• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Rabu, 14 Januari 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

8 Kali Ditagih Utang Tidak Bayar, Rendi Habisi Cleaning Service RSUD Majalaya

Editor
Selasa, 06 Januari 2026 - 03:44
Ilustrasi pelaku kejahatan.(Foto:Istimewa).

Ilustrasi pelaku kejahatan.(Foto:Istimewa).

SATUJABAR, BANDUNG–Rendi alias Sambo, 43 tahun, kepala petugas kebersihan, atau cleaning service di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Majalaya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, tega membunuh bawahannya. Korban bernama Fikri Ardiansyah, 24 tahun, dihabisi Rendi secara brutal dengan dihantam kapak yang telah dipersiapkan, karena kesal tidak kunjung bayar utang.

Masalah utang-piutang menjadi pemicu kasus pembunuhan yang menggemparkan pegawai dan pengunjung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Majalaya, Kabupaten Bandung. Petugas kebersihan, atau cleaning service, bernama Fikri Ardiansyah, 24 tahun, ditemukan tewas mengenaskan di sebuah gudang di lantai 2 RSUD Majalaya, Minggu (04/01/2026) pagi, sekitar pukul 04.30 WIB.

Kasusnya langsung terungkap, setelah pelaku pembunuan atasan korban sendiri, menyerahkan diri ke kantor polisi. Pelaku bernama Rendi alias Sambo, 43 tahun, kepala cleaning service, yang mengaku telah menghabisi korban menggunakan kapak.

Aksi pembunuhan terjadi, Sabtu (03/01/2026) malam sekitar pukul 19.30 WIB, beberapa jam sebelum mayat korban ditemukan bersimbah darah. Pelaku kesal terhadap korban, karena tidak kunjung bayar utang sebesar Rp.4 juta setelah delapan kali ditagih.

“Kejadian bermula saat pelaku kembali menagih utang sebesar Rp.4 juta kepada korban. Namun, korban kembali beralasan dan mengumbar janji, sehingga membuat pelaku kesal,” ujar Wakasatreskrim Polresta Bandung, AKP Asep Nuron, Selasa (06/01/2026).

Asep mengatakan, pelaku menghabisi korban secara brutal dengan berkali-kali dihantam kapak yang sudah dipersiapkannya. Kapak yang sudah disiapkan sengaja dibawa pelaku dari rumah.

“Pelaku menyerang korban secara brutal hingga meninggal dunia di lokasi kejadian. Lebih dari lima kali kepala korban bagian belakang dihantam kapak yang sudah disiapkan pelaku dari rumah,” kata Asep.

Asep mengungkapkan, pelaku yang sudah mempersiapkan kapak dari rumah, mengindikasikan adanya unsur perencanaan menghabisi korban. Pelaku juga menjerat leher korban dengan tali, untuk memastikan sudah tidak bernyawa.

Tim Satreskrim Polresta Bandung telah melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara), dan membawa jasad korban ke Rumah Sakit Polri Sartika Asih, Kota Bandung, untuk kepentingan otopsi. Pada hari yang sama Markas Polresta (Mapolresta) Bandung, kedatangan pelaku untuk menyerahkan diri.

“Pada hari yang sama, sekitar pukul 04.00 WIB, pelaku berinisial R alias S menyerahkan diri. Hasil penyelidikan, keterangan saksi, serta barang bukti yang ditemukan, mengonfirmasi pelakunya,” ungkap Asep.

Pelaku yang telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan, dijerat Pasal 458 dan/atau Pasal 459 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023, tentang KUHP. Pelaku terancam hukuman pidana maksimal 20 tahun kurungan penjara.

Manajemen RSUD Majalaya telah memberikan keterangan pers terkait kasus pembunuhan tersebut. Wakil Direktur Umum dan SDM RSUD Majalaya, Agus Heri Zukari, menegaskan, pelaku maupun korban bukan sebagai karyawan tetap rumah sakit, melainkan statusnya pekerja dari pihak ketiga, atau perusahaan alih daya (outsourcing).

“Sempat ada kesimpangsiuran karena lokasinya berada di lingkungan rumah sakit (RSUD Majalaya). Namun kami klarifikasi, mereka bukan karyawan rumah sakit, melainkan petugas outsourcing,” ujar Agus.

Agus menyebutkan, kasus pembunuhan terjadi saat jam pelayanan poliklinik sudah berakhir. Lokasi kejadian dan area selitarnya sudah sepi dari aktivitas rumah sakit.

“Mengapa tidak langsung diketahui, karena lokasinya sepi jika pelayanan di lantai 2 sudah tutup,” kata Agus

Agus memastikan, motif pembunuhan bukan dipicu masalah profesional dalam pekerjaan di bagian cleaning service. Diduga kuat masalah pribadi terkait utang-piutang diantara keduanya.

Pihak RSUD Majalaya menyerahkan penanganan kasusnya kepada penyidik Satreskrim Polresta Bandung.

Tags: Cleaning Service RSUD Majalaya Dibunuh Atasanjawa baratKabupaten BandungMotif Utang-PiutangPolresta BandungSatreskrim Polresta Bandung

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.