• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Senin, 26 Oktober 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Cimahi ‘Kota Tentara’, Bekas Peninggalan Belanda

Editor
Kamis, 15 Desember 2022 - 03:34
Cimahi ‘Kota Tentara’, Bekas Peninggalan Belanda

SATUJABAR, BANDUNG – Jika menyebut nama Cimahi, tentu sebuah nama kota itu tidak asing lagi di kawasan Jawa Barat. Kota yang memiliki perjalanan sejarah identik dengan nuansa militer, menjadikan kota ini dijuluki sebagai ‘Kota Tentara’ atau ‘Kota Militer’.

Dalam bahasa sunda, Cimahi terdiri dari dua suku kata. Ci berarti air dan Mahi artinya cukup. Menjadi makna kota dengan air yang cukup. Kota Cimahi yang saat ini hanya memiliki tiga kecamatan, dengan slogan Saluyu Ngawangun Jati Mandiri. Artinya, Kota Cimahi harus Berjalan harmonis serasi dengan selaras, bahu membahu dalam membangun citra diri yang mandiri dalam kemajuan.

RelatedPosts

Di Padepokan Giri Harja, Menbud Bilang Perlunya Pelestarian Ekosistem Wayang Golek dan Pengrajin Tradisional

Ruang Apresiasi Seniman Sunda Kota Bandung di Badaya

Polytron Kudus Indonesia Masters 2026: Richi Juara Tunggal Putra, Mantap!

Dalam sejarahnya, Cimahi pernah menjadi tempat pertempuran besar untuk melawan Belanda. Keberadaan markas dan dan pusat pendidikan (pusdik) militer di Cimahi menjadi saksi bisu perjalanan pada masa penjajahan Belanda. Kota kecil yang berada di sebelah barat Kota Bandung ini erat dengan sejarah sejak masa kolonialisme.

Daendels

Berdirinya Kota Cimahi tak terlepas dari zaman pemerintahan yang kala itu dipegang oleh Jenderal Herman William Daendels (1808-1811). Daendels menyadari bahwa pertahanan militer di Jawa menjadi permasalahan sendiri bagi penguasa Belanda waktu itu.

Jendral Herman William Daendels kemudian membuat jalan Anyer-Panarukan di masa pemerintahannya tahun 1811. Cimahi menjadi dikenal atas dibangunnya jalan oleh Gurbernur Daendels saat itu. 1874-1893 dilaksanakan kembali jalan kereta api Bandung-Cianjur sekaligus pembuatan Stasiun Cimahi yang digunakan untuk keperluan logistik, dan 1986 dimulainya pembangunan pusat militer beserta fasilitas lainnya.

Rupanya, rencana Cimahi yang dijadikan ‘Pusat Militer’ Belanda, sudah direncanakan dari jauh sebelumnya. Hal itu karena banyak yang sudah dibangun sarana-sarana militer yang berdiri kokoh.

Bahkan tempat yang sekarang menjadi Maporles Cimahi, dulunya sebagai tempat pabrik senjata. Di tempat itu, terjadi pertempuran yang melibatkan Kompi Abdul Hamid, Banteng Rakyat, serta laskar yang lainnya.

Pertempuran

Pejuang Indonesia terus berusaha yang kala itu sedang memperjuangkan haknya untuk wilayah Cimahi di sekitar tahun 1945-1946, saat itu pejuang Indonesia harus melindungi diri dari pertempuran, mengungsi ke daerah selatan karena pusat wilayah Cimahi berhasil dikuasai Belanda di tahun 1947-1949.

Pertempuran besar yang pernah mengukir sejarah militer di Cimahi diantaranya pertempuran Tagog, Babakan Santri (Gunung Bohong), Alun-alun, Cimindi, dan pertemuran Baros.

Dari pertempuran besar, banyak peninggalan Belanda yang mengukir sejarah militer di Cimahi, antara lain ada Gedung The Historich di Jalan Gatot Subroto, Stasiun Cimahi sebagai sarana pengangkutan logistic militer dari Batavia ke Cimahi, dan Rumah Sakit Dustira yang menjadi rumah sakit rujukan bagi tawanan tentara Belanda dan perawatan tentara Jepang pada masa kependudukan Jepang  di tahun 1942-1945 yang akhirnya bangunan itu dikuasai kembali oleh NICA Belanda dan berhasil kembali diperjuangkan oleh rakyat Indonesia.

Pada saat Indonesia masih berada ditangan otoriter Belanda, dengan dijadikannya Cimahi sebagai pangkalan militer tersebut, menjadikan penempatan tentara yang berskala besar baik Tentara Belanda maupun Tentara Hindia Belanda yang perwiranya berasal dari Flores, Timor, Ambon, Manado, dan Jawa. Namun, perwiranya tetap dari Belanda dan Eropa.

Seiring dengan perkembangan dan kemajuan wilayah, Kota Cimahi pada masa sejarah pernah menjadi Kota Administratif yang berada di wilayah Kabupaten Bandung. Hal itu berdasarkan UU Nomor 5 Tahun 1974 tentang Pemerintahan dan Otonomi Derah serta PP No 29 Tahun 1975 tentang Pembentukan Kota Administratif.

Tak lama Cimahi menjadi Kota administrasi yang pertama di Jawa Barat, pembentukan Kota Cimahi sebagai Kota Administrarif disudahi pada 21 Juni 2001. Cimahi dialihkan menjadi Kota otonom dengan pemerintahan sendiri.

Dari beralihnya menjadi kota otonom, Cimahi berkembang begitu pesat termasuk dalam peningkatan penduduk. Jumlah penduduk mengalami peningkatan dari 290.2022 jiwa pada 1990, mencapai 561.386 di tahun 2014. Serta tercatat di tahun 2019 ada 614.304 penduduk dan terus meningkat dengan rata-rata pertumbuhan 2,12 persen pertahun.

Tags: belandacimahiherman william daendelskota tentarapusat militer

Related Posts

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, mengunjungi Padepokan Seni Giri Harja, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Padepokan Seni Giri Harja merupakan pusat pertunjukan seni wayang golek yang didirikan oleh alm. Abah Asep Sunandar Sunarya.(Foto: Dok. Kemenbud)

Di Padepokan Giri Harja, Menbud Bilang Perlunya Pelestarian Ekosistem Wayang Golek dan Pengrajin Tradisional

Editor
26 Oktober 2026

BANDUNG - Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menegaskan pentingnya menjaga regenerasi dalang dan pembuat wayang sebagai upaya menjaga wayang golek...

Pemerintah Kota Bandung menggelar Bandung Utama Ngabudaya (Badaya) di Lapang Parkir Sarana Olahraga, Gg. Lapang Tennis 81, Babakan Ciparay, Minggu 25 Oktober 2026.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Ruang Apresiasi Seniman Sunda Kota Bandung di Badaya

Editor
26 Oktober 2026

BANDUNG - Pemerintah Kota Bandung menggelar Bandung Utama Ngabudaya (Badaya) di Lapang Parkir Sarana Olahraga, Gg. Lapang Tennis 81, Babakan...

Polytron Kudus Indonesia Masters 2026

Polytron Kudus Indonesia Masters 2026: Richi Juara Tunggal Putra, Mantap!

Editor
25 Oktober 2026

KUDUS - Polytron Kudus Indonesia Masters 2026 memasuki babak final pada Minggu 25 Oktober 2026 di GOR Djarum Arena, Jl....

Polytron Kudus Indonesia Masters 2026

Polytron Kudus Indonesia Masters 2026: Hira / Jani Juara Ganda Putri

Editor
25 Oktober 2026

KUDUS - Polytron Kudus Indonesia Masters 2026 memasuki babak final pada Minggu 25 Oktober 2026 di GOR Djarum Arena, Jl....

French Open atau Prancis Terbuka Badminton

Final French Open 2026: Ubed VS Christo, An Se Young VS Sindu

Editor
25 Oktober 2026

PARIS - French Open 2026 atau YONEX French Open 2026, berlangsung 20 hingga 25 Oktober 2026. Turnamen berlangsung di Arena...

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, saat melakukan ziarah budaya ke Situs Makam Raden Adipati Wiranata Koesoemah II.(Foto: Dok. Kementerian Kebudayaan)

Ketika Menbud Fadli Zon Kunjungi Makam Pendiri Kota Bandung

Editor
25 Oktober 2026

BANDUNG - Makam-makam bersejarah merupakan bagian dari memori kolektif bangsa yang berharga. Hal tersebut disampaikan Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon,...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.