• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Minggu, 30 Agustus 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Kembali ke Masa Lalu di Alun-Alun Tegalkalong: Semangat Budaya yang Tak Ingin Padam

Editor
Senin, 08 September 2025 - 09:50
Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir.(Foto: Humas Pemkab Sumedang)

Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir.(Foto: Humas Pemkab Sumedang)

Suara kayu dipukul berdentang. Anak-anak berlarian sambil tertawa riang, bermain egrang dan engkle di pelataran Alun-Alun Tegalkalong, Kecamatan Sumedang Utara. Sementara di sudut lain, seorang ibu tua sedang menjelaskan cara menimba air dari sumur yang dibangun ala zaman dulu.

Suasana itu tak biasa. Seolah waktu berhenti sejenak, lalu memutar balik ke masa ketika teknologi belum menguasai segalanya. Ketika permainan anak-anak bukan layar sentuh, tapi tanah, kayu, dan tawa.

RelatedPosts

Hari Jadi Kuningan 1 September 2026, Sekda: Lebih Khidmat, Lebih Meriah

Pesan Bupati Kuningan Saat Maulid Nabi dan Haul Syekh Maulana Akbar

Pusat Kebudayaan Tionghoa Bandung Jadi Magnet Wisata

Inilah Gelar Budaya bertema “Sumanget Kasumedangan Ngaguar Sajatining Tali Paranti Ti Bihari Ka Kiwari”, sebuah upaya menyambungkan benang budaya dari masa lalu ke masa kini. Sebuah upaya, agar tak semuanya hilang begitu saja tertelan zaman.

 

Rumah Panggung, Leuit, dan Sumur Timbanya… Hidup Kembali

Warga Sumedang tumpah ruah. Ada yang mengenakan pakaian tradisional, ada pula yang datang membawa anak-anak mereka untuk menyaksikan langsung seperti apa kehidupan “baheula”.

Mulai dari bentuk rumah tradisional, leuit (lumbung padi), sumur timba, hingga permainan anak-anak khas Sunda, semuanya hadir dan hidup kembali. Tak hanya sebagai pajangan, tapi benar-benar dimainkan dan dirasakan.

 

Bupati Turun Tangan, Main Beklen dan Nostalgia Masa Kecil

Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, hadir dan menyambut hangat acara ini. Ia bahkan sempat ikut bermain bersama anak-anak.

“Ini luar biasa. Anak-anak jadi tahu bagaimana bentuk rumah zaman dulu, makanan, hingga permainan tradisional. Mereka jadi belajar, dan ini penting agar mereka tidak lupa dari mana mereka berasal,” ujar Bupati Dony seperti dilansir laman Pemkab Sumedang.

Bagi Dony, memperkenalkan budaya pada generasi muda bukan hanya soal melestarikan tradisi, tapi juga menyelamatkan anak-anak dari ketergantungan gawai.

“Permainan tradisional seperti egrang, congklak, beklen, itu membuat anak-anak bergerak, tertawa, berpikir. Mereka jadi lebih ceria dan pintar. Ini cara kita menjaga masa depan mereka, dengan memberi ruang pada masa lalu,” tambahnya.

 

Gelar Budaya Bukan Sekadar Panggung Acara

Bukan hanya budaya yang ditampilkan. Gelar Budaya ini juga menjadi ruang kolaborasi antar-instansi. Dinas Kesehatan membuka layanan cek kesehatan gratis, sementara Dinas Pendidikan mengajak siswa sekolah dasar melakukan observasi budaya secara langsung.

“Saya ingin kegiatan seperti ini tidak berdiri sendiri. Harus terintegrasi. Anak-anak bisa belajar, data kesehatan masyarakat juga bisa dikumpulkan. Semua bisa saling mendukung,” tutur Dony.

Anak-anak sekolah tampak antusias mencatat di lembar observasi mereka, mewawancarai pengisi acara, dan mencatat bentuk rumah adat hingga nama permainan yang mereka temui.

 

Menyalakan Obor Budaya di Tegalkalong

Bupati Dony berharap, obor budaya yang dinyalakan di Alun-Alun Tegalkalong ini tidak padam begitu saja. Ia ingin tempat ini menjadi lebih dari sekadar ruang terbuka hijau—tapi juga sebagai pusat edukasi, ekonomi, silaturahmi, dan tentunya budaya.

“Alun-Alun ini bisa menjadi tempat berkumpul yang berdampak positif, bukan cuma tempat nongkrong. Ini bisa meningkatkan indeks kebahagiaan warga. Saya harap, kegiatan seperti ini bisa ditiru di kecamatan lain,” tuturnya penuh harap.

 

Dari Masa Lalu untuk Masa Depan

Hari itu, di bawah sinar matahari sore dan angin yang mengibarkan kain batik di tenda-tenda pameran, Sumedang seolah mengirim pesan: bahwa akar budaya tak boleh putus, dan masa lalu adalah bagian penting dari masa depan.

Anak-anak yang tertawa sambil bermain congklak, orang tua yang tersenyum melihat kembali mainan masa kecil mereka, hingga pemuda yang ikut mengenakan pangsi dan iket kepala—semua menjadi saksi bahwa budaya masih hidup, selama ada yang peduli dan melestarikannya.

 

#SumedangNgaguarBudaya #GelarBudayaTegalkalong #KaulinanBarudak #BudayaSundaHirupKembali

Tags: budaya sumedangbupati sumedangDony Ahmad Munir

Related Posts

Sekda Kuningan U Kusmana mengatakan sudah menyiapkan rangkain acara menarik sambut Hari Jadi Kuningan 1 September.(Foto: Humas Pemkab Kuningan)

Hari Jadi Kuningan 1 September 2026, Sekda: Lebih Khidmat, Lebih Meriah

Editor
30 Agustus 2026

KUNINGAN – Hari Jadi Kuningan 1 September, Pemerintah Kabupaten Kuningan sudah menyiapkan sejumlah program di usia kabupaten itu yang ke...

Syekh Maulana Akbar.(Foto: Humas Pemkab Kuningan)

Pesan Bupati Kuningan Saat Maulid Nabi dan Haul Syekh Maulana Akbar

Editor
26 Agustus 2026

KUNINGAN – Suasana khidmat menyelimuti Kompleks Makam Astana Gede, Kabupaten Kuningan, Rabu (26/8/2026). Pemerintah Kabupaten Kuningan menggelar Haul Syekh Maulana...

Peresmpian Pusat Kebudayaan Tionghoa di Kota Bandung.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Pusat Kebudayaan Tionghoa Bandung Jadi Magnet Wisata

Editor
26 Agustus 2026

BANDUNG - Pusat Kebudayaan Tionghoa di Kota Bandung diharapkan tidak hanya menjadi ruang pelestarian budaya tetapi juga mampu memperkuat kebhinekaan...

Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani hadir di Festival Linggarjati Tahun 2026 bertajuk “The Soul of Linggarjati” di Taman Museum Gedung Naskah Perundingan Linggarjati, Kamis (20/8/2026).(Foto: Humas Pemkab Kuningan)

Festival Linggarjati Dongkrak Literasi Generasi Muda

Editor
21 Agustus 2026

KUNINGAN – Festival Linggarjati Tahun 2026 bertajuk “The Soul of Linggarjati” resmi ditutup di Taman Museum Gedung Naskah Perundingan Linggarjati,...

Gedung Sate Provinsi Jawa Barat

HUT ke-81 Jawa Barat, Kota Bandung Tegaskan Kontribusi sebagai Ibu Kota Provinsi

Editor
21 Agustus 2026

BANDUNG - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menghadiri Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jawa Barat dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-81...

Pabrik Kina Bandung.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Pabrik Kina Bandung, Salah Satu Tonggak Industri Farmasi Indonesia

Editor
20 Agustus 2026

Kawasan Pajajaran, Cicendo, menyimpan salah satu jejak penting dalam perjalanan industri farmasi di Indonesia. Eks Pabrik Kina Bandung telah berdiri...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.