• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Minggu, 8 November 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Dampak Luas Bencana Alam di Sukabumi Cianjur, Telan Korban Jiwa hingga Memutus Infrastruktur Jalan

Editor
Minggu, 08 Desember 2024 - 09:33
Dampak Luas Bencana Alam di Sukabumi Cianjur, Telan Korban Jiwa hingga Memutus Infrastruktur Jalan

Kerusakan jembatan yang memutus akses jalan di Kabupaten Sukabumi akibat banjir dan pergerakan tanah.(Foto:BPBD Jabar).

SATUJABAR, SUKABUMI– Dahsyatnya dampak bencana alam yang melanda Kabupaten Sukabumi dan Cianjur, Jawa Barat, diungkap Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Bencana alam dari mulai banjir bandang, tanah longsor, pergeseran tanah, hingga angin kencang, telah mengakibatkan korban jiwa, kerusakan rumah, fasilitas umum, memutus infrastruktur jalan, dan jaringan listrik.

Data terbaru, bencana alam di wilayah Kabupaten Sukabumi, melanda 39 kecamatan, 142 desa, dan satu kelurahan. Sebanyak 2.153 KK (kepala keluarga) dengan jumlah 4.892 jiwa terdampak, serta 890 KK jumlah 2859 jiwa, terpaksa harus mengungsi.

RelatedPosts

Helikopter Super Puma Pemadaman Karhutla Jatuh di Barito, Satu Kru Masih Hilang

Minibus Bawa Bobotoh Persib Kecelakaan di Tol Tegal Menuju Semarang, 1 Tewas 3 Luka

Polres Cianjur Tangkap 6 Pelaku Begal Bersenjata Api Beraksi di 120 Lokasi

Korban jiwa tertimbun tanah longsor sebanyak delapan orang, jasad tiga orang diantaranya ditemukan, pada Sabtu (07/12/20224). Sementara empat orang lainnya masih dinyatakan hilang, dan sedang dalam upaya pencarian Tim SAR gabungan, melibatkan petugas BNPB, BPBD, Basarnas, TNI, Polri, para relawan dan masyarakat.

Korban meninggal dunia ditemukan di wilayah Kecamatan Simpenan dan Ciomas. Sedangkan empat orang yang belum ditemukan, tersebar di wilayah Kecamatan Simpenan, Gegerbitung, Tegalbuleud, dan Kecamatan Pabuaran.

Rumah warga mengalami kerusakan berat, sedang, dan ringan, jumlahnya mencapai 1.254 rumah. Kondisi diperparah kerusakan fasilitas umum, infrastruktur jalan dan jembatan terputus, sehingga menghambat proses distribusi logistik dan bantuan buat warga terdampak.

Akses jembatan dan jalan utama terputus di Kecamatan Nyalindung dan Pabuaran. Alat berat dan kendaraan besar, truk logistik dan bantuan tidak bisa melintas, sehingga jalan kecil menjadi alternatif sebagai akses untuk bisa mendistribusikan logistik dan bantuan.

Di Kabupaten Cianjur, bencana melanda 15 kecamatan, diantaranya di Kecamatan Kadupandak, Takokak, Agrabinta, dan Kecamatan Campaka. Data sementara mencatat, sedikitnya 185 rumah rusak, 381 rumah terendam banjir, serta 75 rumah terdampak.

Korban dilaporkan dua orang meninggal dunia dan satu luka-luka dibawa ke rumah sakit. Sebanyak 1.375 jiwa terdampak, dan 31 akses jalan mengalami kerusakan.

Plt Kepala BPBD Jawa Barat, Anne Heramdianne, mengatakan, fokus dan prioritas selain berusaha maksimal menemukan korban hilang, memperbaiki dan membuka akses jalan menuju wilayah terdampak, agar proses distribusi logistik dan bantuan berjalan lancar sampai kepada warga.

“Selain fokus pencarian korban hilang dan penanganan para pengungsi, juga bagaimana bisa memperbaiki dan membuka akses jalan. Misalnya akses jalan ke wilayah Kecamatan Simpenan yang terputus, untuk bisa menyalurkan logistik dan bantuan makanan kepada warga terdampak,” ujar Anne.

“Segala upaya kita tempuh, dari menempuh jalan kecil hingga menggunakan sarana perahu. Semua yang terlibat saling berkoordiansi dan bekerja sama, BNPB, BPBD, TNI, Polri, para relawan dan masyarakat,” ungkap Anne.

Bencana juga mengakibatkan akses komunikasi dan jarijgan listrik terganggu. Bencana di Kabupaten Sukabumi dan Cianjur, terparah dalam sepuluh tahun terakhir, akibat banyak alih fungsi lahan, sehingga saat cuaca ekstrem terjadi banjir bandang, tanah longsor, dan pergeseran tanah.

BPBD mengimbau masyarakat, terutama bermukim di daerah Selatan Jawa Barat, meningkatkan kewaspadaan dan siaga menghadapi cuaca ekstrem saat ini, yang diperkirakan berlangsung hingga Februari 2025 mendatang.(chd).

Tags: bencana alamdampakkorbansukabumi

Related Posts

Foto : Helikopter jenis Eurocopter EC225LP Super Puma dengan nomor registrasi VH-HGM dilaporkan jatuh di perairan Sungai Barito pada Minggu (8/11). (Istimewa Via BNPB)

Helikopter Super Puma Pemadaman Karhutla Jatuh di Barito, Satu Kru Masih Hilang

Editor
8 November 2026

JAKARTA — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperbarui informasi terkait jatuhnya helikopter angkut jenis Super Puma H-225 dengan registrasi VH-HGM...

Mininus membawa rombongan bobotoh Persib Bandung mengalami kecelakaan di Tol Pejagan-Pemalang (PPTR) Kilometer 282-800 A, Desa Lebeteng, Kecamatan Tarub, Kabupaten Tegal.(Foto:Istimewa).

Minibus Bawa Bobotoh Persib Kecelakaan di Tol Tegal Menuju Semarang, 1 Tewas 3 Luka

Editor
8 November 2026

SATUJABAR, TEGAL--Seorang suporter, atau bobotoh Persib Bandung, tewas dalam kecelakaan maut di Tol Pejagang-Pemalamg (PPTR) Kilometer 282-800 A, Kabupaten Tegal,...

Ilustrasi senjata.(Foto:Istimewa).

Polres Cianjur Tangkap 6 Pelaku Begal Bersenjata Api Beraksi di 120 Lokasi

Editor
8 November 2026

SATUJABAR, CIANJUR--Polres Cianjur, Jawa Barat, menangkap enam orang tergabung dalam komplotan begal bersenjata api. Keenam pelaku diketahui telah melakukan aksi...

Ilustrasi Dapur MBG.(Foto:Istimewa).

Dinkes Kota Cirebon Temukan Bakteri pada Sampel Menu MBG Penyebab Keracunan Hasil Uji Laboratorium

Editor
8 November 2026

SATUJABAR, CIREBON--Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon, Jawa Barat, menemukan sejumlah bakteri pada sampel makanan menu Makan Bergizi Gratis MBG, dari...

Kapolres Garut, AKBP Niko Nurullah Adi Putra.(Foto:Istimewa).

Balita di Garut Diculik, Pelaku Terekam CCTV Bawa Masuk ke Mobil

Editor
8 November 2026

SATUJABAR, GARUT--Seorang balita berusia 2,5 tahun menjadi korban aksi penculikan saat berada di halaman rumahnya di Kabupaten Garut, Jawa Barat....

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf) Irene Umar, mengajak generasi muda untuk mengambil peran lebih besar dalam menentukan arah masa depan ekonomi kreatif Indonesia. Gedung Pusat Perfilman Usmar Ismail, Jakarta. Sabtu (07/11/2026).(Foto: Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.)

Wamen Ekraf Ajak Generasi Muda Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif di YES 2026

Editor
8 November 2026

JAKARTA - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, mengajak generasi muda untuk mengambil peran lebih...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.