• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Sabtu, 2 Mei 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Herman Willem Daendels Memaksa Mendirikan Kota Bandung

Editor
Kamis, 24 November 2022 - 11:08

BANDUNG – Melacak awal mula Kota Bandung berawal dari tugu yang sekarang berada di Jalan Asia Afrika, Bandung. Disinilah,  Gubernur Jenderal Belanda Herman Willem Daendels menancapkan tongkatnya di tempat itu dan memerintahkan supaya segera dibangun sebuah kota.

Bandung, mau tidak mau, suka tidak suka, didirikan karena prakarsa Daendels. Ia sebenarnya sudah mendengar wilayah ini dari anak buahnya yang menemukan Bandung secara tidak sengaja. Wilayah ini sejuk dan nyaman untuk menjadi sebuah tempat hunian. Anak buah Daendels ini menyebut wilayah ini sebagai ‘Daerah tak bertuan;.

RelatedPosts

Semangat Warga Usung Kuningan Jadi Kabupaten Angklung

Di Hari Puisi Nasional, Menbud Fadli Zon Ziarahi Makam Chairil Anwar dan Bacakan Puisinya

Menelusuri Jejak Sejarah Pahlawan Margonda di Bogor

Sejak awal, Bandung tidak masuk dalam rancangan pembangunan pemerintah Belanda. Namun, bagi masyarakat pribumi, kota ini telah lama berdiri. Dahulu, sebutan Bandung adalah Tatar Ukur, yang kekuasaannya ada di bawah Kerajaan Banten dan Mataram.

Perhatian Belanda muncul saat penguasa Tatar Ukur, Wangsanata (Dipati Ukur), terlibat dalam peristiwa penggempuran benteng kongsi dagang Vereenigde Oostindische Compagnie alias VOC di Batavia.  Akibatnya, pemerintah Belanda mulai menaruh curiga, wilayah Tatar Ukur menjadi sarang para pemberontak. J

Deandels yang saat itu sedang menjalankan pembangunan jalur transportasi di sepanjang bagian utara Pulau Jawa, melakukan inpeksi ke wilayah Tatar Ukur ini.

Sampailah dia di jembatan Sungai Cikapundung (dekat Gedung Merdeka sekarang). Jembatan tersebut sedang dirampungkan oleh masyarakat pribumi setempat, di bawah pasukan Zeni Militer Belanda.

Daendels menyeberanginya dan berjalan sampai ke suatu lokasi. Tepatnya di dekat jalan raya, seberang Hotel Savoy Homan di Jalan Asia-Afrika saat ini. Daendels kemudian menancapkan tongkat kayunya di sana dan berkata,

“Zorg dat als ik terug kom hier een stad is gebouwd”.

Artinya, coba usahakan bila aku datang kembali, di tempat ini telah dibangun sebuah kota.

Di tempat Daendels menancapkan tongkatnya. Di kemudian hari, sebuah tugu dibangun di lokasi itu untuk menandakan batas awal Kota Bandung. Tugu tersebut dijuluki titik kilometer nol Kota Bandung.

Pembangunan Kota Bandung dimulai. Sebelum dibangun, dari Batavia (saat ini Jakarta), menuju Bandung, harus melewati pedalaman hutan Priangan. Lalu, jalan setapak yang bisa dilewati kuda mulai dibuat untuk menghubungkan Batavia-Bogor-Bandung.

Saat itu, Bandung memang sudah menjadi wilayah penting bagi kegiatan ekonomi Belanda. Terdapat perkebunan kopi di sekitar Gunung Tangkuban Parahu milik Pieter Engelhard yang dibuka sejak 1789. Kopi itu menjadi salah satu pemasukan terpenting pemerintah Belanda. Melonjaknya keinginan bangsa koloni di Batavia menuju Bandung, semakin menggencarkan pembangunan di wilayah ini.

Mulai dibuat akses jalan yang lebih layak, tak hanya di Bandung, namun di seluruh Pulau Jawa. Daendels lalu membuat Grote Postweg (Jalan Raya Pos) atau populer disebut Jalan Daendels.

Keberadaan Jalan Raya Pos yang dibangun Daendels, berhasil mengubah wajah Bandung. Dari sebuah kampung di tengah hutan belantara, menjadi sebuah kota yang terus berkembang. “Hingga Bandung menjadi salah satu kota besar di Indonesia. Sebuah kota yang jika dipandang dari berbagai aspek kehidupan memiliki nilai strategis, terutama secara ekonomi, politik, dan militer,” katanya.

Melalui surat pada 25 Mei 1810, Daendels memerintahkan Bupati Kabupaten Bandung dan Bupati Parakanmuncang agar memindahkan ibu kotanya masing-masing ke Cikapundung dan Andawadak atau Tanjungsari, mendekati Jalan Raya Pos.

Alasan pemindahan itu adalah ibu kota sebelumnya, Krapyak, tidak strategis sebagai pusat pemerintahan. Letaknya di sisi selatan daerah Bandung dan sering dilanda banjir bila musim hujan.

Rupanya, Daendels tidak mengetahui, bahwa jauh sebelum surat itu keluar, Bupati Bandung sudah merencanakan memindahkan ibu kota Bandung. Bahkan, ia juga telah menemukan tempat yang strategis bagi pusat pemerintahan. Tempat yang dipilih adalah lahan kosong berupa hutan, terletak di tepi barat Sungai Cikapundung, tepi selatan Jalan Raya Pos yang sedang dibangun.

Kini, lokasi tersebut menjadi pusat kota Bandung.

Lalu, tugas pendirian Kota Bandung diberikan kepada Wiranatakusumah II.

Melansir CNN Indonesia, tidak diketahui secara pasti, berapa lama Kota Bandung dibangun. Namun, kota itu dibangun bukan semata prakarsa Daendels, melainkan juga prakarsa Wiranatakusumah II. Bahkan, pembangunannya dipimpin langsung olehnya. Dengan kata lain, sebenarnya, Bupati RA Wiranatakusumah II adalah pendiri Kota Bandung.

Kota ini diresmikan sebagai ibu kota baru Kabupaten Bandung dengan surat keputusan tanggal 25 September 1810. Lalu, Bandung secara resmi mendapat status gemeente (kota) dari Gubernur Jenderal JB van Heutsz pada 1 April 1906. Luas wilayahnya saat itu sekitar 900 hektare. Kota Bandung lalu bertambah luas menjadi 8.000 hektare di 1949, sampai terakhir bertambah menjadi luas wilayah saat ini, yaitu 167,3 kilometer persegi atau sekitar 167 Ribu hektare.

Tags: belandacikapundungdaendelsjalan raya poskota bandungwiranatakusumah ii

Related Posts

Pertunjukan angklung.(Foto: Humas Pemkab Kuningan)

Semangat Warga Usung Kuningan Jadi Kabupaten Angklung

Editor
30 April 2026

Pada puncak perayaan Hardiknas 2 Mei 2026 nanti, pertunjukan angklung akan mendominasi rangkaian acara di Kuningan. KUNINGAN – Pemerintah Kabupaten...

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, beserta sejumlah sastrawan berziarah ke makam Chairil Anwar di TPU Karet Bivak, Jakarta, Selasa (28/4/2026).(Foto: Humas Kemenbud)

Di Hari Puisi Nasional, Menbud Fadli Zon Ziarahi Makam Chairil Anwar dan Bacakan Puisinya

Editor
29 April 2026

SATUJABAR, JAKARTA – Hari itu suasana cukup terlihat cukup khidmat saat Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, beserta sejumlah sastrawan berziarah...

Sketsa Pahlawan Nasional Margonda.(AI)

Menelusuri Jejak Sejarah Pahlawan Margonda di Bogor

Editor
27 April 2026

Kisah perjuangan Margonda perlu diangkat agar masyarakat mengetahui keterkaitannya dengan Kota Bogor. SATUJABAR, BOGOR - Nama Margonda selama ini lebih...

Pawai Lebaran di Bojonggede Bogor.(Foto: Humas Pemkab Bogor)

Ngamumule Tradisi Lebaran di Bojonggede Ala Bupati Bogor

Editor
27 April 2026

Salah satu ciri khas tradisi ini adalah adanya pawai budaya yang memadukan unsur budaya Betawi dan Sunda. SATUJABAR, BOJONGGEDE -...

Kirab Mahkota Binokasih.(Foto: Humas Pemkab Bogor)

Milangkala Tatar Sunda, Kirab Mahkota Binokasih Digelar 8-9 Mei 2026

Editor
27 April 2026

Kirab akan berlangung dari Sumedang dilanjutkan Ciamis, Bogor, dan Bandung. SATUJABAR, SUMEDANG – Kirab mahkota Binokasih akan menjadi salah satu...

Penampilan yang kental dengan nuansa Budaya Kasumedangan hadir di Halaman Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Sumedang, Jumat (24/04/2026). (Foto: Humas Pemkab Sumedang)

Nuansa Budaya Kasumedangan di Hari Jadi Sumedang Ke-448

Editor
25 April 2026

SATUJABAR, SUMEDANG – Penampilan yang kental dengan nuansa Budaya Kasumedangan  hadir di Halaman Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Sumedang, Jumat...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.