• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Rabu, 16 September 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

208 Tahun Kebun Raya Bogor – Meneruskan Jejak Reinwardt

Editor
Senin, 19 Mei 2025 - 02:28
Prasasti Caspar Georg Carl Reinwardt di Kebun Raya Bogor.(Foto: Humas BRIN)

Prasasti Caspar Georg Carl Reinwardt di Kebun Raya Bogor.(Foto: Humas BRIN)

Mei bukan sekadar penghujung musim hujan bagi Kota Bogor. Di bulan inilah, dua peristiwa penting bagi pelestarian keanekaragaman hayati berpadu: Hari Keanekaragaman Hayati Internasional dan ulang tahun salah satu kebun raya tertua di dunia—Kebun Raya Bogor (KRB), yang kini berusia 208 tahun.

Di pagi yang sejuk pada Senin, 19 Mei 2025, halaman Gedung Samida disesaki tamu-tamu istimewa. Suasana tak sekadar perayaan, tapi juga penuh refleksi. Sejak pertama kali didirikan pada 18 Mei 1817 oleh Caspar Georg Carl Reinwardt, ahli botani Jerman-Belanda, KRB telah menjadi titik awal lahirnya riset ilmiah di Nusantara. Kini, di bawah naungan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), warisan Reinwardt itu terus hidup, terus berkembang.

RelatedPosts

Menbud Fadli Zon Ziarah ke Makam Raden Wijaya Disela-sela Peletakan Batu Pertama Museum Majapahit

Helaran Karnaval Budaya Titik Klimaks Hari Jadi Kuningan ke-528

Bangbayang, Desa di Pinggir Hutan Lindung

Laksana Tri Handoko, Kepala BRIN, berdiri di hadapan para undangan. Ia tidak hanya menyampaikan pidato, tapi menyuarakan harapan. Lima fungsi utama KRB—konservasi tumbuhan langka, riset biodiversitas, pendidikan lingkungan, ekowisata, dan jasa lingkungan—diibaratkannya seperti lima jari yang jika bersinergi, dapat menggenggam masa depan keanekaragaman hayati Indonesia. “Sinergi ini harus dibangun bersama pemerintah daerah, swasta, dan universitas,” ujarnya.

Sorotan hari itu juga tertuju pada revitalisasi monumen Reinwardt—sebuah penghormatan pada sosok pendiri yang menanam benih keilmuan ratusan tahun silam. Ina Lepel, Duta Besar Republik Federal Jerman untuk Indonesia, menyampaikan apresiasi atas inisiatif ini. Baginya, monumen itu bukan sekadar batu dan prasasti, tapi simbol persahabatan dan kolaborasi ilmiah antara Eropa dan Indonesia yang telah terjalin selama dua abad.

“Dari Reinwardt hingga hari ini, kerja sama antara BRIN, Kebun Raya Bogor, dan Jerman terus tumbuh. Kita tidak hanya mengenang sejarah, tapi membangunnya kembali melalui proyek penelitian bersama, pertukaran ilmiah, dan pengembangan kapasitas,” ujar Ina dengan penuh semangat.

Tak hanya seremoni, hari itu juga diisi dengan aksi nyata. Sasa Sofyan Munawar, Direktur Pengelolaan Koleksi Ilmiah BRIN, memimpin penanaman 21 tanaman koleksi baru dari famili Arecaceae dan Annonaceae. Lokasinya tersebar di berbagai titik KRB, bersanding dengan peresmian Rumah Hoya, sebuah rumah kaca yang menampilkan koleksi tanaman eksotis di depan Griya Anggrek.

Apa yang dilakukan hari itu tidak hanya berlangsung di Bogor. Serempak, kelima kebun raya nasional di bawah BRIN—Bogor, Cibodas, Purwodadi, Bali, dan Cibinong—melakukan penanaman koleksi baru, sebagai simbol komitmen bersama memperkuat bioprospeksi dan edukasi lingkungan.

Lebih dari dua abad lalu, Reinwardt menanam pohon pertama sebagai langkah awal membangun kebun ilmu di jantung Bogor. Hari ini, tongkat estafet itu diteruskan oleh para peneliti, penggiat lingkungan, diplomat, dan generasi muda. Kebun Raya Bogor bukan lagi sekadar taman, melainkan simbol hidup dari pengetahuan, konservasi, dan harapan.

Dan seperti alam yang tak pernah berhenti tumbuh, KRB pun akan terus berakar, bertunas, dan berkembang—menjadi ruang belajar, ruang riset, dan ruang harapan bagi bumi yang lebih lestari.

Sumber Naskah & Foto : BRIN

Tags: BRINKebun Raya Bogor

Related Posts

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, melakukan ziarah dan peninjauan ke Petilasan Raden Wijaya di Kawasan Siti Inggil, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. (Foto: Dok. Humas Kemenbud)

Menbud Fadli Zon Ziarah ke Makam Raden Wijaya Disela-sela Peletakan Batu Pertama Museum Majapahit

Editor
15 September 2026

MOJOKERTO - Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, melakukan ziarah dan peninjauan ke Petilasan Raden Wijaya di Kawasan Siti Inggil, Desa...

Helaran Karnaval Budaya Hari Jadi ke-528 Kuningan bertajuk “Tumapak ka Jaman Baheula: Napak Tilas Kuningan” berhasil menyedot antusiasme luar biasa dari ribuan warga yang tumpah ruah ke jalanan, Minggu (13/9/2026).(Foto: Diskominfo Kab. Kuningan)

Helaran Karnaval Budaya Titik Klimaks Hari Jadi Kuningan ke-528

Editor
14 September 2026

KUNINGAN – Helaran Karnaval Budaya Hari Jadi ke-528 Kuningan  bertajuk “Tumapak ka Jaman Baheula: Napak Tilas Kuningan” berhasil menyedot antusiasme...

Salah satu area di kampung buhun, Bangbayang, Desa Bangbayang, Kecamatan Situraja Kabupaten Sumedang.(Foto: Diskominfo Kab. Sumedang)

Bangbayang, Desa di Pinggir Hutan Lindung

Editor
13 September 2026

Jumlah rumah di kampung buhun, Bangbayang, Desa Bangbayang, Kecamatan Situraja tak pernah bertambah. Jumlahnya selalu 70 rumah, tak kurang dan...

– Gelaran budaya dan olahraga tahunan Desa Suganangan, Kecamatan Cipicung, Kabupaten Kuningan kembali bergulir. Mengusung tajuk “Nyimas Lenggangherang Jilid 5: Sport n’ Ethno Carnaval”, kegiatan ini resmi dibuka pada Kamis (10/9/2026), bertempat di Stadion Rana Diraksa.(Foto: Diskominfo Kab. Kuningan)

Gelar Budaya dan Olahraga Desa Suganangan Membangun Kolaborasi

Editor
11 September 2026

KUNINGAN – Gelaran budaya dan olahraga tahunan Desa Suganangan, Kecamatan Cipicung, Kabupaten Kuningan kembali bergulir. Mengusung tajuk “Nyimas Lenggangherang Jilid...

Rapat persiapan Karnaval Budaya di Hari Jadi Kabupaten Kuningan.(Foto: Dok. Diskominfo Kab. Kuningan)

Hari Jadi Kabupaten Kuningan ke-528, Kirab Sejarah di Ujung Perayaan

Editor
8 September 2026

Hari Jadi Kabupaten Kuningan ke-528 akan diwarnai dengan Karnaval Budaya yang persiapannya terus dimatangkan. Mengusung tema “Tumapak Ka Jaman Baheula:...

Ribuan warga Kuningan tumpah ruah menyaksikan helaran tradisi budaya Seba Sapton dan Babarit yang digelar dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-528 Kuningan, Sabtu (5/9/2026).(Foto: Diskominfo Kab. Kuningan)

Meriahnya Tradisi Budaya Seba Sapton dan Babarit di Hari Jadi Kuningan

Editor
6 September 2026

Ribuan warga Kuningan tumpah ruah menyaksikan helaran tradisi budaya Seba Sapton dan Babarit yang digelar dalam rangkaian peringatan Hari Jadi...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.