• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Sabtu, 17 Januari 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Pemerintah Tingkatkan Produksi Migas dengan Reaktivasi Sumur Idle

Editor
Senin, 26 Agustus 2024 - 04:53
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.(FOTO: ESDM)

BANDUNG – Pemerintah Indonesia terus mengintensifkan upaya untuk meningkatkan produksi minyak dan gas bumi (migas) domestik.

Salah satu langkah strategis yang sedang diambil adalah merevitalisasi sumur-sumur minyak yang saat ini tidak aktif atau idle. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia telah mengeluarkan instruksi tegas kepada semua pihak terkait untuk segera merealisasikan program reaktivasi sumur-sumur tersebut.

Dalam keterangannya di Program Executive Course on Strategic Management and Leadership Cohort-4 Universitas Pertahanan di Jakarta pada Senin (26/8), Bahlil menyatakan, “Saya perintahkan sumur-sumur idle yang dikuasai KKKS jika tidak dijalankan, izinnya akan dicabut.”

Bahlil menekankan bahwa terdapat potensi produksi tambahan yang signifikan dari sumur-sumur yang saat ini tidak aktif.

“Dengan mengoptimalkan kembali sumur-sumur yang ada, kita bisa meningkatkan produksi migas secara signifikan tanpa perlu melakukan eksplorasi baru yang memerlukan waktu dan biaya yang lebih besar,” tambahnya.

Menurut data, dari total 44.985 sumur di Indonesia, sebanyak 16.990 sumur tergolong idle well. Namun, tidak semua sumur idle memiliki potensi untuk direaktivasi karena berbagai alasan, termasuk ketidakadaan potensi subsurface, keekonomian yang tidak terpenuhi, serta masalah HSE dan non-teknikal seperti masalah dengan masyarakat.

Reaktivasi sumur idle dianggap sebagai salah satu strategi utama untuk meningkatkan ketahanan energi nasional. Dengan meningkatnya produksi migas, diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada impor dan menambah devisa negara.

Pemerintah telah menetapkan kriteria untuk Bagian Wilayah Kerja (WK) Migas yang potensial namun idle. Kriteria tersebut meliputi lapangan produksi yang tidak diproduksikan selama dua tahun berturut-turut, lapangan dengan rencana pengembangan (POD) selain POD ke-1 yang tidak dikerjakan selama dua tahun berturut-turut, serta struktur pada WK eksploitasi yang telah mendapat status discovery tetapi tidak dikerjakan selama tiga tahun berturut-turut.

Kepada Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), beberapa opsi disediakan untuk mengoptimalkan WK idle, antara lain:

  1. Mengerjakan Sendiri: KKKS dapat langsung menggarap WK idle tersebut.
  2. Kerja Sama: Bekerja sama dengan badan usaha lain untuk menerapkan teknologi tertentu.
  3. Diambil Alih KKKS Lain: WK idle dapat diusulkan untuk dikelola oleh KKKS lain.
  4. Dikembalikan ke Negara: WK idle dapat dikembalikan ke negara untuk dilelang kembali.

Langkah-langkah ini diharapkan dapat mempercepat pemanfaatan potensi migas dalam negeri dan meningkatkan kemandirian energi Indonesia.

Tags: Bahlil LahadaliaKementerian ESDM

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.