• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Senin, 20 April 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Industri Wastra Indonesia Dinilai Mampu Menjawab Tren Fesyen Berkelanjutan

Editor
Selasa, 22 April 2025 - 08:17
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian, Reni Yanita.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian, Reni Yanita.(Foto: Humas Kemenperin)

BANDUNG – Industri wastra Indonesia dinilai memiliki potensi besar untuk terus berkembang dan semakin diminati oleh konsumen lokal maupun internasional. Produk-produk wastra Nusantara seperti batik, tenun, dan songket dianggap mampu merespons meningkatnya permintaan akan fesyen berkelanjutan di tengah maraknya tren fast fashion yang berdampak negatif terhadap lingkungan.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian, Reni Yanita, menyatakan bahwa wastra Nusantara hadir bukan hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai solusi terhadap tantangan lingkungan yang dihadapi industri fesyen saat ini.

RelatedPosts

Haji 2026: Sebanyak 23 Dapur Katering Siaga di Madinah

Haji 2026: Kloter Pertama Dijadwalkan Tiba di Madinah 22 April

Wah! Ada Cadangan Gas Jumbo di Blok Ganal Kaltim

“Proses pembuatan wastra yang kaya nilai kearifan lokal, menggunakan bahan alami, serta sarat makna filosofis, menjadikan wastra sejalan dengan konsep slow fashion yang menekankan kualitas, keberlanjutan, dan keadilan,” ujar Reni dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (21/4).

Sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan penerapan prinsip keberlanjutan di kalangan pelaku industri wastra, Ditjen IKMA Kemenperin bekerja sama dengan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) menyelenggarakan webinar bertajuk “Cinta Wastra Nusantara: Peran IKM Wastra dalam Fesyen Berkelanjutan” pada 16 April 2025. Webinar ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menuju HUT ke-45 Dekranas.

Reni menambahkan, kesadaran konsumen global terhadap pentingnya perubahan gaya hidup yang mendukung keberlanjutan lingkungan mendorong pergeseran tren ke arah slow fashion. Sebaliknya, tren fast fashion yang didorong oleh gaya hidup cepat, akses digital, dan pasar daring menghasilkan kebiasaan konsumsi pakaian massal yang tidak ramah lingkungan dan memicu peningkatan limbah tekstil.

“Industri fesyen kini dituntut untuk lebih bertanggung jawab secara ekologis dan etis, tidak hanya menarik dari sisi visual,” tegasnya.

Senada dengan Reni, Direktur IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan Budi Setiawan menjelaskan bahwa slow fashion menawarkan pendekatan yang lebih etis dalam industri fesyen dengan menitikberatkan pada kualitas, proses produksi yang lebih lambat dan terencana, serta pelestarian lingkungan.

“Konsep ini tidak hanya mengurangi limbah dan konsumsi energi, tetapi juga mendukung hak-hak pekerja di industri mode, termasuk upah yang layak dan kondisi kerja yang adil,” kata Budi.

Menurutnya, Indonesia memiliki modal besar dalam mengembangkan konsep slow fashion, salah satunya melalui keberadaan perajin lokal dan pemanfaatan bahan baku alami seperti batik dan tenun. Proses produksi yang memerlukan ketelitian dan waktu lama, menjadikan produk wastra simbol kualitas dan keunikan.

Budi juga menekankan pentingnya pelaku industri wastra untuk menerapkan prinsip ramah lingkungan melalui penggunaan bahan berkelanjutan, pengolahan limbah produksi, serta edukasi kepada konsumen.

Desainer sekaligus Anggota Komisi VII DPR, Samuel Wattimena yang menjadi narasumber pada webinar tersebut, menyampaikan bahwa kampanye fesyen berkelanjutan berbasis wastra Nusantara mampu mendorong penghargaan terhadap produk lokal dan proses pembuatannya.

“Ini memperkuat identitas lokal di kancah mode dunia. Industri wastra juga berkontribusi besar dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan ekspor, dan mendorong ekonomi daerah,” ujar Samuel.

Ia juga mendorong pemerintah pusat dan daerah, serta Dekranas untuk memperkuat sinergi dalam mendukung pengembangan perajin wastra melalui pelatihan, pengadaan bahan ramah lingkungan, serta akses pemasaran yang lebih luas.

Tags: fashionIndustri Wastra IndonesiakemenperinKementerian Perindustrianwastra

Related Posts

Kasi Konsumsi Daker Madinah, Beny Darmawan.(Foto: Dok. Kemenhaj)

Haji 2026: Sebanyak 23 Dapur Katering Siaga di Madinah

Editor
20 April 2026

Untuk menjaga citarasa khas Indonesia, seluruh bumbu masakan didatangkan langsung dari Tanah Air dalam bentuk pasta racikan. SATUJABAR, MADINAH —...

Masjid Nabawi Madinah

Haji 2026: Kloter Pertama Dijadwalkan Tiba di Madinah 22 April

Editor
20 April 2026

Sebanyak 682 petugas PPIH dari Jakarta telah ditempatkan di Daerah Kerja (Daker) Madinah dan Bandara guna memastikan proses kedatangan dan...

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.(Foto: Istimewa)

Wah! Ada Cadangan Gas Jumbo di Blok Ganal Kaltim

Editor
20 April 2026

Temuan ini menjadi sinyal positif bagi upaya memperkuat pasokan energi dalam negeri di tengah kebutuhan yang terus meningkat. SATUJABAR, JAKARTA...

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi meninjau langsung kesiapan Terminal 2F Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Minggu (19/4), yang telah ditetapkan sebagai terminal khusus pelayanan jemaah haji dan umrah.(Foto: Humas Kemenhub)

Jelang Musim Haji, Menhub: Terminal 2F Bandara Soetta Sudah Sangat Siap

Editor
20 April 2026

Pada tahun ini total jemaah haji Indonesia mencapai 221.000 orang yang akan diberangkatkan secara bertahap hingga Mei 2026. SATUJABAR, JAKARTA...

Tangkapan layar rekaman video viral mobil travel ugal-ugalan di jalan tol.(Foto:Istimewa).

Viral! Mobil Travel Ngebut dan Ugal-Ugalan di Tol Purbaleunyi

Editor
20 April 2026

SATUJABAR, BANDUNG--mobil travel berkecepatan tinggi ugal-ugalan di Jalan Tol Purbaleunyi. Aksi ugal-ugalal mobil travel yang melaju saat lalu-lintas kendaraan cukup...

Komisi III DPR RI, Rikdwanto, dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi III DPR RI bersama para ahli di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (20/4/2026). Foto: Devi/Karisma

Perlindungan Harta Bersama Jadi Substansi Penting dalam Pembahasan RUU Perampasan Aset

Editor
20 April 2026

Tanpa pengaturan yang jelas, perampasan aset berpotensi merugikan pihak yang secara hukum tidak memiliki keterkaitan dengan tindak pidana yang dilakukan....

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.