• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Jumat, 14 Agustus 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Waspada Angin Puting Beliung & Mitigasinya

Editor
Minggu, 25 Februari 2024 - 10:32
waspada angin kencang hujan

Angin kencang (ilustrasi/pexels)

SATUJABAR, BANDUNG – Angin puting beliung di Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Bandung, pada Rabu (21/2/2024) pukul 15:30 WIB lalu menyebabkan dampak kerugian.

Setidaknya 493 unit rumah warga di Kab. Bandung rusak, dan sekitar 10 unit lainnya di Kab. Sumedang. Selain itu, ada 422 KK terdampak di Kab. Bandung dan 412 KK di Kab. Sumedang.

RelatedPosts

Kemenkes Sasar TB Luas, Pesantren dan Pemukiman Diskrining

Kemenhaj Buru Travel Nakal Hingga ke Daerah

33 Jemaah Umrah Gagal Berangkat, Tertahan di Bandara

Visualisasi dari kejadian angin puting beliung yang terdokumentasikan dengan baik dari beberapa sudut dan posisi membuat kita bisa melihat betapa fenomena angin puting beliung bisa berdampak cukup signifikan, khususnya di bagian atas bangunan, dan pada objek lain yang memiliki bidang tekan baik secara vertikal seperti papan reklame dan baligo, atau objek lain seperti pohon, atap halte dan lain-lain.

Bahkan, sebagian kita sempat menanggap kejadian tersebut baru pertama kali terjadi di Indonesia karena dokumentasi visual yang hampir utuh seperti kejadian di Rancaekek memang tidak selalu ada.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari mengatakan, bahwa berdasarkan catatan data kejadian cuaca ekstrem baik puting beliung atau angin kencang yang diterima BNPB di tahun 2024 cukup signifikan.

“Pada minggu ke-3 tanggal 22-28 Januari, cuaca ekstrem menjadi bencana yang paling banyak terjadi di Indonesia, melebihi banjir yang biasanya mendominasi di saat musim hujan,” ucap Muhari, Jumat (23/2/2024).

“Khusus di Jawa, tidak kurang 14 kab/kota yang terdampak cuaca ekstrem pada minggu tersebut. Kejadian angin puting beliung yang paling signifikan terjadi di Kab. Sleman (26/01) yang menyebabkan 1 korban jiwa MD, dan 71 unit rumah rusak,” imbuhnya dilansir jabarprov.go.id.

KARAKTER CUACA EKSTREM

Menurut Muhari, ada beberapa karakteristik dampak dari cuaca ekstrem berupa angin kencang atau angin puting beliung yang perlu diketahui.

Pertama adalah kerusakan struktur rumah, bisa berupa kerusakan struktur utama bangunan yang bisa berakibat rumah rubuh, atau kerusakan struktur ringan seperti pada bagian atap atau dinding atas rumah.

‘Kedua, dampak di luar ruang seperti pohon atau papan reklame yang tumbang yang bisa berdampak pada jalur transportasi (misalnya menghalangi jalan) atau menimpa struktur lain,” tuturnya.

Untuk bangunan rumah, ada empat jenis kondisi akibat terdampak angin kencang atau puting beliung. Pertama adalah “uplift” atau terangkatnya atap rumah, kedua “racking” atau rumah miring akibat dinding menahan gaya tekan dari angin (bisa menyebabkan rumah rubuh), kemudian “sliding” atau posisi rumah bergeser, dan terakhir ‘overturning” atau rumah terangkat dan terbalik.

Muhari menjelaskan bahwa upaya mitigasi secara struktural pertama melalui retrofitting atau penguatan struktur rumah. Tiang dan sisi rumah harus tersambung dan terikat mulai dari kuda-kuda atap, tiang utama dinding ke fondasi.

“Ini akan mengurangi potensi rumah terdampak salah satu dari empat jenis kerusakan yang mungkin terjadi,” ujarnya.

Berikutnya melihat, atap rumah atau bangunan gudang yang relatif datar terdampak cukup signifikan. Angin kencang dan puting beliung memang lebih mudah mengangkat atap yang relatif datar dibandingkan atap dengan struktur seperti segitiga.

Demikian juga, atap beranda yang terhubung langsung ke atap rumah utama akan lebih mudah dirusak oleh puting beliung dibandingkan dengan atap beranda yang secara struktur terpisah dari atap rumah utama.

Angin kencang dan puting beliung membawa material yang bisa memecah kaca jendela dengan sangat mudah, untuk itu memiliki teralis di bagian dalam akan melindungi penghuni rumah jika kaca jendela pecah akibat terbawa angin ke dalam rumah.

Untuk bagian atap, khususnya bagi bangunan gudang, pabrik atau rumah warga yang menggunakan atap seng, penggunaan paku dengan kepala pipih lebar (sebagian menyebutnya paku payung) akan lebih memberikan daya tahan dari angin kencang dan puting beliung dibandingkan dengan penggunaan paku biasa.

“Mari kita selalu waspada dan siaga, dimulai dari diri dan keluarga kita sendiri. Ketahui wilayah-wilayah yang rawan cuaca ekstrem melalui aplikasi InaRisk dan selalu ikuti perkembangan prakiraan cuaca dari institusi yang berwenang,” ajak Muhari.

Tags: Kabupaten BandungKabupaten Sumedang

Related Posts

Kemenkes atau Kementerian Kesehatan RI memperluas upaya penemuan kasus tuberkulosis (TB) secara aktif melalui skrining menggunakan rontgen dada berbasis Artificial Intelligence (AI) di pondok pesantren dan pemukiman padat penduduk.(Foto: Ilustrasi/pexels)

Kemenkes Sasar TB Luas, Pesantren dan Pemukiman Diskrining

Editor
14 Agustus 2026

SATUJABAR, JAKARTA – Kemenkes atau Kementerian Kesehatan RI memperluas upaya penemuan kasus tuberkulosis (TB) secara aktif melalui skrining menggunakan rontgen...

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) bergerak cepat memastikan hak dan pelindungan 33 jemaah umrah yang gagal berangkat sesuai rencana dari Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten.(Foto: Dok. Kemenhaj)

Kemenhaj Buru Travel Nakal Hingga ke Daerah

Editor
14 Agustus 2026

SATUJABAR, JAKARTA – Kemenhaj atau Kementerian Haji dan Umrah tengah menggodok aturan baru untuk memperkuat sistem pengawasan penyelenggaraan haji dan...

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) bergerak cepat memastikan hak dan pelindungan 33 jemaah umrah yang gagal berangkat sesuai rencana dari Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten.(Foto: Dok. Kemenhaj)

33 Jemaah Umrah Gagal Berangkat, Tertahan di Bandara

Editor
14 Agustus 2026

33 jemaah umrah yang gagal berangkat sesuai rencana dari Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten. SATUJABAR, TANGERANG - Kementerian Haji dan...

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, hadir pada acara peluncuran MoLiNas.(Foto: Humas Kemenperin)

Presiden Luncurkan MoLiNas, Menperin: Momentum Perkuat Kemandirian Industri dan Teknologi Nasional

Editor
14 Agustus 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Pemerintah terus mengakselerasi pengembangan ekosistem kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) sebagai bagian dari transformasi industri nasional...

Presiden Prabowo Subianto bersama para pengemudi ojek online di acara peluncuran Motor Listrik Nasional (MoLiNas).(Foto: Setneg)

Motor Listrik Nasional Didukung Pengguna

Editor
14 Agustus 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Motor Listrik Nasional (MoLiNas) beserta ekosistem pendukung diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto di Fasilitas Produksi ALVA, Cikarang,...

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir meninjau proyek perbaikan jalan.(Foto: Humas Pemkab Sumedang)

Perbaikan Jalan Sumedang: Jalan Darmaraja-Cibugel Diperbaiki

Editor
14 Agustus 2026

SATUJABAR, SUMEDANG - Perbaikan jalan Sumedang terus berlanjut. Kini Pemerintah Kabupaten Sumedang menggarap koridor jalan Darmaraja-Cibugel yang menghubungkan dua kecamatan...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Ahadiat Hotel & Bungalow Bandung