• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Minggu, 30 Agustus 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Industri Wastra Indonesia Dinilai Mampu Menjawab Tren Fesyen Berkelanjutan

Editor
Selasa, 22 April 2025 - 08:17
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian, Reni Yanita.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian, Reni Yanita.(Foto: Humas Kemenperin)

BANDUNG – Industri wastra Indonesia dinilai memiliki potensi besar untuk terus berkembang dan semakin diminati oleh konsumen lokal maupun internasional. Produk-produk wastra Nusantara seperti batik, tenun, dan songket dianggap mampu merespons meningkatnya permintaan akan fesyen berkelanjutan di tengah maraknya tren fast fashion yang berdampak negatif terhadap lingkungan.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian, Reni Yanita, menyatakan bahwa wastra Nusantara hadir bukan hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai solusi terhadap tantangan lingkungan yang dihadapi industri fesyen saat ini.

RelatedPosts

BNPB Hormati Putusan MK Terkait Penetapan Status Bencana

Helikopter Water Bombing Diterjunkan di Karhutla Papua Barat

Titik Panas Nampak Turun, Kemenhut Tetap Siaga

“Proses pembuatan wastra yang kaya nilai kearifan lokal, menggunakan bahan alami, serta sarat makna filosofis, menjadikan wastra sejalan dengan konsep slow fashion yang menekankan kualitas, keberlanjutan, dan keadilan,” ujar Reni dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (21/4).

Sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan penerapan prinsip keberlanjutan di kalangan pelaku industri wastra, Ditjen IKMA Kemenperin bekerja sama dengan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) menyelenggarakan webinar bertajuk “Cinta Wastra Nusantara: Peran IKM Wastra dalam Fesyen Berkelanjutan” pada 16 April 2025. Webinar ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menuju HUT ke-45 Dekranas.

Reni menambahkan, kesadaran konsumen global terhadap pentingnya perubahan gaya hidup yang mendukung keberlanjutan lingkungan mendorong pergeseran tren ke arah slow fashion. Sebaliknya, tren fast fashion yang didorong oleh gaya hidup cepat, akses digital, dan pasar daring menghasilkan kebiasaan konsumsi pakaian massal yang tidak ramah lingkungan dan memicu peningkatan limbah tekstil.

“Industri fesyen kini dituntut untuk lebih bertanggung jawab secara ekologis dan etis, tidak hanya menarik dari sisi visual,” tegasnya.

Senada dengan Reni, Direktur IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan Budi Setiawan menjelaskan bahwa slow fashion menawarkan pendekatan yang lebih etis dalam industri fesyen dengan menitikberatkan pada kualitas, proses produksi yang lebih lambat dan terencana, serta pelestarian lingkungan.

“Konsep ini tidak hanya mengurangi limbah dan konsumsi energi, tetapi juga mendukung hak-hak pekerja di industri mode, termasuk upah yang layak dan kondisi kerja yang adil,” kata Budi.

Menurutnya, Indonesia memiliki modal besar dalam mengembangkan konsep slow fashion, salah satunya melalui keberadaan perajin lokal dan pemanfaatan bahan baku alami seperti batik dan tenun. Proses produksi yang memerlukan ketelitian dan waktu lama, menjadikan produk wastra simbol kualitas dan keunikan.

Budi juga menekankan pentingnya pelaku industri wastra untuk menerapkan prinsip ramah lingkungan melalui penggunaan bahan berkelanjutan, pengolahan limbah produksi, serta edukasi kepada konsumen.

Desainer sekaligus Anggota Komisi VII DPR, Samuel Wattimena yang menjadi narasumber pada webinar tersebut, menyampaikan bahwa kampanye fesyen berkelanjutan berbasis wastra Nusantara mampu mendorong penghargaan terhadap produk lokal dan proses pembuatannya.

“Ini memperkuat identitas lokal di kancah mode dunia. Industri wastra juga berkontribusi besar dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan ekspor, dan mendorong ekonomi daerah,” ujar Samuel.

Ia juga mendorong pemerintah pusat dan daerah, serta Dekranas untuk memperkuat sinergi dalam mendukung pengembangan perajin wastra melalui pelatihan, pengadaan bahan ramah lingkungan, serta akses pemasaran yang lebih luas.

Tags: fashionIndustri Wastra IndonesiakemenperinKementerian Perindustrianwastra

Related Posts

Para penyintas gempa M 7,7 Flores, yang sebelumnya tinggal sementara di pengungsian terpusat Gor Samador, Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, naik ke truk TNI AL untuk diantar kembali ke rumah masing-masing, Senin (24/8). (Foto: Bidang Komunikasi Kebencanaan / Danung Arifin)

BNPB Hormati Putusan MK Terkait Penetapan Status Bencana

Editor
30 Agustus 2026

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menghormati Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 261/PUU-XXIII/2025 yang dibacakan pada Jumat, 28 Agustus 2026....

Pengerahan helikopter water bombing untuk pemadaman karhutla di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, Jumat (28/8). (Foto: BNPB)

Helikopter Water Bombing Diterjunkan di Karhutla Papua Barat

Editor
30 Agustus 2026

PAPUA BARAT – Helikopter water bombing dikerahkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) guna memperkuat upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan...

Titik panas di sejumlah provinsi menurut Data terbaru SiPongi Kementerian Kehutanan menunjukkan adanya penurunan.(Foto: Humas Kemenhut)

Titik Panas Nampak Turun, Kemenhut Tetap Siaga

Editor
30 Agustus 2026

JAKARTA – Titik panas di sejumlah provinsi menurut Data terbaru SiPongi Kementerian Kehutanan menunjukkan adanya penurunan. Penurunan hotspot itu terjadin...

Kementerian Lingkungan Hidup menyegel saluran pipa pembuangan air limbah (outfall) milik PT MSE di Sungai Porong, Kabupaten Mojokerto.(Foto: Humas Kementerian LH)

Kementerian LH Tindak Perusahaan Pencemar Lingkungan

Editor
30 Agustus 2026

JAKARTA - Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) mengambil langkah tegas dengan menyegel saluran pipa pembuangan air limbah (outfall)...

Terduga pemburu rusa di TN Komodo.(Foto: Humas Kemenhut)

Buron 9 Bulan, Terduga Pemburu Rusa di Pulau Komodo Ditangkap

Editor
30 Agustus 2026

BIMA - Kementerian Kehutanan melalui Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Balai Penegakan Hukum Kehutanan Wilayah Jawa Bali Nusa Tenggara berhasil...

Tim gabungan Operasi Modifikasi Cuaca di Kalimantan.(Foto: Kementerian LH)

Operasi Modifikasi Cuaca Tekan Karhutla di Kalimantan

Editor
30 Agustus 2026

Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dipusatkan di Bandar Udara Tjilik Riwut, Palangka Raya, Jumat (28/8/2026) sebagai pusat pengendalian. PALANGKA RAYA...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.