• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Selasa, 3 November 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Kemenperin Bersinergi dengan Industri TPT Hadapi Tantangan Global

Editor
Jumat, 18 April 2025 - 09:07
Kemenperin Bersinergi dengan Industri TPT Hadapi Tantangan Global

(Foto: Kemenperin)

BANDUNG – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi dan membangkitkan kembali kinerja industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional di tengah tekanan global. Pemerintah menyatakan tidak akan membiarkan sektor ini menghadapi tantangan sendiri, melainkan akan terus bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan industri.

Hal tersebut disampaikan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita saat melakukan kunjungan kerja ke pameran Inatex – Indo Intertex 2025 di Jakarta, Kamis (17/4/2025). Dalam kesempatan itu, Menperin menegaskan bahwa pemerintah hadir memberikan berbagai dukungan untuk memperkuat daya saing industri TPT nasional.

RelatedPosts

Perampokan Rumah Mewah di Indramayu, Istri Pemilik Dianiaya dan Diculik

Kabar Gembira! Keluarga Badak Jawa Penghuni Ujung Kulon Punya Anggota Baru

Pasok Hampir Separuh Pasar Global tapi Dijual Murah, Bahlil Kendalilan Batu Bara

“Pemerintah tidak akan membiarkan sektor TPT berjalan sendiri. Kami bersama dunia usaha berkomitmen untuk mencari solusi atas permasalahan yang ada di lapangan,” kata Menperin Agus melalui keterangan resmi.

Untuk mendongkrak kinerja industri TPT, pemerintah telah menyiapkan sejumlah kebijakan strategis, seperti fasilitasi pembiayaan, pelatihan SDM industri, serta penguatan pengawasan impor dan pengendalian produk asing.

“Pasar domestik Indonesia sangat besar, dengan hampir 300 juta penduduk dan kebutuhan sandang tinggi. Melindungi industri TPT lokal berarti melindungi jutaan pekerja di dalamnya. Maka dari itu, kami juga memberikan insentif khusus bagi industri padat karya seperti TPT,” jelas Agus.

Industri TPT dinilai sebagai sektor strategis karena padat karya dan berorientasi ekspor. Pengembangannya telah tercantum dalam berbagai kebijakan nasional, antara lain Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2015, Kebijakan Industri Nasional 2020–2024, dan roadmap Making Indonesia 4.0.

Dalam dialog langsung dengan pelaku industri di lokasi pameran, Menperin menerima berbagai masukan, termasuk keluhan terkait membanjirnya impor pakaian jadi yang menekan daya saing produk dalam negeri. Banyak dari barang impor tersebut disebut berasal dari negara-negara yang terkena dampak perang dagang AS-Tiongkok, dan dialihkan ke pasar negara berkembang seperti Indonesia, termasuk melalui praktik transshipment.

“Praktik impor tidak sehat seperti transshipment harus diawasi dan ditindak tegas. Kami mendorong pengetatan prosedur penerbitan Surat Keterangan Asal (SKA) guna mencegah penyalahgunaan dokumen impor,” tegasnya.

Agus juga menekankan pentingnya peran industri TPT dalam menopang perekonomian nasional melalui ekspor dan penyerapan tenaga kerja.

“Kami berharap industri tekstil tidak hanya mampu bertahan di tengah ketidakpastian global, tetapi juga tumbuh positif agar dapat memperkuat cadangan devisa dan memanfaatkan bonus demografi secara produktif,” tambahnya.

Kinerja industri TPT pada 2024 menunjukkan tren positif. Sektor ini menjadi kontributor kelima terbesar terhadap ekspor industri manufaktur nasional dengan nilai ekspor mencapai USD 11,96 miliar atau setara 6,08 persen dari total ekspor industri manufaktur. Sementara itu, impor turun sebesar 6,20 persen, mendorong kenaikan neraca perdagangan TPT hingga 20,99 persen.

Hingga Agustus 2024, industri TPT juga telah menyerap sekitar 3,97 juta tenaga kerja, atau 19,9 persen dari total tenaga kerja di sektor manufaktur. Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) sektor ini tercatat sebesar 4,26 persen secara tahunan.

Dari sisi investasi, sepanjang 2019 hingga triwulan III 2024, sektor TPT mencatat Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp24,44 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar USD 2,59 miliar dengan total 18.493 proyek. Meskipun mayoritas investasi mengalir ke industri tekstil, sektor pakaian jadi tercatat lebih besar dalam menyerap tenaga kerja.

Tags: Agus Gumiwang KartasasmitakemenperinMenperintekstilTPT

Related Posts

Ilustrasi tempat kejadian perkara (TKP).(Foto:Istimewa).

Perampokan Rumah Mewah di Indramayu, Istri Pemilik Dianiaya dan Diculik

Editor
3 November 2026

SATUJABAR, INDRAMAYU--Sebuah rumah mewah di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, disatroni kawanan peramok. Selain menguras uang tunai, perhiasan emas, dan mobil, pelaku...

Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) kedatangan satu individu anak Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) dan terekam kamera jebak (camera trap) pada tanggal 10 Oktober 2026. Anak badak tersebut terpantau sedang berkubang bersama induknya yang teridentifikasi bernama Desy.(Foto: Dok. TNUK Via Kemenhut)

Kabar Gembira! Keluarga Badak Jawa Penghuni Ujung Kulon Punya Anggota Baru

Editor
3 November 2026

JAKARTA - Kabar gembira datang dari Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK). Satu individu anak Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) kembali...

Tambang batubara dan mineral

Pasok Hampir Separuh Pasar Global tapi Dijual Murah, Bahlil Kendalilan Batu Bara

Editor
3 November 2026

JAKARTA - Tahun lalu, Indonesia memasok hampir separuh batu bara yang diperdagangkan di dunia. Namun, harga batu bara justru jatuh...

Kementerian ESDM Lelang Terbuka Stockpile Bauksit Senilai Rp 200 Miliar di Riau

Soal Izin Tambang, Bahlil: Orang Daerah Harus Kebagian

Editor
3 November 2026

JAKARTA - Nikel ada di Sulawesi dan Maluku, batu bara tersebar di Sumatera dan Kalimantan. Namun, selama ini sebagian besar...

haji,umrah,masjid,arafah,religi

Kemenhaj Blokir PT Assyifa Berkah Mandiri Karena Gagal Pulangkan 95 Jemaah

Editor
3 November 2026

JAKARTA - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia resmi melakukan pemblokiran terhadap akun Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan...

Pembukaan IIFS 2026 dihadiri oleh Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Dian Ediana Rae, Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya Agusman, Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto Adi Budiarso, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, pimpinan serta perwakilan kementerian/lembaga, Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Badan Wakaf Indonesia (BWI), anggota Komite Pengembangan Keuangan Syariah (KPKS), industri jasa keuangan syariah, Dewan Pengawas Syariah, asosiasi, dan akademisi.(Foto: Humas OJK)

Lewat Indonesia Islamic Finance Summit, OJK Perkuat Ekosistem Keuangan Syariah

Editor
3 November 2026

MAKASSAR - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat industri keuangan syariah nasional terus menunjukkan ketahanan dan pertumbuhan positif. Hingga September 2026,...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.