• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Jumat, 26 Juni 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
Advertisement
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

10 Pegawai dan Perawat RSUD Syamsudin Sukabumi Positif Napza

Editor
Jumat, 15 Agustus 2025 - 06:48
Narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (Napza).(Foto:Istimewa).

Narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (Napza).(Foto:Istimewa).

SATUJABAR, SUKABUMI–Sebanyak sepuluh pegawai dan perawat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syamsudin Kota Sukabumi, Jawa Barat, dinyatakan positif narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (Napza). Temuan tersebut hasil screening program Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K-3), yang dilaksanakan secara berkala.

Dari sepuluh pegawai dan perawat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syamsudin Kota Sukabumi, yang positif narkotika, piskotropika, dan zat aditif (Napza), empat orang berstatus ASN (Aparatur Sipil Negara). Sisanya tenaga kontrak dan outsourcing.

RelatedPosts

Menteri Bahlil: Blok Masela Dibangun 2027

Peran Kanitreskrim Polsek Jatinangor, Ipda Hendi Dibalik Penangkapan Taufik Hidayat

Ekspor Produk Perikanan Indonesia USD 6,27 miliar

Menurut Plt Direktur Utama (Dirut) RSUD Syamsudin, Yanyan Rusyandi, temuan pegawai dan perawat positif Napza hasil program Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) rumah sakit yang dilaksanakan secara berkala. Hasil screening juga mencakup tes penyakit hepatitis dan kanker leher rahim.

“Tahun lalu, kami screening di unit yang berisiko tinggi, salah satunya unit anestesi dan farmasi, semua negatif. Tahun ini, kita lakukan lagi, hasilnya ada 10 pegawai dinyatakan positif Napza,” ujar Yanyan, dalam keterangannya, Jum’at (15/08/2025).

Yanyan menjelaskan, empat orang berstatus ASN, langsung dibebastugaskan sementara sesuai aturan disiplin ASN. Proses Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dilakukan secara mandiri di rumah sakit sebelum dilaporkan ke Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK), yakni Walikota Sukabumi.

“Pak Wali (Walikota Sukabumi) mengarahkan tegas sesuai regulasi. Saat ini, ASN diproses ke BKPSDM dan Inspektorat,” jelas Yanyan.

Sementara enam pegawai lainnya terdiri dari lima perawat, empat tenaga administrasi, dan satu pekerja outsourcing. Semuanya laki-laki, diberhentikan dari pekerjaannya.

Yanyan mengungkapkan, motif pegawai menggunakan napza cukup beragam. Ada dilatarbelakangi masalah keluarga, dan juga awalnya hanya coba-coba.

“Ada karena stres masalah keluarga, kebiasaan lama kambuh, dan awalnya hanya coba-coba. Dipastikan bukan karena beban kerja, tidak ada dari mereka menggunakan saat jam kerja,” ungkap Yanyan.

Yanyan menegaskan, rumah sakit sudah memperketat pengamanan obat-obatan Napza di instalasi farmasi dan anestesi. Namun, tetap saja masih kecolongan, sebagian obat-obatab diperoleh dari farmasi.

Pihak rumah sakit akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian terkait masalah penanganannya  Penataan administrasi pegawai dan memastikan pelayanan pasien tidak terganggu, menjadi fokus manajemen rumah sakit.

“Kami ingin pastikan pasien dilayani pegawai yang sehat. Kalau nanti keputusannya harus berkoordinasi atau diteruskan ke pihak kepolisian, sesuai hasil pemeriksaan lanjutan menunggu dari BKPSDM,” tutup Yanyan.

Tags: jawa baratPegawai RSUD Syamsudin Sukabumi Positif Napzapemkot sukabumiRSUD Syamsudin Kota Sukabumi

Related Posts

Tambang minyak dan gas

Menteri Bahlil: Blok Masela Dibangun 2027

Editor
26 Juni 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan proyek ladang gas raksasa Abadi Masela di...

Taufik Hidayat (30), pelaku penyekapan dan penganiayaan saat dibawa ke Mapolda Jabar.(Foto:Istimewa).

Peran Kanitreskrim Polsek Jatinangor, Ipda Hendi Dibalik Penangkapan Taufik Hidayat

Editor
26 Juni 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Dalam upaya memburu Taufik Hidayat oleh Tim Resmob Polda Jawa Barat, ada peran Kanitreskrim Polsek Jatinangor, Ipda Hendi Setiawan,...

Kapal nelayan, perikanan laut.

Ekspor Produk Perikanan Indonesia USD 6,27 miliar

Editor
26 Juni 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Ekspor produk perikanan Indonesia USD 6,27 miliar berdasarkan data periode tahun 2025-2026 ini. Adapun komoditas utamanya adalah...

Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) bank bjb dengan Kadin Jabar.

Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Jawa Barat, bank bjb Perkuat Sinergi Strategis dengan Whuush Ojol, KADIN Jabar, dan MUJ

Editor
26 Juni 2026

BANDUNG – bank bjb kembali menegaskan komitmennya sebagai mitra strategis pembangunan daerah melalui penandatanganan tiga Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT...

Penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) bank bjb dengan PT Primajasa Perdanarayautama terkait pemanfaatan produk dan jasa layanan perbankan.(Foto: Dok. bank bjb)

bank bjb Perluas Kemitraan Korporasi Melalui Kerja Sama Strategis dengan Primajasa

Editor
26 Juni 2026

SATUJABAR, JAKARTA – bank bjb kembali memperkuat komitmennya dalam mendukung pengembangan dunia usaha melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU)...

Harga emas hari ini antam melambung tinggi, harga emas, harga emas hari ini

Harga Emas Jum’at 26/6/2026 Antam Rp 2.655.000 Per Gram

Editor
26 Juni 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Jum’at 26/6/2026 jenis batangan Antam, dikutip dari situs Aneka Tambang dijual Rp 2.655.000 per gram...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.