• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Minggu, 21 Juni 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
Advertisement
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Telusuri Penyebab Karacunan, Kepala BGN Terjun Langsung ke Cianjur

Editor
Rabu, 23 April 2025 - 05:37
Kepala BGN, Dadan Hindayana, melihat kondisi siswa korban keracunan di rumah sakit.(Foto:Istimewa).

Kepala BGN, Dadan Hindayana, melihat kondisi siswa korban keracunan di rumah sakit.(Foto:Istimewa).

SATUJABAR, CIANJUR — Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, terjun langsung ke Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, melihat kondisi siswa yang masih dirawat akibat keracunan seusai menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). BGN akan memastikan terkait penyebab keracunan massal yang terjadi di dua sekolah di Kabupaten Cianjur tersebut.

“Rabu, 23 April 2025, saya berangkat ke Cianjur, Jawa Barat, untuk mengecek SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) Cianjur, dan menemui anak-anak kita para pelajar, guru, tenaga kesehatan dan saudara lainnya,” ujar Kepala Badan Gizi Nasional ((BGN), Dadan Hindayana, dalam keterangan persnya, Rabu (23/04/2025).

RelatedPosts

Wisatawan Tenggelam di Pantai Pasir Putih Sukabumi, Ayah Tewas Anak Hilang

Jet Bisnis Dassault Falcon 10X Sukses Terbang Perdana

Aniaya Nasabah Koperasi, 2 Penagih Utang di Sumedang Dihakimi Massa

Dadan mengatakan, SPPG Cianjur telah beroperasi, sejak 15 Januari 2025. Sebagai Kepala BGN yang bertanggungjawab, akan mencari tahu, sekaligus memastikan terkait penyebab keracunan massal, yang dialami para siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1, dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) PGRI 1 Cianjur. Peristiwa keracunan.di Cianjur, merupakan yang pertama kali terjadi.

“Musibah keracunan ini, adalah kejadian pertama. Terkait penyebabnya, terus kami telusuri dengan teliti,” kata Dadan.

Dadan mengungkapkan, SPPG Cianjur setiap hari memproduksi 2.071 porsi hingga 3.470 porsi Makan Bergizi Gratis (MBG), untuk pemenuhan gizi anak-anak di sembilan sekolah. Sejak beroperasi, peristiwa keracunan pertamakalinya, dan seluruh siswa korban keracunan sudah ditangani.

“Berdasarkan data yang dilaporkan, jumlah siswa yang terdampak (keracunan) seusai mengonsumsi Makan Bergizi Gratis, yaitu 52 dari total 788 siswa MAN 1. Sedangkan siswa SMP PGRI 1, ada 20 dari 167 Siswa. Semua siswa yang terdampak telah ditangani dengan baik,” ungkap Dadan.

BGN telah menambah satu standar operasional prosedur (SOP) MBG, buntut peristiwa keracunan siswa di Cianjur. SPPG Cianjur diminta membersihkan untuk sisa produksi makanan dalam pelaksanaan program MBG.

“Dari peristiwa (keracunan) ini, Badan Gizi Nasional menambah satu SOP dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis. Sisa makanan tidak dibersihkan di sekolah, tapi di SPPG,” jelas Dadan.

Dadan menambahkan, beberapa pelatihan tambahan juga akan diberikan, untuk penguatan SDM (sumber daya manusia) di lapangan. SOP tambahan dan pelatihan diluar yang sudah dijalankan, juga untuk mencegah kejadian tidak diharapkan.

Dadan menyampaikan keprihatinan atas musibah yang menimpa siswa MAN 1 dan SMP PGRI 1 Cianjur. BGN saat ini dia sedang menunggu hasil uji laboratorium dari sampel makanan yang telah dikirimkan ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Lakesda) Provinsi Jawa Barat, untuk memastikan penyebab terjadinya keracunan, yang membutuhkan waktu 7 hingga 10 hari.

BGN prihatin dan ikut merasakan kekhawatiran para orang tua siswa. Anak-anak adalah masa depan bangsa dan perkembangan kesehatannya menjadi prioritas utama bagi BGN.

“Kami akan memperketat sistem pengawasan, dan pelatihan terhadap seluruh SPPG dalam menjalankan program Makan Bergizi Gratis. Tujuan kami bukan sekadar menyikapi kasus, tapi bagaimana membangun sistem pangan sekolah yang kuat, aman, dan berkelanjutan,” tutup Dadan.

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur Kecamatan Cianjur, telah menghentikan sementara produksi Makan Bergizi Gratis (MBG), menyusul peristiwa keracunan massal siswa di dua sekolah. Keracunan terjadi di MAN 1 dan SMP PGRI 1 Cianjur, seusai korban siswa menyantap makanan dari program MBG.

“Kita tunggu masalah (keracunan) ini selesai. Jadi, kita sementara tidak produksi dulu MBG,” ujar Kepala SPPG Dapur Kecamatan Cianjur, Fakhri Lubis.

Fakhri mengatakan, saat ini sedang dilakukan uji laboratorium terhadap sampel makanan dari produksi MBG, yang dikonsumsi para siswa di dua sekolah. Hasil uji laboratorium akan memastikan, keracunan tersebut, disebabkan makanan produksi program MBG, atau bukan.(chd)

Tags: Badan Gizi NasionalKeracunan Makan Gratis

Related Posts

Ilustrasi korban tenggelam.(Foto:Istimewa).

Wisatawan Tenggelam di Pantai Pasir Putih Sukabumi, Ayah Tewas Anak Hilang

Editor
20 Juni 2026

SATUJABAR, SUKABUMI--Ayah dan anak tenggelam saat berenang di Pantai Pasir Putih, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Ayah ditemukan tewas, sedangkan anaknya...

Pesawat terbaru dari Dassault Aviation, Falcon 10X, telah sukses menyelesaikan penerbangan pertamanya.(Foto: Istimewa/Dassault Aviation)

Jet Bisnis Dassault Falcon 10X Sukses Terbang Perdana

Editor
20 Juni 2026

SAINT-CLOUD, PRANCIS - Pesawat terbaru dari Dassault Aviation, Falcon 10X, telah sukses menyelesaikan penerbangan pertamanya. Keberhasilan ini menunjukkan kesiapan program...

Ilustrasi debt collector.(Foto:Istimewa).

Aniaya Nasabah Koperasi, 2 Penagih Utang di Sumedang Dihakimi Massa

Editor
20 Juni 2026

SATUJABAR, SUMEDANG--Dua orang debt collector, atau penagih utang, di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, menjadi 'bulan-bulanan' setelah menganiaya nasabahnya. Kedua penagih...

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah mengumumkan tarif tenaga listrik untuk triwulan III tahun 2024 tidak naik.

PLN: Sistem Kelistrikan Jawa Tetap Terkendali

Editor
20 Juni 2026

SATUJABAR, JAKARTA - PT PLN (Persero) menyampaikan bahwa sistem kelistrikan Jawa saat ini beroperasi dan terkendali secara baik. Namun demikian,...

Sekretaris Kementerian Pariwisata, Bayu Aji Bersama jajaran berfoto bersama dengan panitia dan delegasi lai saat dalam Global Muslim Travel Index (GMTI) Awards 2026, di Balestier Ballroom, Aloft Singapore Novena, Kamis (18/6/2026).(Foto: Kemenpar)

Alhamdulillah! Indonesia Peringkat 2 Destinasi Wisata Ramah Muslim Terbaik Dunia

Editor
20 Juni 2026

SATUJABAR, SINGAPURA - Indonesia kembali mencatatkan prestasi di tingkat global dengan meraih peringkat kedua sebagai destinasi wisata ramah muslim atau...

Harga emas hari ini antam melambung tinggi, harga emas, harga emas hari ini

Harga Emas Sabtu 20/6/2026 Antam Rp 2.668.000 Per Gram

Editor
20 Juni 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Sabtu 20/6/2026 jenis batangan Antam, dikutip dari situs Aneka Tambang dijual Rp 2.668.000 per gram...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.