BANDUNG – Perwakilan 57 eks karyawan Bandung Zoo menyambangi Pewaris (penjaga warisan sunda) di kantor organisasi masyarakat itu di Jalan Braga. Puluhan perwakilan karyawan itu mengutarakan kekecewaannya kepala pengelola Bandung Zoo yang baru, Faunaland.
Dalam pertemuan itu dihadiri Rully Alfiady, koordinator Pewaris yang juga ketua Angkatan Muda Siliwangi serta sejumlah pengurus lainnya seperti Apipudin, Asan, Firden dan lainnya.
Selama pertemuan silaturahmi itu eks karyawan Bandung Zoo mengungkapkan sejumlah hal berkaitan dengan pemutusan hubungan kerja.
Pewaris menampung semua aspirasi yang disampaikan. Seperti meminta pengawalan atas janji pemerintah yang akan menempatkan seluruh eks karyawan Bandung Zoo di sejumlah SKPD di Kota Bandung.
Rully mengungkapkan bahwa mengawal perkara Bandung Zoo bukanlah hal baru karena Pewaris sudah terlibat dalam pengawalan kasus Bandung Zoo sejak tahun lalu.
“Kami akan memantau langkah pemerintah dalam penyelesaian kasus Bandung Zoo”, ujarnya kepada wartawan.
Ditegaskannya ada beberapa hal lain yang juga masih belum tampak kesepakatannya mengenai pengelolaan bandung zoo, seperti keterlibatan masyarakat dalam menjaga keberadaan tradisi yang ada di objek wisata tersebut dan juga keterlibatan keluarga pendiri Bandung Zoo, Ema Bratakusumah dalam pengelolaan kebon binatang tersebut dimasa depan. “Nanti kami berupaya untuk berdialog dengan Pemkot atau pak wali untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang masih menggantung”, paparnya.
Rully juga menjelaskan bahwa sudah menjadi kesepakatan pihak masyarakat dan pemerintah kota untuk bisa mempertahankan Kebun Binatang Bandung sebagai sebuah Heritage alias warisan budaya dan sejarah yang harus tetap ada dan dipertahankan. Lebih lanjut ia menyebutkan.
“Keberadaan Kebun Binatang Bandung sudah seharusnya digawangi oleh tiga pihak yakni Pengelola, Pemerintah Kota, Masyarakat. Hal ini penting agar keberadaan Kebun Binatang Bandung tetap terjaga dan menjadi tanggung jawab semua pihak. Serta penting pula diingatkan bahwa mengelola kebun binatang tidak hanya sekedar memandangnya sebagai bisnis semata.” Tegasnya.
Beberapa hal tersebut menurutnya harus segera diselesaikan karena itu adalah janji pak wali dan pemerintah kota pada publik yang berulang kali disampaikan melalui media.







