• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Kamis, 15 Oktober 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Waspada Angin Puting Beliung & Mitigasinya

Editor
Minggu, 25 Februari 2024 - 10:32
waspada angin kencang hujan

Angin kencang (ilustrasi/pexels)

SATUJABAR, BANDUNG – Angin puting beliung di Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Bandung, pada Rabu (21/2/2024) pukul 15:30 WIB lalu menyebabkan dampak kerugian.

Setidaknya 493 unit rumah warga di Kab. Bandung rusak, dan sekitar 10 unit lainnya di Kab. Sumedang. Selain itu, ada 422 KK terdampak di Kab. Bandung dan 412 KK di Kab. Sumedang.

RelatedPosts

Keributan di KM Nelayan Cahaya Mutiara di Sukabumi, 2 Tewas

Harga Patokan Ekspor Emas Periode Kedua Oktober 2026 Turun 3,15 Persen

Trade Expo Indonesia 2026 Resmi Dibuka

Visualisasi dari kejadian angin puting beliung yang terdokumentasikan dengan baik dari beberapa sudut dan posisi membuat kita bisa melihat betapa fenomena angin puting beliung bisa berdampak cukup signifikan, khususnya di bagian atas bangunan, dan pada objek lain yang memiliki bidang tekan baik secara vertikal seperti papan reklame dan baligo, atau objek lain seperti pohon, atap halte dan lain-lain.

Bahkan, sebagian kita sempat menanggap kejadian tersebut baru pertama kali terjadi di Indonesia karena dokumentasi visual yang hampir utuh seperti kejadian di Rancaekek memang tidak selalu ada.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari mengatakan, bahwa berdasarkan catatan data kejadian cuaca ekstrem baik puting beliung atau angin kencang yang diterima BNPB di tahun 2024 cukup signifikan.

“Pada minggu ke-3 tanggal 22-28 Januari, cuaca ekstrem menjadi bencana yang paling banyak terjadi di Indonesia, melebihi banjir yang biasanya mendominasi di saat musim hujan,” ucap Muhari, Jumat (23/2/2024).

“Khusus di Jawa, tidak kurang 14 kab/kota yang terdampak cuaca ekstrem pada minggu tersebut. Kejadian angin puting beliung yang paling signifikan terjadi di Kab. Sleman (26/01) yang menyebabkan 1 korban jiwa MD, dan 71 unit rumah rusak,” imbuhnya dilansir jabarprov.go.id.

KARAKTER CUACA EKSTREM

Menurut Muhari, ada beberapa karakteristik dampak dari cuaca ekstrem berupa angin kencang atau angin puting beliung yang perlu diketahui.

Pertama adalah kerusakan struktur rumah, bisa berupa kerusakan struktur utama bangunan yang bisa berakibat rumah rubuh, atau kerusakan struktur ringan seperti pada bagian atap atau dinding atas rumah.

‘Kedua, dampak di luar ruang seperti pohon atau papan reklame yang tumbang yang bisa berdampak pada jalur transportasi (misalnya menghalangi jalan) atau menimpa struktur lain,” tuturnya.

Untuk bangunan rumah, ada empat jenis kondisi akibat terdampak angin kencang atau puting beliung. Pertama adalah “uplift” atau terangkatnya atap rumah, kedua “racking” atau rumah miring akibat dinding menahan gaya tekan dari angin (bisa menyebabkan rumah rubuh), kemudian “sliding” atau posisi rumah bergeser, dan terakhir ‘overturning” atau rumah terangkat dan terbalik.

Muhari menjelaskan bahwa upaya mitigasi secara struktural pertama melalui retrofitting atau penguatan struktur rumah. Tiang dan sisi rumah harus tersambung dan terikat mulai dari kuda-kuda atap, tiang utama dinding ke fondasi.

“Ini akan mengurangi potensi rumah terdampak salah satu dari empat jenis kerusakan yang mungkin terjadi,” ujarnya.

Berikutnya melihat, atap rumah atau bangunan gudang yang relatif datar terdampak cukup signifikan. Angin kencang dan puting beliung memang lebih mudah mengangkat atap yang relatif datar dibandingkan atap dengan struktur seperti segitiga.

Demikian juga, atap beranda yang terhubung langsung ke atap rumah utama akan lebih mudah dirusak oleh puting beliung dibandingkan dengan atap beranda yang secara struktur terpisah dari atap rumah utama.

Angin kencang dan puting beliung membawa material yang bisa memecah kaca jendela dengan sangat mudah, untuk itu memiliki teralis di bagian dalam akan melindungi penghuni rumah jika kaca jendela pecah akibat terbawa angin ke dalam rumah.

Untuk bagian atap, khususnya bagi bangunan gudang, pabrik atau rumah warga yang menggunakan atap seng, penggunaan paku dengan kepala pipih lebar (sebagian menyebutnya paku payung) akan lebih memberikan daya tahan dari angin kencang dan puting beliung dibandingkan dengan penggunaan paku biasa.

“Mari kita selalu waspada dan siaga, dimulai dari diri dan keluarga kita sendiri. Ketahui wilayah-wilayah yang rawan cuaca ekstrem melalui aplikasi InaRisk dan selalu ikuti perkembangan prakiraan cuaca dari institusi yang berwenang,” ajak Muhari.

Tags: Kabupaten BandungKabupaten Sumedang

Related Posts

Ilustrasi tempat kejadian perkara (TKP).(Foto:Istimewa).

Keributan di KM Nelayan Cahaya Mutiara di Sukabumi, 2 Tewas

Editor
15 Oktober 2026

SATUJABAR, SUKABUMI--Dua orang dilaporkan tewas setelah terlibat keributan di atas Kapal Motor (KM) Cahaya Mutiara di Perairan Pelabuhanratu, Kabupaten Sukabumi,...

bak emas,hilirisasi emas, bank emas ciptakan lapangan kerja,harga patokan ekspor,harga referensi ekspor

Harga Patokan Ekspor Emas Periode Kedua Oktober 2026 Turun 3,15 Persen

Editor
15 Oktober 2026

JAKARTA - Kementerian Perdagangan telah menetapkan Harga Patokan Ekspor (HPE) dan Harga Referensi (HR) komoditas emas untuk periode kedua Oktober...

Menteri Perdagangan, Budi Santoso bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan dan Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia secara resmi membuka Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 Tahun 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu, (14 Okt).(Foto: Kemendag)

Trade Expo Indonesia 2026 Resmi Dibuka

Editor
15 Oktober 2026

TANGERANG - Menteri Perdagangan, Budi Santoso bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan dan Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi...

Bupati Garut Abdusy Syakur Amin.(Foto: Muhamad Azi Zulhakim/Diskominfo Kabupaten Garut)

TPA Pasir Bajing Garut Kembali Dibuka Usai Kebakaran

Editor
15 Oktober 2026

GARUT - Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, memastikan penanganan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pasir Bajing hampir sepenuhnya tuntas....

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menghadiri Grand Opening Bogor Great Mall di Jalan KH Abdullah bin Nuh, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Rabu (14/10/2026).(Foto: Humas Pemkot Bogor)

Grand Opening Bogor Great Mall Dorong Kinerja Investasi Kota Bogor

Editor
15 Oktober 2026

BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berkomitmen mendukung iklim investasi yang kondusif bagi para pengusaha yang ingin menanamkan modalnya di...

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan dan pimpinan DPRD Kota Bandung.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

DPRD Kota Bandung Sahkan Perda Bank Perekonomian Rakyat

Editor
15 Oktober 2026

BANDUNG - DPRD Kota Bandung Raperda tentang Perusahaan Perseroan Daerah Bank Perekonomian Rakyat Kota Bandung menjadi Peraturan Daerah (Perda). Hal...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.