• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Kamis, 24 September 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Dampak Luas Bencana Alam di Sukabumi Cianjur, Telan Korban Jiwa hingga Memutus Infrastruktur Jalan

Editor
Minggu, 08 Desember 2024 - 09:33
Dampak Luas Bencana Alam di Sukabumi Cianjur, Telan Korban Jiwa hingga Memutus Infrastruktur Jalan

Kerusakan jembatan yang memutus akses jalan di Kabupaten Sukabumi akibat banjir dan pergerakan tanah.(Foto:BPBD Jabar).

SATUJABAR, SUKABUMI– Dahsyatnya dampak bencana alam yang melanda Kabupaten Sukabumi dan Cianjur, Jawa Barat, diungkap Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Bencana alam dari mulai banjir bandang, tanah longsor, pergeseran tanah, hingga angin kencang, telah mengakibatkan korban jiwa, kerusakan rumah, fasilitas umum, memutus infrastruktur jalan, dan jaringan listrik.

Data terbaru, bencana alam di wilayah Kabupaten Sukabumi, melanda 39 kecamatan, 142 desa, dan satu kelurahan. Sebanyak 2.153 KK (kepala keluarga) dengan jumlah 4.892 jiwa terdampak, serta 890 KK jumlah 2859 jiwa, terpaksa harus mengungsi.

RelatedPosts

Industri Digital Melesat, Bahlil Undang Buka Peluang Investasi Energi

Hari Jadi Kota Bandung: Peserta Nikah Gratis dapat Kado Bulan Madu

Hari Jadi Kota Bandung 2026: Naik Bandros dan TMB Cuma Rp216

Korban jiwa tertimbun tanah longsor sebanyak delapan orang, jasad tiga orang diantaranya ditemukan, pada Sabtu (07/12/20224). Sementara empat orang lainnya masih dinyatakan hilang, dan sedang dalam upaya pencarian Tim SAR gabungan, melibatkan petugas BNPB, BPBD, Basarnas, TNI, Polri, para relawan dan masyarakat.

Korban meninggal dunia ditemukan di wilayah Kecamatan Simpenan dan Ciomas. Sedangkan empat orang yang belum ditemukan, tersebar di wilayah Kecamatan Simpenan, Gegerbitung, Tegalbuleud, dan Kecamatan Pabuaran.

Rumah warga mengalami kerusakan berat, sedang, dan ringan, jumlahnya mencapai 1.254 rumah. Kondisi diperparah kerusakan fasilitas umum, infrastruktur jalan dan jembatan terputus, sehingga menghambat proses distribusi logistik dan bantuan buat warga terdampak.

Akses jembatan dan jalan utama terputus di Kecamatan Nyalindung dan Pabuaran. Alat berat dan kendaraan besar, truk logistik dan bantuan tidak bisa melintas, sehingga jalan kecil menjadi alternatif sebagai akses untuk bisa mendistribusikan logistik dan bantuan.

Di Kabupaten Cianjur, bencana melanda 15 kecamatan, diantaranya di Kecamatan Kadupandak, Takokak, Agrabinta, dan Kecamatan Campaka. Data sementara mencatat, sedikitnya 185 rumah rusak, 381 rumah terendam banjir, serta 75 rumah terdampak.

Korban dilaporkan dua orang meninggal dunia dan satu luka-luka dibawa ke rumah sakit. Sebanyak 1.375 jiwa terdampak, dan 31 akses jalan mengalami kerusakan.

Plt Kepala BPBD Jawa Barat, Anne Heramdianne, mengatakan, fokus dan prioritas selain berusaha maksimal menemukan korban hilang, memperbaiki dan membuka akses jalan menuju wilayah terdampak, agar proses distribusi logistik dan bantuan berjalan lancar sampai kepada warga.

“Selain fokus pencarian korban hilang dan penanganan para pengungsi, juga bagaimana bisa memperbaiki dan membuka akses jalan. Misalnya akses jalan ke wilayah Kecamatan Simpenan yang terputus, untuk bisa menyalurkan logistik dan bantuan makanan kepada warga terdampak,” ujar Anne.

“Segala upaya kita tempuh, dari menempuh jalan kecil hingga menggunakan sarana perahu. Semua yang terlibat saling berkoordiansi dan bekerja sama, BNPB, BPBD, TNI, Polri, para relawan dan masyarakat,” ungkap Anne.

Bencana juga mengakibatkan akses komunikasi dan jarijgan listrik terganggu. Bencana di Kabupaten Sukabumi dan Cianjur, terparah dalam sepuluh tahun terakhir, akibat banyak alih fungsi lahan, sehingga saat cuaca ekstrem terjadi banjir bandang, tanah longsor, dan pergeseran tanah.

BPBD mengimbau masyarakat, terutama bermukim di daerah Selatan Jawa Barat, meningkatkan kewaspadaan dan siaga menghadapi cuaca ekstrem saat ini, yang diperkirakan berlangsung hingga Februari 2025 mendatang.(chd).

Tags: bencana alamdampakkorbansukabumi

Related Posts

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di acara Electricity Connect 2026.(Foto: Humas Kementerian ESDM)

Industri Digital Melesat, Bahlil Undang Buka Peluang Investasi Energi

Editor
24 September 2026

TANGERANG- Kebutuhan energi untuk mendukung perkembangan industri digital terus meningkat. Melihat peluang tersebut, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)...

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menjadi saksi nikah pasangan yang mengikuti program nikah massal yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dalam rangka Hari Jadi ke216 Kota Bandung (HJKB 216).(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Hari Jadi Kota Bandung: Peserta Nikah Gratis dapat Kado Bulan Madu

Editor
24 September 2026

BANDUNG – Hari Jadi Kota Bandung ke 216 pada 2026 ini diwarnai dengan kegiatan 15 pasangan di Kota Bandung yang...

Bandros Persib

Hari Jadi Kota Bandung 2026: Naik Bandros dan TMB Cuma Rp216

Editor
24 September 2026

BANDUNG - Hari Jadi Kota Bandung 2026 diisi dengan program special dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung yang menghadirkan tarif spesial...

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-216 digelar lebih sederhana.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Hari Jadi Kota Bandung 2026 Tidak ada Pawai Mobil Hias

Editor
24 September 2026

BANDUNG – Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-216 pada tahun 2026 ini dirayakan lebih sederhana. Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyiapkan...

Surakman(60), kru kapal, atau ABK KM Arupadatu 1, yang hilang saat membawa lima jurnalis di Selat Sunda.(Foto:Istimewa).

Jasad Kru Kapal Bawa 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Ditemukan di Bengkulu

Editor
23 September 2026

SATUJABAR, BANTEN--Jasad Surakman, kru kapal, atau anak buah kapal (ABK) Kapal Motor (KM) Arupadatu, yang hilang saat membawa lima jurnalis...

Direktur Utama bank bjb Ayi Subarna (kiri) dan Wakil Rektor bidang Penelitian, Pengabdian, dan Kemitraan UPI Prof. Dr. Agus Setiabudi.(Foto: Website bank bjb)

Kolaborasi bank bjb dan UPI Perluas Manfaat bagi Civitas Akademika dan Masyarakat

Editor
23 September 2026

BANDUNG – bank bjb dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) memperkuat sinergi melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang Tridharma Perguruan Tinggi,...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.