• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Rabu, 17 Juni 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
Advertisement
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Produk Jamu dan Obat Ilegal Senilai Rp.8,1 Miliar Disita BPOM Bandung

Editor
Selasa, 08 Oktober 2024 - 10:55
Produk jamu dan obat ilegal senilai Rp.8,1 miar disita BPOM Bandung.(Foto:Istimewa).

Produk jamu dan obat ilegal senilai Rp.8,1 miar disita BPOM Bandung.(Foto:Istimewa).

SATUJABAR, BANDUNG — Ratusan ribu jamu dan obat ilegal disita Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Bandung, Jawa Barat. Ratusan ribu jamu dan obat ilegal senilai Rp.8,1 miliar, disita dari empat lokasi di wilayah Kota Bandung dan Cimahi.

Menurut Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Taruna Ikrar, penyitaan terhadap ratusan ribu jamu dan obat ilegal, dilakukan sejak 25 September 2024. Ratusan ribu jamu dan obat ilegal tersebut disita dari agen wilayah Kota Bandung dan Cimahi.

RelatedPosts

Alhamdulillah! Insentif Guru Madrasah Non ASN Cair Akhir Juni 2026

Haji 2026: Sistem Koridor Biometrik Pangkas Antrean

PWP Pertamina Patra Niaga Kilang Balongan Salurkan Ribuan Paket Sembako

“Penindakan dilakukan sejak 25 September 2024 dari agen di wilayah Kota Bandung dan Cimahi. Total sebanyak 217.475 produk jamu dan obat ilegal dari 218 item senilai Rp 8,1 miliar, disita BPOM,” ujar Taruna, dalam keterangan pers di Kantor BPOM Bandung, Senin (07/10/2024).

Produk jamu dan obat yang disita selain ilegal, atau tidak memiliki izin edar dari BPOM, juga tidak memenuhi standar persyaratan keamanan yang diharuskan, mulai khasiat, manfaat, uji mutu, serta diduga mengandung bahan kimia obat. Sehingga produk-produk tersebut sangat berbahaya bagi kesehatan masyarakat.

“Produk-produk yang telah kami sita, sedang dalam pengujian dan pemeriksaan di laboratorium. Uji laboratorium untuk mengetahui dan memastikan kandungannya,” ungkap Taruna.

Taruna menjelaskan, produk-produk ilegal tersebut diedarkan oleh agen-agen ke sejumlah toko jamu dan toko obat di Jawa Barat. Paling banyak beredar di Kota/Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, Depok, Kabupaten Purwakarta, serta Subang.

BPOM masih menelusuri pihak distrubutor selaku pemasok produk jamu dan obat ilegal ke agen-agen. Produk jamu dan obat tanpa izin edar dan diduga mengandung bahan kimia berbahaya, seperti sildenafil sitrat, fenilbutazon, metampiron, piroksikam, parasetamol, serta deksametason.

Taruna menegaskan, sejumlah produk yang ditemukan beredar di pasaran terdapat produk telah masuk dalam public warning BPOM. Misalnya saja, merek Cobra X, Spider, Africa Black Ant, Cobra India, Tawon Liar, Wan Tong, Kapsul Asam Urat TCU, Antanan, Tongkat Arab, serta Xian Ling.

Taruna juga meminta masyarakat hati-hati dan menghindari mengkonsumsi obat bahan alam tanpa izin edar BPOM, atau mengandung bahan kimia sangat berisiko bagi kesehatan. Produk-produk tersebut bisa mengakibatkan kerusakan organ tubuh, seperti gagal ginjal, kerusakan hati, gangguan kesehatan lainnya, hingga kematian.

BPOM mengamankan satu orang masih berstatus saksi terkait peredaran produk jamu dan obat ilegal. Sengaja mengedarkan dan memasarkan produk-produk ilegal bisa dijerat Pasal 435 junto Pasal 138 Ayat 2 dan Ayat 3 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023, tentang Kesehatan dengan ancaman pidana 12 tahun kurungan penjara, atau denda hingga 5 Miliar.(chd)

Tags: Jamu ilegalobat ilegal

Related Posts

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan insentif guru madrasah non ASN akan mulai cair pada akhir Juni 2026.(Foto: Humas Kemenhaj)

Alhamdulillah! Insentif Guru Madrasah Non ASN Cair Akhir Juni 2026

Editor
17 Juni 2026

Insentif guru madrasah Non ASN akan mulai cair pada akhir Juni 2026, ungkap Menteri Agama Nasaruddin Umar saat rapat di...

Sistem koridor biometri di imigrasi saat kepulangan jemaah haji 2026.(Foto: Humas Kemenhaj)

Haji 2026: Sistem Koridor Biometrik Pangkas Antrean

Editor
17 Juni 2026

Pemulangan kali ini mencatatkan sejarah baru dalam pelayanan perhajian di Jawa Timur melalui implementasi sistem keimigrasian biometrik SATUJABAR, SURABAYA –...

PWP Pertamina Patra Niaga Kilang Balongan salurkan ribuan paket sembako dan santunan anak yatim dalam menyambut HUT PWP XXVI PWP Pertamina.(Foto: Istimewa)

PWP Pertamina Patra Niaga Kilang Balongan Salurkan Ribuan Paket Sembako

Editor
17 Juni 2026

PWP Pertamina Patra Niaga Kilang Balongan salurkan ribuan paket sembako dan santunan anak yatim dalam menyambut HUT PWP XXVI PWP...

Ilustrasi kebakaran.(Foto:Istimewa).

Kebakaran Kandang Ayam dan Puyuh di Kuningan, Ribuan Ekor Terpanggang

Editor
17 Juni 2026

SATUJABAR, KUNINGAN--Ribuan ekor ayam dan burung puyuh mati terpanggang, setelah peristiwa kebarakan menghanguskan bangunan kandang di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat....

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan.(Foto:Istimewa).

Kasus Penipuan Darmawangsa Wedding di Bandung, Polda Jabar Buru Pemilik

Editor
17 Juni 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Kasus dugaan penipuan dan penggelapan yang dilakukan pemilik Darmawangsa Wedding di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, sedang dalam penyelidikan polisi....

Ilustrasi klinik kecantikan.(Foto: Pexels)

Klinik Kecantikan Ilegal di Bali Ditutup

Editor
17 Juni 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Klinik kecantikan ilegal di Bali resmi ditutup oleh Pemerintah Daerah setempat setelah terbukti menyelenggarakan layanan estetika medis...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.