• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Selasa, 20 Oktober 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

BRIN Kembangkan Varietas Kentang Granola Tahan Penyakit, Dukung Keberlanjutan dan Keuntungan Petani

Editor
Jumat, 22 November 2024 - 08:00
Bibit kentang

Bibit kentang.(FOTO: BRIN/Kementan)

BANDUNG – Kepala Organisasi Riset Pertanian dan Pangan (ORPP) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Puji Lestari, mengungkapkan bahwa pengembangan varietas kentang granola dengan stacked genes yang tahan terhadap penyakit hawar daun akan memberikan berbagai manfaat, antara lain mengurangi penggunaan fungisida, mendukung keuntungan petani, serta lebih ramah lingkungan. Hal ini tentunya menjadi kabar gembira yang dapat meningkatkan produktivitas kentang di Indonesia.

“Varietas kentang generasi baru ini akan segera diluncurkan pada tahun 2026 setelah beberapa uji coba terkait keamanan varietas selesai dilakukan. Pengembangan ini dilakukan BRIN dengan pendanaan dari USAID melalui skema Feed the Future-Global Biotech Potato Partnership (GBPP),” ujar Puji Lestari saat acara Implementation Launch Global GBPP di Cibinong, Jawa Barat, pada Rabu (20/11).

RelatedPosts

3 Pelaku Perusakan Bus Tim EPA Persib U-18 Ditetapkan Tersangka

Bandar ‘Sinte’ di Bandung Barat Ditangkap, Polisi Temukan Senjata Api

Pembunuh Wanita Ojol Ditemukan Membusuk di Kebun Jati di Sukabumi Ditangkap

Puji menambahkan, GBPP adalah kemitraan internasional yang bertujuan meningkatkan produksi kentang menggunakan solusi bioteknologi yang menekankan keberlanjutan, ketahanan terhadap penyakit, serta ketahanan pangan.

Sementara itu, Ketua Koordinator Penelitian GBPP Kusmana menjelaskan berbagai keunggulan dari varietas stacked gene granola potato. Varietas ini diketahui lebih efisien karena hanya membutuhkan 20% hingga 50% pestisida dibandingkan dengan varietas kentang konvensional, yang menjadikannya lebih ramah lingkungan. Selain itu, varietas ini juga hemat tenaga kerja dan waktu, serta memiliki potensi adaptasi yang tinggi.

“Umumnya, petani mengalokasikan 30% dari biaya produksi untuk pestisida. Dengan varietas ini, biaya pestisida bisa ditekan, namun produktivitasnya tetap setara dengan kentang non-transgenik. Karakteristik kentang ini juga mirip dengan granola lama yang dapat menghasilkan hingga 30 ton per hektar, lebih tinggi dibandingkan kentang lokal yang hanya menghasilkan sekitar 15 ton per hektar. Selain itu, adopsi varietas ini juga sangat tinggi, banyak petani yang berminat untuk menanamnya,” ungkap Kusmana dilansir situs BRIN.

Kusmana menambahkan bahwa meski sudah banyak petani yang tertarik, varietas kentang ini masih harus menjalani beberapa tahapan karena termasuk dalam kategori kentang transgenik.

Dalam kesempatan yang sama, Mission Director USAID untuk Indonesia, Jeff Cohen, menjelaskan bahwa GPBB adalah hasil kolaborasi internasional antara USAID dan Pemerintah Indonesia melalui ORPP-BRIN, serta dengan Michigan State University (MSU) dan Idaho University (IU). Kerja sama ini bertujuan meningkatkan produktivitas kentang tahan penyakit.

“Kentang yang dihasilkan akan lebih tahan terhadap hama dan ramah lingkungan, memberikan keuntungan bagi petani serta menghasilkan benih unggul yang bernutrisi. Program USAID ini mendukung visi Presiden Prabowo untuk memperkuat ketahanan pangan Indonesia,” ujar Jeff Cohen.

Kepala Pusat Riset Hortikultura BRIN, Dwinita Wikan Utami, menambahkan bahwa ORPP-BRIN juga berupaya menyebarkan informasi terkait inovasi ini kepada petani, penangkar benih, serta berbagai pihak terkait seperti TTKH, KKH, tim pelepas varietas, dan tim karantina.

“Melalui kemitraan dan inovasi ini, kami berkomitmen untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan di sektor pertanian,” ujar Dwinita.

Sementara itu, Director of GBPP, Dave Douches, menyatakan kebanggaannya atas kemitraan yang terjalin antara MSU dan Indonesia selama beberapa tahun. Ia mengungkapkan rasa terhormatnya bisa bekerja sama dengan peneliti BRIN untuk menghasilkan varietas kentang bioteknologi yang tahan penyakit, ramah lingkungan, dan dapat menjamin keberlanjutan budidaya kentang di Indonesia.

“Teknologi ini memungkinkan produksi kentang dengan minim penggunaan pestisida, yang tentunya sangat mendukung keberlanjutan sektor pertanian,” tutup Dave.

Tags: bibit kentangBRINKentangKentang Granola

Related Posts

BPA (33), supporter Persija Jakarta salah satu pelaku perusakan bus rombongan pemain Tim Elite Pro Akademi (EPA) Persib Bandung di Rest Area Kilometer 360 Tol Batang, Jawa Tengah.(Foto:Istimewa).

3 Pelaku Perusakan Bus Tim EPA Persib U-18 Ditetapkan Tersangka

Editor
19 Oktober 2026

SATUJABAR, BATANG--Polisi menetapkan tiga orang pelaku penyerangan dan perusakan bus pemain Tim Elite Pro Akademi (EPA) Persib Bandung Usia 18...

Aksi ‘Bang Jago’ di Tasikmalaya, Adik Datangi dan Lepaskan Tembakan di Rumah Kakak

Bandar ‘Sinte’ di Bandung Barat Ditangkap, Polisi Temukan Senjata Api

Editor
19 Oktober 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Seorang bandar tembakau sintetis, atau sinte, di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, ditangkap polisi. Selain barang bukti tembakau sintetis,...

Ilustrasi pelaku kejahatan.(Foto:Istimewa).

Pembunuh Wanita Ojol Ditemukan Membusuk di Kebun Jati di Sukabumi Ditangkap

Editor
19 Oktober 2026

SATUJABAR, SUKABUMI--Pelaku pembunuhan wanita berprofesi sebagai pengemudi ojek online (ojol), yang ditemukan sudah membusuk di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, berhasil...

Musyawarah Provinsi (Musprov) IKA Unpad Jawa Barat dan Pelantikan Pengurus Provinsi IKA Unpad Jawa Barat di rooftop Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat, Minggu, 18 Oktober 2026.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

IKA Unpad Diajak Kolab Bangun Kota Bandung

Editor
19 Oktober 2026

BANDUNG - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mendorong Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran (IKA Unpad) untuk berkontribusi dalam pembangunan Kota Bandung...

Foto bersama usai peresmian Ruang Terbuka Hijau (RTH) Pasirwangi di RW 09, Kelurahan Pasirwangi, Kecamatan Ujungberung, Minggu, 18 Oktober 2026.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Ruang Terbuka Hijau Pasirwangi Ujung Berung Diresmikan

Editor
19 Oktober 2026

BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memperkuat upaya pengurangan risiko bencana melalui penghijauan dan peningkatan kesiapsiagaan masyarakat. Salah satunya melalui...

(Image: Bank Indonesia)

Prompt Manufacturing Index (PMI) – BI Triwulan III 2026 Kinerja Industri Pengolahan Meningkat

Editor
19 Oktober 2026

JAKARTA - Kinerja Lapangan Usaha (LU) Industri Pengolahan pada triwulan III 2026 meningkat dan tetap berada pada fase ekspansi (indeks...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.