meresahkah masyarakat Kota Bandung, Jawa Barat, setelah beraksi di Jalan Layang, atau Flyover Kopo. Dua...

Produk Pertamina Patra Niaga Bright Gas.(Foto: Istimewa)

Asyik! Harga Bright Gas Turun Per 14 Juli 2026

Editor
15 Juli 2026

SATUJABAR, JAKARTA – Pertamina Patra Niaga melakukan penyesuaian harga produk Bright Gas yang berlaku efektif mulai 14 Juli 2026. Penyesuaian...

Jemaah Haji 2026.(Foto: Humas Kemenhaj)

Haji 2027: Kemenhaj Ajukan Pencairan Uang Muka Rp 4 Triliun

Editor
15 Juli 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia secara resmi mengajukan permohonan persetujuan atas usulan penggunaan uang muka...

Ilustrasi wanita Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal.(Foto:Istimewa)

Pemkab-Polres Cianjur Bentuk Satgas Khusus Cegah Pemberangkatan PMI Ilegal

Editor
15 Juli 2026

SATUJABAR, CIANJUR--Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menjadi salah satu lumbung Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal ke luarnegeri. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan...

Harga emas hari ini antam melambung tinggi, harga emas, harga emas hari ini

Harga Emas Rabu 15/7/2026 Antam Rp 2.635.000 Per Gram

Editor
15 Juli 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Rabu 15/7/2026 jenis batangan Antam, dikutip dari situs Aneka Tambang dijual Rp 2.635.000 per gram...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Pesona Jawa Barat