• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Minggu, 20 September 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Nasib Kota Bogor, Dulu Ibu Kota Pajajaran, Sekarang Hanya Jadi Penyanggah Jakarta

Editor
Kamis, 24 November 2022 - 02:36
Nasib Kota Bogor, Dulu Ibu Kota Pajajaran, Sekarang Hanya Jadi Penyanggah Jakarta

BANDUNG, -Tak ada yang meragukan kota dan kabupaten Bogor. Wilayah yang terkenal karena kemacetan angkutan kotanya ini  merupakan daerah yang masuk di wilayah Provinsi Jawa Barat.

Sempat menjadi Ibu Kota Kerajaan Pajajaran namun sekarang hanya menjadi salah satu kota terpenting penyanggah Ibu Kota Negara, Jakarta.

RelatedPosts

Menbud Fadli Zon Ziarah ke Makam Raden Wijaya Disela-sela Peletakan Batu Pertama Museum Majapahit

Helaran Karnaval Budaya Titik Klimaks Hari Jadi Kuningan ke-528

Bangbayang, Desa di Pinggir Hutan Lindung

Padahal dulu, Bogor digadang-gadang sebagai calon ibu kota Hindia Belanda. Tak hanya itu, daerah yang dikenal sebagai kota hujan ini mempunyai sejarah dan peradaban yang dimulai sejak abad IV Masehi.

Sejarah Bogor erat kaitannya dengan Kerajaan Pajajaran. Beberapa tulisan sejarah menyebutkan jika Bogor menjadi pusat pemerintahan kerajaan terbesar yang menguasasi Jawa Barat pada sekitar abad 13-15 Masehi.

Kota ini juga sebagai tempat berdirinya Kerajaan Tarumanegara. Sejumlah kerajaan lain ikut bermukim di Bogor dengan alasan daerah pegunungan Bogor bisa dijadikan tempat untuk bertahan melawan serangan. Di sisi lain daerahnya yang subur memiliki akses mudah untuk jalur perdagangan.

Kerajaan Sunda mempunyai ibu kota yang bernama Pajajaranan yang lokasinya diyakini berada di Kota Bogor. Hal itu dibuktikan dengan adanya prasasti-prasasti yang ditemukan di Kota Bogor. Salah satu prasasti 1533 mengisahkan kekuasaan Prabu Surawisesa dari Kerajaan Sunda.

Pada masa kolonial Belanda, kota ini dikenal dengan julukan Buitenzorg yang memiliki makna tanpa kecemasan atau aman tentram. Pada ekspedisi Belanda 1687 yang dipimpin Scipio dan Riebeeck berhasil menemukan kembali catatan sejarah Kota Pakuan yang hilang setelah penyerbuan tentara Banten.

Seiring pembangunan Jalan Raya Deendels, pada 1745 Gubernur Jendral Gustaaf Willem Baron Van Imhoff membangun Istana Bogor. Kemudian ia menggabugkan 9 distrik yang meliputi Cisarua, Pondok Gede, Ciawi, Ciomas, Cijeruk, Sindang Barang, Balubur, Dramaga dan Kampung Baru ke dalam satu pemerintahan. Kemudian kawasan itu disebut Kampung Baru Buitenzorg.

Pada masa pendudukan Inggris, Istana Bogor direnofasi dan sebagian kawasannya dijadikan kebun raya. Pada 1903 terbit UU Desentralisasi untuk menghapus sistem pemerintahan tradisional dengan sistem administrasi pemerintahan modern. Kemudian muncullah sistem Staadsgemeente.

Provinsi Jawa Barat dibentuk pada 1925 yang terdiri dari 5 karesidenan, 18 kabupaten dan kotapraja. Dalam hal ini buitenzorg atau Bogor salah satu staads gemeente Provinsi Jawa Barat.

Pada masa panjajahan Jepang, pemerintahan Kota Bogor melemah. Sebab pemerintahan dipusatkan pada tingkat karesidenan yang berkedudukan di Kota Bogor. Selain itu nama-nama lembaga pemerintahan juga diubah.

Setelah Indonesia merdeka, nama Kota Bogor diubah menjadi Kota Besar Bogor. Hal yang mendasari ini yakni UU No.16/1950. Pada 1957 namanya berubah lagi menjadi Kota Praja Bogor.

Hingga akhirnya melalui UU No.18/1965 dan UU No.5/1974 berubah menjadi Kotamadya Daerah Tingkat II Bogor. Pada puncaknya Kotamadya Daerah Tingkat II Kota Bogor diubah menjadi Kota Bogor melalui UU No.22/1999.

Tags: bogoribu kotajakartapajajarantarumanegara

Related Posts

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, melakukan ziarah dan peninjauan ke Petilasan Raden Wijaya di Kawasan Siti Inggil, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. (Foto: Dok. Humas Kemenbud)

Menbud Fadli Zon Ziarah ke Makam Raden Wijaya Disela-sela Peletakan Batu Pertama Museum Majapahit

Editor
15 September 2026

MOJOKERTO - Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, melakukan ziarah dan peninjauan ke Petilasan Raden Wijaya di Kawasan Siti Inggil, Desa...

Helaran Karnaval Budaya Hari Jadi ke-528 Kuningan bertajuk “Tumapak ka Jaman Baheula: Napak Tilas Kuningan” berhasil menyedot antusiasme luar biasa dari ribuan warga yang tumpah ruah ke jalanan, Minggu (13/9/2026).(Foto: Diskominfo Kab. Kuningan)

Helaran Karnaval Budaya Titik Klimaks Hari Jadi Kuningan ke-528

Editor
14 September 2026

KUNINGAN – Helaran Karnaval Budaya Hari Jadi ke-528 Kuningan  bertajuk “Tumapak ka Jaman Baheula: Napak Tilas Kuningan” berhasil menyedot antusiasme...

Salah satu area di kampung buhun, Bangbayang, Desa Bangbayang, Kecamatan Situraja Kabupaten Sumedang.(Foto: Diskominfo Kab. Sumedang)

Bangbayang, Desa di Pinggir Hutan Lindung

Editor
13 September 2026

Jumlah rumah di kampung buhun, Bangbayang, Desa Bangbayang, Kecamatan Situraja tak pernah bertambah. Jumlahnya selalu 70 rumah, tak kurang dan...

– Gelaran budaya dan olahraga tahunan Desa Suganangan, Kecamatan Cipicung, Kabupaten Kuningan kembali bergulir. Mengusung tajuk “Nyimas Lenggangherang Jilid 5: Sport n’ Ethno Carnaval”, kegiatan ini resmi dibuka pada Kamis (10/9/2026), bertempat di Stadion Rana Diraksa.(Foto: Diskominfo Kab. Kuningan)

Gelar Budaya dan Olahraga Desa Suganangan Membangun Kolaborasi

Editor
11 September 2026

KUNINGAN – Gelaran budaya dan olahraga tahunan Desa Suganangan, Kecamatan Cipicung, Kabupaten Kuningan kembali bergulir. Mengusung tajuk “Nyimas Lenggangherang Jilid...

Rapat persiapan Karnaval Budaya di Hari Jadi Kabupaten Kuningan.(Foto: Dok. Diskominfo Kab. Kuningan)

Hari Jadi Kabupaten Kuningan ke-528, Kirab Sejarah di Ujung Perayaan

Editor
8 September 2026

Hari Jadi Kabupaten Kuningan ke-528 akan diwarnai dengan Karnaval Budaya yang persiapannya terus dimatangkan. Mengusung tema “Tumapak Ka Jaman Baheula:...

Ribuan warga Kuningan tumpah ruah menyaksikan helaran tradisi budaya Seba Sapton dan Babarit yang digelar dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-528 Kuningan, Sabtu (5/9/2026).(Foto: Diskominfo Kab. Kuningan)

Meriahnya Tradisi Budaya Seba Sapton dan Babarit di Hari Jadi Kuningan

Editor
6 September 2026

Ribuan warga Kuningan tumpah ruah menyaksikan helaran tradisi budaya Seba Sapton dan Babarit yang digelar dalam rangkaian peringatan Hari Jadi...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.