• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Selasa, 3 November 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

3 Warga Sukabumi Korban TPPO Disekap di Penampungan Setelah Bayar Puluhan Juta

Editor
Minggu, 10 November 2024 - 12:50
3 Warga Sukabumi Korban TPPO Disekap di Penampungan Setelah Bayar Puluhan Juta

Ilustrasi.(Foto:Istimewa).

SATUJABAR, SUKABUMI– Niat ingin bekerja ke luar negeri, tiga orang warga Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, justru disekap. Ketiga korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) tersebut, dijanjikan bekerja di Arab Saudi setelah membayar hingga puluhan juta.

Ketiga warga Kabupaten Sukabumi, korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) tersebut, berasal dari Kecamatan Kebonpedes, Kecamatan Sagaranten, dan Kecamatan Tegalbuleud. Ketiga korban dijanjikan bekerja di Arab Saudi, dengan iming-iming mendapat gaji besar.

RelatedPosts

Perampokan Rumah Mewah di Indramayu, Istri Pemilik Dianiaya dan Diculik

Kabar Gembira! Keluarga Badak Jawa Penghuni Ujung Kulon Punya Anggota Baru

Pasok Hampir Separuh Pasar Global tapi Dijual Murah, Bahlil Kendalilan Batu Bara

Ketiga korban awalnya mendapat informasi lowongan pekerjaan di Arab Saudi dari media sosial Facebook. Pekerjaan yang dijanjikan menjadi bartender, sopir, dan pegawai restoran.

Alaih-alih dipekerjakan dengan iming-iming kemudahan dan mendapatkan gaji besar, justru mereka menjadi korban penyekapan. Bahkan, para korban telah mengeluarkan uang Rp.19 juta hingga Rp.20 juta, setelah menjalin komunikasi dengan perekrut, mengaku sebagai perantara.

“Para korban berhasil diselamatkan setelah disekap di Bogor, sebelum diberangkatkan ke Arab Saudi. Mereka terjebak modus penipuan sebagai calon pekerja migran, yang akan diberangkatkan secara ilegal,” ujar Pejabat Fungsional Pengantar Kerja Ahli Muda Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sukabumi, Elly Widianingsih kepada wartawan, Sabtu (09/11/2924).

Elly mengatakan, berdasarkan data yang diterima Disnakertrans Kabupaten Sukabumi, jumlah korban yang disekap di penampungan di daerah Kabupaten Bogor, sebanyak 23 orang. Namun, dari 23 korban, hanya empat orang yang terjaring operasi Polres Bogor.

“Jadi, kasus TPPO terungkap setelah petugas kepolisian dari Polres Bogor melakukan operasi. Dari empat korban (TPPO), tiga orang asal Sukabumi dan satu orang lagi dari Cirebon,” kata Elly.

Elly menjelaskan, proses perekrutan para korban dipastikan tidak sah, dan menjebaknya dalam jalur ilegal, sebagai TPPO.

Operasi dilakukan selama dua hari di sebuah rumah yang dijadikan tempat penampungan. Para korban telah disekap selama beberapa bulan oleh perekrut pekerja ilegal sebelum diberangkatkan ke luar negeri, khusunya Arab Saudi.

“Beberapa orang di antara mereka sudah berada di tempat penampungan di Bogor selama empat bulan, menunggu diberangkatkan. Mereka memang tidak mendapat penyiksaan, namun frustasi karena hanya dijanjikan tanpa ada kepastian,” jelas Enny.

Pihak kepolisian dan Disnakertrans Sukabumi mengembalikan ketiga korban ke keluarganya, dan satu korban lainnya ke Cirebon. Proses pemulangan dibantu Pusat Pelayanan Pekerja Migran Indonesia (P3MI).

Untuk mengantisipasi kasus serupa, Disnakertrans Kabupaten Sukabumi mengimbau kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Sukabumi agar tidak mudah percaya dengan tawaran pekerjaan di luar negeri, apalagi melalui media sosial. Alih-alih dipekerjakan dengan iming-iming gaji besar, justru menjebaknya menjadi korban TPPO.

“Kami menyarankan warga untuk selalu memeriksa informasi lowongan pekerjaan migran melalui Disnakertrans Kabupaten Sukabumi, yang memiliki akses langsung ke perusahaan sah dan bisa dipertanggungjawabkan,” ungkap Elly.

Selain itu, Disnakertrans Kabupaten Sukabumi juga menyediakan layanan pembuatan akun siap kerja untuk memudahkan warga dalam mengakses informasi lowongan pekerjaan sesuai dengan kompetensi dan minat. Aplikasi diberi nama Silent Centre, bertujuan menghindari jalur ilegal, yang berisiko dan menjebak menjadi korban TPPO.(chd).

Tags: Disnakerpekerjaanpolres sukabumisukabumitppo

Related Posts

Ilustrasi tempat kejadian perkara (TKP).(Foto:Istimewa).

Perampokan Rumah Mewah di Indramayu, Istri Pemilik Dianiaya dan Diculik

Editor
3 November 2026

SATUJABAR, INDRAMAYU--Sebuah rumah mewah di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, disatroni kawanan peramok. Selain menguras uang tunai, perhiasan emas, dan mobil, pelaku...

Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) kedatangan satu individu anak Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) dan terekam kamera jebak (camera trap) pada tanggal 10 Oktober 2026. Anak badak tersebut terpantau sedang berkubang bersama induknya yang teridentifikasi bernama Desy.(Foto: Dok. TNUK Via Kemenhut)

Kabar Gembira! Keluarga Badak Jawa Penghuni Ujung Kulon Punya Anggota Baru

Editor
3 November 2026

JAKARTA - Kabar gembira datang dari Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK). Satu individu anak Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) kembali...

Tambang batubara dan mineral

Pasok Hampir Separuh Pasar Global tapi Dijual Murah, Bahlil Kendalilan Batu Bara

Editor
3 November 2026

JAKARTA - Tahun lalu, Indonesia memasok hampir separuh batu bara yang diperdagangkan di dunia. Namun, harga batu bara justru jatuh...

Kementerian ESDM Lelang Terbuka Stockpile Bauksit Senilai Rp 200 Miliar di Riau

Soal Izin Tambang, Bahlil: Orang Daerah Harus Kebagian

Editor
3 November 2026

JAKARTA - Nikel ada di Sulawesi dan Maluku, batu bara tersebar di Sumatera dan Kalimantan. Namun, selama ini sebagian besar...

haji,umrah,masjid,arafah,religi

Kemenhaj Blokir PT Assyifa Berkah Mandiri Karena Gagal Pulangkan 95 Jemaah

Editor
3 November 2026

JAKARTA - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia resmi melakukan pemblokiran terhadap akun Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan...

Pembukaan IIFS 2026 dihadiri oleh Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Dian Ediana Rae, Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya Agusman, Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto Adi Budiarso, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, pimpinan serta perwakilan kementerian/lembaga, Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Badan Wakaf Indonesia (BWI), anggota Komite Pengembangan Keuangan Syariah (KPKS), industri jasa keuangan syariah, Dewan Pengawas Syariah, asosiasi, dan akademisi.(Foto: Humas OJK)

Lewat Indonesia Islamic Finance Summit, OJK Perkuat Ekosistem Keuangan Syariah

Editor
3 November 2026

MAKASSAR - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat industri keuangan syariah nasional terus menunjukkan ketahanan dan pertumbuhan positif. Hingga September 2026,...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.