• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Rabu, 4 Maret 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Sapi Pasundan: Sumber Daya Genetik Asli Jawa Barat yang Perlu Dilestarikan

Editor
Jumat, 25 Oktober 2024 - 07:05
Sapi Pasundan

Oleh Zulfikar Ega - Karya sendiri, CC BY-SA 4.0, https://commons.wikimedia.org/w/index.php?curid=94310291

Sapi pasundan adalah ras sapi potong yang menjadi salah satu sumber daya genetik asli Jawa Barat. Berdasarkan SK Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 1051/Kpts/RI/SR.10/2014, sapi ini telah ditetapkan sebagai rumpun ternak lokal Indonesia.

Sebaran populasi sapi pasundan terdapat di dua wilayah utama: pesisir selatan Jawa Barat dan zona penyangga hutan lindung di utara Parahyangan. Di beberapa daerah, sapi pasundan dikenal dengan sebutan sapi rancah, sapi kacang, atau sapi pesisir.

RelatedPosts

Kepada Menbud, Sultan Cirebon Ungkapkan Kondisi Keraton

Meriahnya Cepot Ngabuburit di Geoteater Rancakalong Sumedang

Energi ‘Sunda’ di Hari Jadi Garut Ke-213

Sapi pasundan memiliki sifat reproduksi yang baik dan tahan terhadap cekaman panas. Sapi ini telah dipelihara secara turun temurun, berintegrasi dengan kehidupan masyarakat peternak Jawa Barat selama ratusan tahun.

 

Asal Usul dan Karakteristik

Sapi pasundan berasal dari hasil adaptasi lebih dari sepuluh generasi antara Bos sundaicus (banteng/sapi bali) dengan sapi Jawa, sapi Madura, dan sapi Sumba Ongole. Pencampuran genetik ini menghasilkan ragam setempat, termasuk sapi pasundan yang memiliki punuk atau tanpa punuk, serta gelambir atau non-gelambir. Warna tubuh sapi pasundan bervariasi, dengan dominasi merah bata, bungalan, atau pinggala, sementara hidung dan bulu ekor berwarna hitam. Selain itu, ada ciri khas berupa warna putih di bagian selangkangan dan kaki bagian bawah, serta garis belut memanjang di punggung. Sapi pasundan jantan juga dapat mengalami perubahan warna dari merah bata menjadi hitam seiring bertambahnya usia.

Sapi ini memiliki ketahanan terhadap penyakit malignant catarrhal fever (MCF), menjadikannya semakin berharga bagi para peternak.

 

Konservasi yang Diperlukan

Konservasi sapi pasundan sangat penting dilakukan di Jawa Barat, mengingat beberapa kekhawatiran yang dapat menyebabkan kepunahan ras ini. Salah satunya adalah perubahan fungsi lahan dan pola tanam hutan yang mengurangi daya dukung penggembalaan sapi pasundan.

Program pemerintah daerah yang lebih mengarah pada persilangan sapi eksotis melalui metode inseminasi buatan juga menjadi perhatian, karena dapat mengakibatkan degradasi genetik pada sapi pasundan. Di sisi lain, pola pengembangbiakan secara alami yang sering kali mengarah pada pemilihan negatif dan kawin sekerabat dalam masyarakat dapat menurunkan performa ternak, baik dari segi genetik maupun produktivitas.

Dengan demikian, langkah-langkah konservasi yang tepat perlu diterapkan untuk memastikan kelangsungan hidup dan keberlanjutan sapi pasundan sebagai salah satu kekayaan genetik Indonesia.

Sumber: Wikipedia/Diolah

Tags: Sapi Pasundan

Related Posts

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, dan Sultan Sepuh XV Keraton Kasepuhan Cirebon, Luqman Zulkaedin.(Foto: Humas Kemenbud)

Kepada Menbud, Sultan Cirebon Ungkapkan Kondisi Keraton

Editor
4 Maret 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menerima kunjungan Sultan Sepuh XV Keraton Kasepuhan Cirebon, Luqman Zulkaedin, di kantor...

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir di Cepot Ngabuburit Geoteater Rancakalong Sumedang Sabtu (21/2/2026).(Foto: Humas Pemkab Sumedang)

Meriahnya Cepot Ngabuburit di Geoteater Rancakalong Sumedang

Editor
23 Februari 2026

SATUJABAR, SUMEDANG – Ada kegiatan menarik di Geoteater Rancakalong Sumedang pada Sabtu sore (21/2/2026). Pemerintah Kabupaten Sumedang menggelar acara Ngabuburit...

‎(Foto: Muhamad Azi Zulhakim/ Diskominfo Kab. Garut)

Energi ‘Sunda’ di Hari Jadi Garut Ke-213

Editor
19 Februari 2026

SATUJABAR, GARUT KOTA – Energi ‘Sunda’ itu terasa menyeruak di area Pusat Kota Garut bersamaan dengan Hari Jadi Garut Ke-213....

Hasil Sidang Komite Disiplin PSSI

Hasil Sidang Komite Disiplin PSSI, Tanggal 2 dan 14 Februari 2026

Editor
19 Februari 2026

SATUJABAR, JAKARTA – Komite Disiplin Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) mengumumkan hasil keputusannya atas apa yang terjadi pada laga...

(Foto: Dok. Kemenbud)

Kolaborasi Kemenbud & JKPI Untuk Penguatan Perlindungan Warisan Budaya

Editor
19 Februari 2026

SATUJABAR, JAKARTA – Kolaborasi Kementerian Kebudayaan dan Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) terus diperkuat untuk  pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan kebudayaan...

Gaya Lesehan Pimpinan Kota Bogor Serap Aspirasi dari Bogor Leumpunk Club’s.(Foto: Humas Pemkot Bogor)

Gaya Lesehan Pimpinan Kota Bogor Serap Aspirasi dari Bogor Leumpunk Club’s

Editor
17 Februari 2026

Ada yang menarik yang dilakukan oleh Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim bersama Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, dan...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.