• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Rabu, 14 Oktober 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Waste Station dari Bahan Daur Ulang Pertama di Indonesia ada di Kota Bogor

Editor
Minggu, 27 September 2026 - 05:27
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim.(Foto: Humas Pemkot Bogor)

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim.(Foto: Humas Pemkot Bogor)

BOGOR – Balai Kota Bogor menjadi kantor pemerintahan sekaligus kantor kepala daerah pertama di Indonesia yang memiliki fasilitas Waste Station dengan menggunakan material konstruksi berbahan daur ulang sepenuhnya. Fasilitas ini sekaligus menjadi ruang edukasi publik terkait pengelolaan sampah.

Waste Station tersebut merupakan kolaborasi antara Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama Rekosistem, Yayasan Materia, Ford Foundation, Parongpong RAWHAUS, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Lingkungan Hidup yang diluncurkan pada Sabtu (26/9/2026) di Balai Kota Bogor.

RelatedPosts

Kemenkes & Pemerintah Inggris Luncurkan Tangguh+

IKOPIN University: Menkop Kukuhkan Prof. Yudi Azis Sebagai Rektor

Pariwisata Flores Jalani Pemulihan, Didorong Camino de Flores

Inisiasi ini menjadi bagian dari komitmen membangun ekosistem pengelolaan sampah serta mendorong penyelesaian sampah dari sumbernya.

Gagasan tersebut diawali dari pertemuan Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, dengan CEO dan Co-Founder Rekosistem, Ernest Christian Layman, pada tahun lalu.

Dari pertemuan tersebut, Dedie Rachim kemudian mengajak para penggiat lingkungan Kota Bogor mengunjungi Rekosistem di Bogor Selatan untuk mempelajari bagaimana membangun ekosistem pengelolaan persampahan.

Komitmen tersebut terus berlanjut hingga menghadirkan Waste Station di Balai Kota Bogor. Fasilitas ini dibangun melalui kolaborasi dengan menggunakan material konstruksi berbahan daur ulang sampah dan dapat diselesaikan dalam waktu enam jam.

Dedie Rachim mengatakan, kehadiran Waste Station merupakan bagian dari upaya memastikan arah kebijakan pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir berjalan secara berkelanjutan.

“Dengan adanya Waste Station, akses masyarakat menjadi lebih mudah. Tujuannya agar masyarakat lebih gampang, karena di sini mobilitasnya sangat tinggi. Banyak masyarakat yang beraktivitas di sekitar Balai Kota. Ketika mereka datang ke sini, botol-botol atau sampah setelah beraktivitas, seperti selesai berlari atau minum menggunakan botol, bisa langsung dibawa ke sini,” ungkap Dedie Rachim dilansir laman Pemkot Bogor.

Menurutnya, pemberian reward kepada masyarakat juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya memilah sampah dan menyelesaikannya dari sumbernya, sekaligus membiasakan masyarakat tidak membuang sampah sembarangan.

“Kalau Waste to Energy Plant, kita sudah pastikan Kota Bogor akan memiliki dan saat ini dalam proses pembangunan. Dibangun dalam waktu dua tahun ke depan. Jadi ini bagian dari satu proses besar kebijakan tentang pengelolaan sampah dari hulu ke hilir di Kota Bogor,” ujar Dedie Rachim.

Selain sebagai sarana edukasi publik, Waste Station ini juga menjadi contoh bagi perkantoran dalam melakukan tata kelola penanganan persampahan dan menyelesaikan sampah dari sumbernya.

“Jadi memang ini yang kita inginkan, sampah itu betul-betul terkelola dari hulu ke hilir. Kita ingin sampah yang ada di perkantoran selesai di perkantoran. Kemudian sampah yang sudah dipilah ada yang masuk ke Waste Station, ada yang diolah langsung dan memiliki nilai manfaat ekonomi, serta ada yang masuk ke PSEL,” jelasnya.

CEO Parongpong RAW Lab, Rendy Aditya Wachid mengatakan, Waste Station tersebut dibangun menggunakan material oriplast yang berasal dari sampah di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS).

Menurutnya, selama ini masyarakat hanya mengenal tiga jenis sampah, yaitu sampah daur ulang, sampah kompos, dan sampah yang dianggap tidak dapat dimanfaatkan. Melalui Waste Station berbahan oriplast di kantor Wali Kota Bogor ini, masyarakat dapat melihat bahwa sampah dapat diolah menjadi material baru.

“Waste Station ini menjadi contoh bahwa sampah yang tadinya tidak bisa diapakan ternyata bisa diolah menjadi material baru dengan kekuatan 15 ton per meter persegi. Fungsinya sama seperti kayu, namun tidak ada satu batang bahkan satu ranting pun kayu yang ditebang untuk membuat material ini,” ungkap Rendy.

Ia menjelaskan, produksi material tersebut dilakukan 100 persen di Indonesia dan pengolahannya tidak melalui proses pembakaran.

“Melalui ini kita mengedukasi bahwa tidak ada yang namanya sampah, yang ada hanyalah material yang belum direvitalisasi. Kita juga ingin memperlihatkan bahwa kita memiliki produk yang bagus dan kuat tanpa harus mengorbankan kebutuhan generasi masa depan,” ujarnya.

Masyarakat dapat mengakses layanan ini dengan membawa sampah yang akan dikonversi menjadi uang atau saldo. Saldo tersebut dapat masuk langsung ke dompet digital maupun rekening bank melalui aplikasi Rekosistem.

Tags: Waste Station

Related Posts

Kemenkes & Pemerintah Inggris Luncurkan Tangguh+

Editor
14 Oktober 2026

JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI bersama Pemerintah Inggris meluncurkan UK–Indonesia Health Partnership Platform atau Tangguh+ untuk memperkuat kerja sama...

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono (kiri) mengukuhkan Prof. Yudi Azis sebagai Rektor Universitas Koperasi Indonesia (IKOPIN) periode 2026–2031 di Kampus IKOPIN, Jatinangor, Selasa (13/10/2026).

IKOPIN University: Menkop Kukuhkan Prof. Yudi Azis Sebagai Rektor

Editor
14 Oktober 2026

JATINANGOR - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengukuhkan Prof. Yudi Azis sebagai Rektor Universitas Koperasi Indonesia (IKOPIN) periode 2026–2031 di...

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana bersama jajaran dalam peluncuran Camino de Flores: The Sacred Journey of Flores di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Selasa (13/10/2026).(Foto: Dok. Kemenpar)

Pariwisata Flores Jalani Pemulihan, Didorong Camino de Flores

Editor
14 Oktober 2026

JAKARTA - Pariwisata berperan strategis dalam pemulihan Flores pascagempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), melalui pemerataan manfaat ekonomi dan...

Menpora) Erick Thohir menyampaikan penyelenggaraan Indonesia Youth Summit 2026 pada acara konferensi pers di Loby Kemenpora, Jakarta, Selasa (13/10) siang.(foto:Andre/kemenpora.go.id)

Hari Sumpah Pemuda, Kemenpora Gelar Indonesia Youth Summit

Editor
14 Oktober 2026

JAKARTA - Hari Sumpah Pemuda (HSP) jatuh pada 28 Oktober 2026 mendatang. Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) akan menyelenggarakan Indonesia...

Harga emas hari ini antam melambung tinggi, harga emas, harga emas hari ini

Harga Emas Rabu 14/10/2026 Antam Rp 2.574.000 Per Gram

Editor
14 Oktober 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Rabu 14/10/2026 jenis batangan Antam, dikutip dari situs Aneka Tambang dijual Rp 2.574.000 per gram...

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, meninjau langsung pembangunan jalan, Senin (12/10/2026).(Foto: Humas Pemkot Bogor)

Wali Kota Cek Pembangunan Jalan di Katulampa Bogor

Editor
14 Oktober 2026

BOGOR - Pemerataan pembangunan dan konektivitas antarwilayah serta peningkatan aksesibilitas di Kota Bogor terus diperluas ke berbagai wilayah, sehingga pembangunan...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.