• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Minggu, 30 Agustus 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Sapi Pasundan: Sumber Daya Genetik Asli Jawa Barat yang Perlu Dilestarikan

Editor
Jumat, 25 Oktober 2024 - 07:05
Sapi Pasundan

Oleh Zulfikar Ega - Karya sendiri, CC BY-SA 4.0, https://commons.wikimedia.org/w/index.php?curid=94310291

Sapi pasundan adalah ras sapi potong yang menjadi salah satu sumber daya genetik asli Jawa Barat. Berdasarkan SK Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 1051/Kpts/RI/SR.10/2014, sapi ini telah ditetapkan sebagai rumpun ternak lokal Indonesia.

Sebaran populasi sapi pasundan terdapat di dua wilayah utama: pesisir selatan Jawa Barat dan zona penyangga hutan lindung di utara Parahyangan. Di beberapa daerah, sapi pasundan dikenal dengan sebutan sapi rancah, sapi kacang, atau sapi pesisir.

RelatedPosts

Pesan Bupati Kuningan Saat Maulid Nabi dan Haul Syekh Maulana Akbar

Pusat Kebudayaan Tionghoa Bandung Jadi Magnet Wisata

Festival Linggarjati Dongkrak Literasi Generasi Muda

Sapi pasundan memiliki sifat reproduksi yang baik dan tahan terhadap cekaman panas. Sapi ini telah dipelihara secara turun temurun, berintegrasi dengan kehidupan masyarakat peternak Jawa Barat selama ratusan tahun.

 

Asal Usul dan Karakteristik

Sapi pasundan berasal dari hasil adaptasi lebih dari sepuluh generasi antara Bos sundaicus (banteng/sapi bali) dengan sapi Jawa, sapi Madura, dan sapi Sumba Ongole. Pencampuran genetik ini menghasilkan ragam setempat, termasuk sapi pasundan yang memiliki punuk atau tanpa punuk, serta gelambir atau non-gelambir. Warna tubuh sapi pasundan bervariasi, dengan dominasi merah bata, bungalan, atau pinggala, sementara hidung dan bulu ekor berwarna hitam. Selain itu, ada ciri khas berupa warna putih di bagian selangkangan dan kaki bagian bawah, serta garis belut memanjang di punggung. Sapi pasundan jantan juga dapat mengalami perubahan warna dari merah bata menjadi hitam seiring bertambahnya usia.

Sapi ini memiliki ketahanan terhadap penyakit malignant catarrhal fever (MCF), menjadikannya semakin berharga bagi para peternak.

 

Konservasi yang Diperlukan

Konservasi sapi pasundan sangat penting dilakukan di Jawa Barat, mengingat beberapa kekhawatiran yang dapat menyebabkan kepunahan ras ini. Salah satunya adalah perubahan fungsi lahan dan pola tanam hutan yang mengurangi daya dukung penggembalaan sapi pasundan.

Program pemerintah daerah yang lebih mengarah pada persilangan sapi eksotis melalui metode inseminasi buatan juga menjadi perhatian, karena dapat mengakibatkan degradasi genetik pada sapi pasundan. Di sisi lain, pola pengembangbiakan secara alami yang sering kali mengarah pada pemilihan negatif dan kawin sekerabat dalam masyarakat dapat menurunkan performa ternak, baik dari segi genetik maupun produktivitas.

Dengan demikian, langkah-langkah konservasi yang tepat perlu diterapkan untuk memastikan kelangsungan hidup dan keberlanjutan sapi pasundan sebagai salah satu kekayaan genetik Indonesia.

Sumber: Wikipedia/Diolah

Tags: Sapi Pasundan

Related Posts

Syekh Maulana Akbar.(Foto: Humas Pemkab Kuningan)

Pesan Bupati Kuningan Saat Maulid Nabi dan Haul Syekh Maulana Akbar

Editor
26 Agustus 2026

KUNINGAN – Suasana khidmat menyelimuti Kompleks Makam Astana Gede, Kabupaten Kuningan, Rabu (26/8/2026). Pemerintah Kabupaten Kuningan menggelar Haul Syekh Maulana...

Peresmpian Pusat Kebudayaan Tionghoa di Kota Bandung.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Pusat Kebudayaan Tionghoa Bandung Jadi Magnet Wisata

Editor
26 Agustus 2026

BANDUNG - Pusat Kebudayaan Tionghoa di Kota Bandung diharapkan tidak hanya menjadi ruang pelestarian budaya tetapi juga mampu memperkuat kebhinekaan...

Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani hadir di Festival Linggarjati Tahun 2026 bertajuk “The Soul of Linggarjati” di Taman Museum Gedung Naskah Perundingan Linggarjati, Kamis (20/8/2026).(Foto: Humas Pemkab Kuningan)

Festival Linggarjati Dongkrak Literasi Generasi Muda

Editor
21 Agustus 2026

KUNINGAN – Festival Linggarjati Tahun 2026 bertajuk “The Soul of Linggarjati” resmi ditutup di Taman Museum Gedung Naskah Perundingan Linggarjati,...

Gedung Sate Provinsi Jawa Barat

HUT ke-81 Jawa Barat, Kota Bandung Tegaskan Kontribusi sebagai Ibu Kota Provinsi

Editor
21 Agustus 2026

BANDUNG - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menghadiri Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jawa Barat dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-81...

Pabrik Kina Bandung.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Pabrik Kina Bandung, Salah Satu Tonggak Industri Farmasi Indonesia

Editor
20 Agustus 2026

Kawasan Pajajaran, Cicendo, menyimpan salah satu jejak penting dalam perjalanan industri farmasi di Indonesia. Eks Pabrik Kina Bandung telah berdiri...

Gang Stones di Kelurahan Lebak Siliwangi, Kecamatan Coblong, Kota Bandung.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Gang Stones, Kreasi Unik Warga di Hari Kemerdekaan

Editor
17 Agustus 2026

Menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, warga Gang Stones di Kelurahan Lebak Siliwangi, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, ikut memeriahkan suasana 17...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.