• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Rabu, 3 Juni 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Cimahi ‘Kota Tentara’, Bekas Peninggalan Belanda

Editor
Kamis, 15 Desember 2022 - 03:34

SATUJABAR, BANDUNG – Jika menyebut nama Cimahi, tentu sebuah nama kota itu tidak asing lagi di kawasan Jawa Barat. Kota yang memiliki perjalanan sejarah identik dengan nuansa militer, menjadikan kota ini dijuluki sebagai ‘Kota Tentara’ atau ‘Kota Militer’.

Dalam bahasa sunda, Cimahi terdiri dari dua suku kata. Ci berarti air dan Mahi artinya cukup. Menjadi makna kota dengan air yang cukup. Kota Cimahi yang saat ini hanya memiliki tiga kecamatan, dengan slogan Saluyu Ngawangun Jati Mandiri. Artinya, Kota Cimahi harus Berjalan harmonis serasi dengan selaras, bahu membahu dalam membangun citra diri yang mandiri dalam kemajuan.

RelatedPosts

Dadan Hindayana, Ahli Serangga yang Sempat Jabat Kepala BGN

Anggaran Pelatnas Asian Games 2026 Anjlok Besar

Senator Agita Dorong Penguatan Peran BPSK dalam Revisi UU Perlindungan Konsumen

Dalam sejarahnya, Cimahi pernah menjadi tempat pertempuran besar untuk melawan Belanda. Keberadaan markas dan dan pusat pendidikan (pusdik) militer di Cimahi menjadi saksi bisu perjalanan pada masa penjajahan Belanda. Kota kecil yang berada di sebelah barat Kota Bandung ini erat dengan sejarah sejak masa kolonialisme.

Daendels

Berdirinya Kota Cimahi tak terlepas dari zaman pemerintahan yang kala itu dipegang oleh Jenderal Herman William Daendels (1808-1811). Daendels menyadari bahwa pertahanan militer di Jawa menjadi permasalahan sendiri bagi penguasa Belanda waktu itu.

Jendral Herman William Daendels kemudian membuat jalan Anyer-Panarukan di masa pemerintahannya tahun 1811. Cimahi menjadi dikenal atas dibangunnya jalan oleh Gurbernur Daendels saat itu. 1874-1893 dilaksanakan kembali jalan kereta api Bandung-Cianjur sekaligus pembuatan Stasiun Cimahi yang digunakan untuk keperluan logistik, dan 1986 dimulainya pembangunan pusat militer beserta fasilitas lainnya.

Rupanya, rencana Cimahi yang dijadikan ‘Pusat Militer’ Belanda, sudah direncanakan dari jauh sebelumnya. Hal itu karena banyak yang sudah dibangun sarana-sarana militer yang berdiri kokoh.

Bahkan tempat yang sekarang menjadi Maporles Cimahi, dulunya sebagai tempat pabrik senjata. Di tempat itu, terjadi pertempuran yang melibatkan Kompi Abdul Hamid, Banteng Rakyat, serta laskar yang lainnya.

Pertempuran

Pejuang Indonesia terus berusaha yang kala itu sedang memperjuangkan haknya untuk wilayah Cimahi di sekitar tahun 1945-1946, saat itu pejuang Indonesia harus melindungi diri dari pertempuran, mengungsi ke daerah selatan karena pusat wilayah Cimahi berhasil dikuasai Belanda di tahun 1947-1949.

Pertempuran besar yang pernah mengukir sejarah militer di Cimahi diantaranya pertempuran Tagog, Babakan Santri (Gunung Bohong), Alun-alun, Cimindi, dan pertemuran Baros.

Dari pertempuran besar, banyak peninggalan Belanda yang mengukir sejarah militer di Cimahi, antara lain ada Gedung The Historich di Jalan Gatot Subroto, Stasiun Cimahi sebagai sarana pengangkutan logistic militer dari Batavia ke Cimahi, dan Rumah Sakit Dustira yang menjadi rumah sakit rujukan bagi tawanan tentara Belanda dan perawatan tentara Jepang pada masa kependudukan Jepang  di tahun 1942-1945 yang akhirnya bangunan itu dikuasai kembali oleh NICA Belanda dan berhasil kembali diperjuangkan oleh rakyat Indonesia.

Pada saat Indonesia masih berada ditangan otoriter Belanda, dengan dijadikannya Cimahi sebagai pangkalan militer tersebut, menjadikan penempatan tentara yang berskala besar baik Tentara Belanda maupun Tentara Hindia Belanda yang perwiranya berasal dari Flores, Timor, Ambon, Manado, dan Jawa. Namun, perwiranya tetap dari Belanda dan Eropa.

Seiring dengan perkembangan dan kemajuan wilayah, Kota Cimahi pada masa sejarah pernah menjadi Kota Administratif yang berada di wilayah Kabupaten Bandung. Hal itu berdasarkan UU Nomor 5 Tahun 1974 tentang Pemerintahan dan Otonomi Derah serta PP No 29 Tahun 1975 tentang Pembentukan Kota Administratif.

Tak lama Cimahi menjadi Kota administrasi yang pertama di Jawa Barat, pembentukan Kota Cimahi sebagai Kota Administrarif disudahi pada 21 Juni 2001. Cimahi dialihkan menjadi Kota otonom dengan pemerintahan sendiri.

Dari beralihnya menjadi kota otonom, Cimahi berkembang begitu pesat termasuk dalam peningkatan penduduk. Jumlah penduduk mengalami peningkatan dari 290.2022 jiwa pada 1990, mencapai 561.386 di tahun 2014. Serta tercatat di tahun 2019 ada 614.304 penduduk dan terus meningkat dengan rata-rata pertumbuhan 2,12 persen pertahun.

Tags: belandacimahiherman william daendelskota tentarapusat militer

Related Posts

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana.(Foto:Istimewa).

Dadan Hindayana, Ahli Serangga yang Sempat Jabat Kepala BGN

Editor
3 Juni 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Dadan Hindayana, lahir 10 Juli 1967 di Garut Jawa Barat, adalah birokrat Indonesia dan pakar entomologi ahli...

Menpora RI Erick Thohir menegaskan komitmennya untuk memaksimalkan persiapan tim Indonesia menghadapi ajang Asian Games 2026. (foto:Gilang/kemenpora.go.id)

Anggaran Pelatnas Asian Games 2026 Anjlok Besar

Editor
3 Juni 2026

Anggaran pelatnas Asian Games 2026 menurun signifikan dibanding tahun 2022, dari Rp 389.819.933.817 kini menjadi Rp 81.040.244.006. SATUJABAR, JAKARTA -...

Anggota Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) Daerah Pemilihan Jawa Barat (Jabar) Agita Nurfianti.(Foto: Istimewa)

Senator Agita Dorong Penguatan Peran BPSK dalam Revisi UU Perlindungan Konsumen

Editor
2 Juni 2026

SATUJABAR, JAKARTA – Anggota Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) Daerah Pemilihan Jawa Barat (Jabar) Agita Nurfianti...

Kunjungan Wisman ke Jabar April 2026.(Image: BPS Jabar)

Kunjungan Wisman April 2026 ke Jabar Turun 20,80 Persen

Editor
2 Juni 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Kunjungan wisman April 2026 ke Jawa Barat melalui Bandara Kertajati pada April 2026 tercatat sebanyak 217 kunjungan,...

Kunjungan wisman ke Indonesia April 2026.(Image: BPS)

Kunjungan Wisman April 2026 ke Indonesia Naik 14,75 Persen

Editor
2 Juni 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Kunjungan wisman April 2026 ke Indonesia mencapai 1,25 juta kunjungan. Jumlah ini naik sebesar 14,75 persen dibandingkan...

Polytron Indonesia Open 2026

Polytron Indonesia Open 2026: Jonatan Christie Lanjut 16 Besar

Editor
2 Juni 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Polytron Indonesia Open 2026 digelar 2-7 Juni 2026 di Istora Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta. Turnamen...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.