• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Rabu, 22 Juli 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Bogor, Salah Satu Kawasan dengan Aktivitas Petir Tertinggi di Dunia. Bagaimana Penjelasannya?

Editor
Senin, 11 November 2024 - 05:33
Tersambar petir

Ilustrasi petir menyambar (pexels)

Bogor, yang dikenal dengan julukan “Kota Hujan,” tidak hanya memiliki curah hujan yang tinggi hampir sepanjang tahun, tetapi juga tercatat sebagai wilayah dengan frekuensi petir terbanyak di dunia.

Hal ini diungkapkan dalam laporan Guinness World Records pada tahun 2019. Kombinasi curah hujan yang melimpah dan tingginya frekuensi petir menjadikan Bogor sebagai salah satu kota dengan aktivitas petir tertinggi secara global.

RelatedPosts

Sudaryono Jabat Kepala BGN, Dilantik Rabu 22 Juli 2026

Naniek S. Deyang Umumkan Mundur dari BGN Lewan Akun Facebook

China Open 2026: Sengit! Tapi Alwi Harus Pulang Lebih Awal

Menurut ahli meteorologi dari IPB University, Sonni Setiawan, fenomena petir di Bogor disebabkan oleh sejumlah faktor atmosferik yang saling berkaitan.

Petir, kata Sonni, adalah bagian dari fenomena badai guruh yang terjadi dalam awan cumulonimbus. Awan jenis ini terbentuk akibat adanya gerak konvektif, yaitu pergerakan vertikal udara lembab yang dipengaruhi oleh gaya apung.

“Proses konveksi ini terjadi ketika udara lembab bergerak naik ke atmosfer dan mendingin, mengubah uap air menjadi awan,” ujar Sonni dikutip situs IPB.

“Kumpulan awan konvektif ini kemudian membentuk awan cumulonimbus yang menjadi penyebab terjadinya badai guruh.”

Sonni menjelaskan bahwa proses konvektif ini tidak terjadi begitu saja. Gerakan vertikal udara lembab membutuhkan pengaruh eksternal (forcing) untuk memicu terjadinya konveksi.

Faktor-faktor yang mempengaruhi antara lain turbulensi atmosfer, perbedaan pemanasan di permukaan bumi, serta kondisi topografi seperti keberadaan pegunungan besar.

“Salah satu faktor eksternal ini berinteraksi dengan variasi angin vertikal (vertical wind shear) yang memungkinkan awan cumulonimbus berkembang menjadi badai guruh,” tambahnya.

Fenomena

Fenomena petir sendiri terjadi akibat pemisahan muatan listrik di dalam awan cumulonimbus. Ketika muatan listrik dalam awan tidak seimbang, loncatan listrik atau petir terjadi untuk menyeimbangkan muatan tersebut.

Menurut Sonni, muatan listrik ini disebabkan oleh kandungan elektrolit dalam tetes air yang ada di awan, yang terbentuk akibat tumbukan antar droplet air. Tetesan air ini mengandung aerosol—partikel seperti garam dan polutan—yang membantu proses pemisahan muatan.

“Selain faktor atmosferik, keberadaan gas polutan dan efek turbulen, perbedaan pemanasan, serta topografi pegunungan besar juga berperan dalam meningkatkan frekuensi petir di Bogor,” jelas Sonni.

Selain itu, Sonni juga menyebutkan bahwa aktivitas matahari, khususnya sunspot (bintik hitam di permukaan matahari), dapat mempengaruhi intensitas petir di atmosfer. Meski demikian, sunspot memiliki siklus 11 tahunan yang berpengaruh pada pola tersebut.

Fenomena petir di Bogor masih menjadi topik yang jarang diteliti secara mendalam. Sonni berharap hal ini dapat menjadi peluang bagi mahasiswa dan peneliti untuk lebih mendalami kajian mengenai fenomena alam ini.

Tags: daerah petirpetir

Related Posts

Sudaryono.(Foto: Dok. Setneg)

Sudaryono Jabat Kepala BGN, Dilantik Rabu 22 Juli 2026

Editor
22 Juli 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto akan melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta,...

Kepala Badan Gizi Nasional Naniek S. Deyang bersama Presiden Prabowo Subinto. (Foto: Akun Facebook Naniek S. Deyang).

Naniek S. Deyang Umumkan Mundur dari BGN Lewan Akun Facebook

Editor
22 Juli 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Kepala Badan Gizi Nasional Naniek S. Deyang mengumumkan pengunduran diri dari lembaga itu lewat akun Facebook. Naniek...

China Open 2026,Victor China Open 2026

China Open 2026: Sengit! Tapi Alwi Harus Pulang Lebih Awal

Editor
22 Juli 2026

SATUJABAR, CHANGZHOU – China Open 2026 digelar pada 21 hingga 26 Juli 2026. Turnamen papan atas ini berlangsung di Olympic...

Peresmian Perpustakaan Ranggawarsita.(Foto: Humas Kemenbud)

Perpustakaan Ranggawarsita Lengkapi Literasi Kebudayaan Indonesia

Editor
22 Juli 2026

Perpustakaan Ranggawarsita berawal dari inisiatif untuk menghimpun kembali berbagai publikasi kebudayaan yang selama puluhan tahun diterbitkan pemerintah namun tersebar. SATUJABAR,...

bank bjb waspada penipuan

bank bjb Imbau Nasabah & Masyarakat Waspadai Penipuan Digital

Editor
22 Juli 2026

BANDUNG – Perkembangan teknologi digital telah menghadirkan berbagai kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses layanan perbankan. Namun, di balik kemudahan tersebut, ancaman...

Para pedagang Pasar Baru menyambut positif aktivasi Bandara Husein Sastranegara.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Bandara Husein Aktif Lagi Bikin Pedagang Pasar Baru Semangat

Editor
22 Juli 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Bandara Husein Sastranegara Bandung yang segera aktif lagi disambut penuh optimisme oleh para pedagang dan pelaku usaha...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Pesona Jawa Barat