• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Kamis, 16 Juli 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Sapi Pasundan: Sumber Daya Genetik Asli Jawa Barat yang Perlu Dilestarikan

Editor
Jumat, 25 Oktober 2024 - 07:05
Sapi Pasundan

Oleh Zulfikar Ega - Karya sendiri, CC BY-SA 4.0, https://commons.wikimedia.org/w/index.php?curid=94310291

Sapi pasundan adalah ras sapi potong yang menjadi salah satu sumber daya genetik asli Jawa Barat. Berdasarkan SK Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 1051/Kpts/RI/SR.10/2014, sapi ini telah ditetapkan sebagai rumpun ternak lokal Indonesia.

Sebaran populasi sapi pasundan terdapat di dua wilayah utama: pesisir selatan Jawa Barat dan zona penyangga hutan lindung di utara Parahyangan. Di beberapa daerah, sapi pasundan dikenal dengan sebutan sapi rancah, sapi kacang, atau sapi pesisir.

RelatedPosts

Museum Musik di Bandung, Museum Film di Jakarta, Museum Fotografi di Semarang

Rute Terpanjang Kereta Api, Sebagian Tembus 1.000 KM

Kampung Kusta Jongaya, Menkes: Kusta Bukan Kutukan

Sapi pasundan memiliki sifat reproduksi yang baik dan tahan terhadap cekaman panas. Sapi ini telah dipelihara secara turun temurun, berintegrasi dengan kehidupan masyarakat peternak Jawa Barat selama ratusan tahun.

 

Asal Usul dan Karakteristik

Sapi pasundan berasal dari hasil adaptasi lebih dari sepuluh generasi antara Bos sundaicus (banteng/sapi bali) dengan sapi Jawa, sapi Madura, dan sapi Sumba Ongole. Pencampuran genetik ini menghasilkan ragam setempat, termasuk sapi pasundan yang memiliki punuk atau tanpa punuk, serta gelambir atau non-gelambir. Warna tubuh sapi pasundan bervariasi, dengan dominasi merah bata, bungalan, atau pinggala, sementara hidung dan bulu ekor berwarna hitam. Selain itu, ada ciri khas berupa warna putih di bagian selangkangan dan kaki bagian bawah, serta garis belut memanjang di punggung. Sapi pasundan jantan juga dapat mengalami perubahan warna dari merah bata menjadi hitam seiring bertambahnya usia.

Sapi ini memiliki ketahanan terhadap penyakit malignant catarrhal fever (MCF), menjadikannya semakin berharga bagi para peternak.

 

Konservasi yang Diperlukan

Konservasi sapi pasundan sangat penting dilakukan di Jawa Barat, mengingat beberapa kekhawatiran yang dapat menyebabkan kepunahan ras ini. Salah satunya adalah perubahan fungsi lahan dan pola tanam hutan yang mengurangi daya dukung penggembalaan sapi pasundan.

Program pemerintah daerah yang lebih mengarah pada persilangan sapi eksotis melalui metode inseminasi buatan juga menjadi perhatian, karena dapat mengakibatkan degradasi genetik pada sapi pasundan. Di sisi lain, pola pengembangbiakan secara alami yang sering kali mengarah pada pemilihan negatif dan kawin sekerabat dalam masyarakat dapat menurunkan performa ternak, baik dari segi genetik maupun produktivitas.

Dengan demikian, langkah-langkah konservasi yang tepat perlu diterapkan untuk memastikan kelangsungan hidup dan keberlanjutan sapi pasundan sebagai salah satu kekayaan genetik Indonesia.

Sumber: Wikipedia/Diolah

Tags: Sapi Pasundan

Related Posts

Museum Musik rencananya akan menempati aset Jiwasraya di Jalan Asia-Afrika Bandung.(Foto: Dok. Jiwasraya)

Museum Musik di Bandung, Museum Film di Jakarta, Museum Fotografi di Semarang

Editor
15 Juli 2026

Museum Musik di Bandung, Museum Film di Jakarta, Museum Fotografi di Semarang akan menggunakan aset Jasa Raharja dan Jiwasraya dibawah...

Kereta api melintasi jembatan.(FOTO: Humas KAI). penumpang KAI 2024,ka parahyangan.layanan baru KAI, KA Cut Meutia.KA Pasundan

Rute Terpanjang Kereta Api, Sebagian Tembus 1.000 KM

Editor
14 Juli 2026

SATUJABAR, JAKARTA – Rute terpanjang kereta api di Indonesian tercatat beberapa di antaranya ada yang menembus 1.000 KM, menurut data...

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin bersama Chairman The Nippon Foundation Yohei Sasakawa mengunjungi Kompleks Kusta Jongaya, RW 04, Kelurahan Balang Baru, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Sabtu (11/7/2026).(Foto: Humas Kemenkes)

Kampung Kusta Jongaya, Menkes: Kusta Bukan Kutukan

Editor
12 Juli 2026

Kampung Kusta Jongaya dikunjungi menjadi wujud komitmen pemerintah bersama mitra internasional untuk mempercepat eliminasi kusta sekaligus menghapus stigma yang masih...

Asia Africa Festival 2026.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Asia Africa Festival 2026: Dari Bandung untuk Kolaborasi Global dan Keberlanjutan

Editor
11 Juli 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Asia Africa Festival 2026 resmi dibuka di depan Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika Kota Bandung, Sabtu 11...

Toko Buku Dahlan.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Toko Buku Dahlan, Toko Buku Legenda di Kota Bandung

Editor
8 Juli 2026

64 Tahun adalah waktu yang sangat panjang bagi Toko Buku Dahlan dalam melayani masyarakat. Di tengah pesatnya perkembangan belanja daring...

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyerahkan Surat Keputusan kepada Ketua Presidium Majelis Luhur Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa Indonesia (MLKI) Pusat, Naen Suryono, di Sasana Adirasa Pangeran Sambernyawa, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur. (Foto: Dok. Kemenbud)

Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa Ditetapkan 13 Juli

Editor
7 Juli 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Pemerintah melalui Keputusan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 135 Tahun 2026 tentang Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Pesona Jawa Barat