SATUJABAR, SUMEDANG – Sumedang Puseur Budaya Sunda menjadi pekerjaan rumah Pemerintah Kabupaten Sumedang dalam upaya mewujudkan pembangunan berbasis budaya. Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengungkapkan komitmennya untuk mewujudkan Sumedang Puseur Budaya Sunda (SPBS) itu saat wawancara bersama sejarawan dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Professor Nina Herlina Lubis di Gedung Negara, Jum’at (8 Mei 2026).
Sebelumnya, pada gelaran Kirab Milangkala Tatar Sunda, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan dukungannya untuk membantu mewujudkan Sumedang sebagai Puseur Budaya Sunda. Menanggapi hal tersebut, Bupati Dony mengatakan, komitmen untuk mewujudkan SPBS sejatinya telah lama dibangun melalui pondasi pembangunan daerah yang berbasis budaya. “Pondasi pembangunan Sumedang adalah agama, budaya, dan teknologi. Budaya memberikan cara pandang dalam hidup, bekerja, dan bermasyarakat,” katanya.
Menurutnya, komitmen tersebut diperkuat dengan hadirnya Perda Nomor 1 Tahun 2020 tentang Sumedang Puseur Budaya Sunda. Dalam perda tersebut termuat kebijakan SPBS yang mencakup rekonstruksi, revitalisasi, dan reaktualisasi budaya Sunda dalam kehidupan masyarakat dan pemerintahan. “Degan dukungan gubernur, kami akan memperbaiki Keraton Sumedang Larang, menata jalan Sumedang seindah mungkin untuk mencerminkan Sumedang Puseur Budaya Sunda,” katanya.
Pondasi pembangunan budaya juga diterapkan dalam tata kelola pemerintahan dan pembangunan daerah. Hal itu diwujudkan melalui peningkatan etos kerja aparatur dan reformasi birokrasi. “Budaya menjadi ruh pembangunan. Nilai-nilai Sunda seperti kesederhanaan, silih asih, dan kasih sayang menjadi pedoman dalam menjalankan roda pemerintahan,” ujarnya.
Menatap ke depan, Bupati Dony menyatakan, upaya mewujudkan SPBS juga harus ditopang oleh arah pembangunan daerah yang berpijak pada nilai-nilai warisan leluhur Tatar Sunda. Menurutnya, pembangunan berbasis budaya harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, pemerintah saat ini memfokuskan program pada pengentasan kemiskinan dan peningkatan pendapatan daerah. “Saya ingin membangun investasi di Sumedang yang didukung kemudahan perizinan, peningkatan aksesibilitas sektor pariwisata, serta pembangunan infrastruktur sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan pendapatan daerah,” katanya.
Prof. Nina Herlina Lubis mengungkapkan, dirinya tengah menulis buku mengenai sejarah Kabupaten Sumedang. Ia terkesan dengan pembangunan Kabupaten Sumedang saat ini dan menilai Sumedang memiliki kekayaan sejarah yang sangat besar, termasuk jejak kejayaan Kerajaan Tembong Agung yang telah berdiri sejak lama.
Menurutnya, berbagai fakta sejarah tersebut menjadi bukti bahwa Sumedang memiliki posisi penting dalam perjalanan peradaban Sunda dan layak menjadi pusat pelestarian budaya Sunda di masa kini.








