• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Rabu, 27 Mei 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Kematian Pasien ODGJ di Pangandaran, Bos Rumah Terapi Jadi Tersangka

Editor
Senin, 13 Oktober 2025 - 06:24
Ilustrasi pelaku kejahatan. maling sepeda motor.(Foto:Istimewa).

Ilustrasi pelaku kejahatan.(Foto:Istimewa).

SATUJABAR, PANGANDARAN–Kasus kematian pasien orang dalam gangguan jiwa (ODGJ) di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, menyeret pemilik rumah terapi. Polres Pangandaran menetapkan pemilik rumah terapi, bernama Dede Ardiansyah sebagai tersangka atas dugaan telah menelantarkan pasien hingga mengakibatkan meninggal dunia.

Ketidakpuasan keluarga pasien orang dalam gangguan jiwa (ODGJ) atas penanganan Rumah Solusi Himathera Indonesia (RSHI) Pangandaran, menyeret pemilik sekaligus ketua yayasan bernama Dede Ardiansyah sebagai tersangka. Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pangandaran, menetapkan Dede Ardiansyah sebagai tersangka atas dugaan menelantarkan pasien ODGJ hingga meninggal dunia.

RelatedPosts

Wali Kota Bandung Sambut Reaktivasi Bandara Husein

Iduladha 2026: Sebanyak 18 Ribu Hewan Kurban Dipastikan Sehat

Pengelola SPPG di Jawa Barat Datangi Kantor BGN Minta Kepastian

Penanganan kasus ditangani Unit Satu Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polres Pangandaran, dengan melakukan proses penyelidikan dan pengumpulan barang bukti hingga dinaikkan ke tahap penyidikan. Kasus kematian pasien ODGJ sebelumnya
ramai menjadi pembicaraan di media sosial, setelah keluarga korban menyampaikan ketidakpuasannya atas penanganan dari rumah terapi terhadap korban.

Menurut Kapolres Pangandaran, AKBP Andri Kurniawan, penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik mendapatkan dua alat bukti sah serta hasil gelar perkara. Pemilik sekaligus Ketua Yayasan RSHI, yang berlokasi di Dusun Cikuya, Desa Kertajaya, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Pangandaran, ditetapkan tersangka, setelah ditangkap di lokasi SPBU di daerah Parigi, pada Sabtu (11/10/2015).

“Kami tentunya bertindak profesional, berdasarkan fakta, setelah diperoleh dua alat bukti sah dan hasil gelar perkara, sebelum menetapkan tersangka. Tidak ada unsur subjektif, proses hukum dilakukan transparan dan akuntabel, dengan menghormati asas praduga tidak bersalah,” ujar Andri dalam keterangannya, Senin (13/10/2025).

Andri mengungkapkan, hasil penyidikan atas kematian korban bernisial MI, 26 tahun, pasien yang dirawat di RSHI, sejak Mei 2025, tidak pernah dibawa ke fasilitas kesehatan resmi. Padahal, pasien diketahui mengalami sesak napas dan fisiknya melemah.

“Korban yang mengalami sesak nafas dan kondisi fisiknya melemah, tidak pernah dibawa ke fasilitas kesehatan resmi. Korban hanya diberikan air gula merah dan latihan pernapasan tanpa tindakan medis seharusnya, hingga akhirnya meninggal dunia, pada 23 Agustus 2025 lalu,” ungkap Andri.

Andri menjelaskan, penyidik telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk keluarga korban dan pihak yayasan RSHI. Sejumlah barang bukti disita, yakni dokumen penting dan bukti transfer biaya perawatan sebagai bagian dari memperkuat alat bukti.

Andri mengingatkan, setiap lembaga sosial, atau yayasan yang menangani pasien, terutama berkaitan dengan kesehatan dan rehabilitasi diwajibkan mematuhi standar medis dan masalah kemanusiaan. Kasus kematian pasien ODGJ yang diduga telah ditelantarkan saat penanganan dan perawatannya dipercayakan keluarga ke Yayasan RSHI, menjadi pelajaran penting bagi semua pihak.

Penyidik masih melengkapi berkas perkara dan segera melimpahkannya ke pihak Kejaksaan untuk proses hukum selanjutnya. Tersangka dijerat Pasal 304 junto Pasal 306 ayat 2 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), dan/atau Pasal 351 ayat 3 KUHP, serta Pasal 359 KUHP, tentang Kelalaian Mengakibatkan Kematian Orang.

Sebelumnya, pasien ODGJ berinisial MI, 26 tahun, asal Kabupaten Bandung Barat, diduga meninggal dunia dalam kondisi tidak wajar saat menjalani perawatan di Rumah Solusi Himathera Indonesia (RSHI) Kabupaten Pangandaran. Kematian tidak wajar tersebut, membuat pihak keluarga curiga.

Korban meninggal dunia dengan kondisi tubuh kurus dan ditemukan luka memar. Padahal, sebelumnya pihak yayasan RSHI mengabarkan kepada pihak keluarga, kondisi korban baik-baik saja.

Pihak keluarga yang menemukan adanya kejanggalan, selanjutnya melaporkannya ke pihak kepolisian. Pihak keluarga melaporkan Yayasan RSHI yang diduga telah lalai ke Polres Pangandaran didampingi kuasa hukum.

Tags: AKBP Andri Kurniawanjawa baratKabupaten PangandaranKapolres PangandaranKematian Pasien ODGJPemilik Rumah Terapi Jadi TersangkaPolres PangandaranSatreskrim Polres Pangandaran

Related Posts

Pesawat di Bandara Husein Sastranegara.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Wali Kota Bandung Sambut Reaktivasi Bandara Husein

Editor
27 Mei 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyambut positif instruksi Presiden RI, Prabowo Subianto terkait reaktivasi Bandara Husein Sastranegara....

Sapi kurban.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Iduladha 2026: Sebanyak 18 Ribu Hewan Kurban Dipastikan Sehat

Editor
27 Mei 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Iduladha 2026 di Kota Bandung berdasarkan pantauan Pemerintah Kota Bandung tercatat 18.036 hewan kurban yang telah diperiksa...

Ilustrasi Dapur MBG.(Foto:Istimewa).

Pengelola SPPG di Jawa Barat Datangi Kantor BGN Minta Kepastian

Editor
27 Mei 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Puluhan pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari sejumlah daerah di Jawa Barat, mendatangi Kantor Badan Gizi Nasional (BGN)....

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan.(Foto:Istimewa).

Polda Jabar Tangkap Otak Penipuan Penjualan Titik SPPG Bodong

Editor
27 Mei 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Polda Jawa Barat tangkap otak pelaku kasus dugaan penipuan praktik penjualan titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kasus penipuan...

KH Asep Saifuddin Chalim, menyampaikan khutbah wukuf pada puncak pelaksanaan ibadah haji 1447 H/2026 M di Arafah (26/5).(Foto: Humas Kemenhaj)

Khutbah Wukuf Arafah, KH Asep: Haji Ajarkan Keikhlasan dan Ketakwaan

Editor
27 Mei 2026

SATUJABAR, ARAFAH - KH Asep Saifuddin Chalim, menyampaikan khutbah wukuf pada puncak pelaksanaan ibadah haji 1447 H/2026 M di Arafah...

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengucapkan selamat Iduladha 1447 H/2026 M. Menurut Menag, Iduladha mengajak umat untuk terus meneguhkan semangat keikhlasan dan kepedulian.(foto: Humas Kemenag)

Iduladha 2026, Pesan Menteri Agama: Tingkatkan Keikhlasan

Editor
27 Mei 2026

Iduladha 2026 menjadi momentum bagi umat Islam untuk meneguhkan semangat ikhlas dan peduli. SATUJABAR, JAKARTA - Menteri Agama Nasaruddin Umar...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.