• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Selasa, 4 Agustus 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Informasi Gunungapi:  Aktivitas Tangkuban Parahu Masih Normal

Editor
Senin, 26 Agustus 2024 - 08:02
Foto aktivitas Gunung Tangkuban Parahu 17 Agustus 2024

Foto aktivitas Gunung Tangkuban Parahu 17 Agustus 2024.(FOTO: Badan Geologi Kementerian ESDM)

BANDUNG – Gunungapi Tangkuban Parahu merupakan gunungapi aktif yang berada di wilayah Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat.

Gunungapi ini memiliki 9 kawah dengan dua kawah utama berada di area puncak, yaitu Kawah Ratu dan Kawah Upas.

RelatedPosts

Simpang Susun Gending Masih Perlu Perbaikan Sebelum Dibuka

Koleksi Ikan di Museum Zoologicum Bogoriense Terbuka untuk Periset dan Umum

378 Jenis Tumbuhan Masuk Klaster Kritis di Kebun Raya Cibodas

Erupsi G. Tangkuban Parahu pada umumnya berupa letusan freatik dari Kawah Ratu. Keindahan pemandangan sekitar kawah menjadikan area sekitar G. Tangkuban Parahu sering dikunjungi oleh wisatawan dari dalam maupun luar negeri.

Aktivitas erupsi terakhir G. Tangkuban Parahu pada tahun 2019 dimulai dengan erupsi freatik dari Kawah Ratu, yaitu pada tanggal 26 Juli 2019 pukul 15:48 WIB terjadi erupsi freatik di kawah Ratu, seiring dengan meningkatnya tingkat kejadian aktivitas erupsi yang cukup signifikan, maka sejak tanggal 2 Agustus 2019 pukul 08:00 WIB tingkat aktivitas G. Tangkuban Parahu ditingkatkan menjadi Level II (Waspada).

Setelah menjalani fase erupsi selama hampir 3 bulan lamanya, aktivitas vulkanik mengalami penurunan secara signifikan sehingga tingkat aktivitasnya kembali diturunkan menjadi level I (Normal) tanggal 21 Oktober 2019 pukul 09:00 WIB.

Pada tanggal 18 Agustus 2024 terdapat informasi dari warga di sekitar Gunungapi Tangkuban Parahu yang menginformasikan keluarnya abu vulkanik yang keluar dari kawah yang mengakibatkan pedih di mata.

Hingga saat ini tingkat aktivitas vulkanik G. Tangkuban Parahu masih berada pada Level I (Normal), ditandai dengan aktivitas hembusan asap dari Kawah Ratu berwarna putih dengan intensitas tipis hingga tebal, dengan ketinggian 5 – 150 m di atas dasar kawah dan 5 – 175 m di atas dasar Kawah Ecoma. Tidak teramati keluarnya abu vulkanik di sekitar kawah ratu.

Pantauan Badan Geologi

Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Muhammad Wafid mengemukakan  rekaman kegempaan selama Januari hingga 18 Agustus 2024 menunjukkan gempa hembusan kurang dari 5 kejadian perhari dan gempa vulkanik yang berasosiasi dengan suplai magma sangat jarang terekam dan tidak terekam adanya kejadian gempa letusan/erupsi.

Hasil pengukuran deformasi dengan peralatan Tiltmeter dan Electronic Distance Measurement (EDM), mengindikasikan relatif terjadi inflasi pada segmen UPAS dan tidak terjadi pola perubahan deformasi pada segmen LERENG.

Berdasarkan hasil pengukuran multigas yg berada di selatan bibir kawah ratu dengan periode pengukuran setiap 6 jam/hari (pkl. 00.00, 06.00, 12.00, 18.00 wib), pengukuran gas periode 12 -18 Agustus 2024 berada pada kondisi normal dengan konsentrasi gas terukur untuk CO2: 410-435 ppm (ambang batas 5000ppm), H2S: 0.1-3.5 ppm (ambang batas 10-15 ppm), dan SO2 < 0.1 ppm (ambang batas 5 ppm).

Baik konsentrasi maupun rasio gas tidak memperlihatkan kecenderungan peningkatan, kondisinya hanya berfluktuasi.

Namun demikian karena lokasi pengukuran gas yang berbeda antara lokasi stasiun dan lokasi pengunjung maka data konsentrasi gas dari multigas tersebut (selatan) tidak dapat menggambarkan data konsentrasi gas yang mengarah ke pengunjung (tenggara-timur).

Jika pengunjung merasakan perih di mata kemungkinan pada saat itu gas-gas dari kawah sedang mengarah ke pengunjung dan karena pengunjung berada di lokasi cukup lama hal itu dapat menyebabkan iritasi di mata.

Namun hal ini sangat tergantung dengan kondisi ketahanan tubuh dari masing-masing orang/pengunjung. Paparan gas vulkanik sangat dipengaruhi oleh arah dan kecepatan angin di sekitar kawah.

Pada saat ini tingkat aktivitas G. Tangkuban Parahu dinilai masih berada pada Level I (Normal),” katanya melalui siaran pers.

Rekomendasi

Pihaknya juga mengeluarkan rekomendasi kepada masyarakat dan pengunjung/wisatawan

-tidak mendekat ke dasar kawah, tidak berlama-lama dan tidak menginap di area kawasan kawah-kawah aktif yang berada di Tangkuban Parahu.

-segera menjauhi/meninggalkan area sekitar kawah jika teramati peningkatan intensitas/ketebalan asap kawah dan/atau jika tercium bau gas yang menyengat untuk menghindari potensi bahaya paparan gas beracun maupun erupsi

-Perlu diwaspadai potensi bahaya berupa erupsi freatik, yaitu erupsi yang terjadi tanpa ada peningkatan gejala vulkanik yang jelas atau signifikan. Erupsi freatik jika terjadi dapat disertai hujan abu dan lontaran material di sekitar kawah.

Masyarakat di sekitar G. Tangkuban Parahu dan calon pengunjung TWA G. Tangkuban Parahu serta obyek wisata yang dekat dengan gunungapi ini diharap tenang, beraktivitas seperti biasa, tidak terpancing isu-isu tentang erupsi Gunungapi Tangkuban Parahu dan tetap mengikuti perkembangan aktivitas.

Tags: Badan GeologiKementerian ESDM

Related Posts

Simpang Susun Gending.(Foto: Dok. BPJT)

Simpang Susun Gending Masih Perlu Perbaikan Sebelum Dibuka

Editor
4 Agustus 2026

SATUJABAR, PROBOLINGGO – Simpang Susun Gending yang akan menghubungkan Ruas Jalan Tol Pasuruan–Probolinggo (Paspro) dengan Ruas Jalan Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi (Prosiwangi)...

Koleksi Ikan di Museum Zoologicum Bogoriense.(Foto: Humas BRIN)

Koleksi Ikan di Museum Zoologicum Bogoriense Terbuka untuk Periset dan Umum

Editor
4 Agustus 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Humas BRIN. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) membuka akses pengelolaan dan pemanfaatan Koleksi Ilmiah Fauna Ikan...

Indukan bunga bangkai mekar di Kebun Raya Cibodas

378 Jenis Tumbuhan Masuk Klaster Kritis di Kebun Raya Cibodas

Editor
4 Agustus 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memprioritaskan konservasi 378 jenis koleksi tumbuhan kritis di Kebun Raya Cibodas....

Penumpang angkutan umum di Jabar.(Image: BPS Jabar)

Jumlah Keberangkatan Penumpang Angkutan Udara Komersial Domestik di Jabar Sebanyak 394 Orang

Editor
4 Agustus 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Jumlah keberangkatan penumpang angkutan udara komersial domestik di Jawa Barat pada bulan Juni 2026 tercatat sebanyak 394...

Nilai Tukar Petani Jawa Barat Juli 2026.(Image: BPS Jabar)

Nilai Tukar Petani Jabar Juli 2026 Naik 0,06 Persen

Editor
4 Agustus 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Nilai Tukar Petani atau NTP Jawa Barat pada bulan Juli 2026 mengalami kenaikan sebesar 0,06 persen dibandingkan...

HUT KEMERDEKAAN: Menkomdigi Meutya Hafid didampingi Dirjen Komunikasi Publik dan Media Fifi Aleyda Yahya, Plt. Kepala Biro Humas Kemkomdigi Farida Dewi Maharani, serta Sekretaris KPI Pusat Rhina Anita memberikan keterangan pers di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Senin (03/08/2026). Foto: Pey HS/Komdigi

Jelang HUT Kemerdekaan RI ke-81, Menkomdigi Ajak Warga Waspadai Hoaks

Editor
4 Agustus 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengajak masyarakat untuk melawan hoaks di tengah maraknya konten-konten aksi demonstrasi...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Pesona Jawa Barat