• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Rabu, 24 Juni 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
Advertisement
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Waralaba Dorong UMKM Naik Kelas, Ungkap Wamendag Roro

Editor
Jumat, 08 Mei 2026 - 05:15
Sektor waralaba memainkan peran signifikan dalam mendorong UMKM naik kelas, kata Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri saat membuka secara resmi Franchise & License Expo Indonesia (FLEI) 2026, Kamis (7/5), di JIExpo Kemayoran, Jakarta.(Foto: Humas Kemendag)

Sektor waralaba memainkan peran signifikan dalam mendorong UMKM naik kelas, kata Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri saat membuka secara resmi Franchise & License Expo Indonesia (FLEI) 2026, Kamis (7/5), di JIExpo Kemayoran, Jakarta.(Foto: Humas Kemendag)

SATUJABAR, JAKARTA – Waralaba menjadi sarana strategis dalam upaya mendorong UMKM untuk naik kelas. Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri mengatakan sektor waralaba dinilai memainkan peran signifikan dan menghadirkan pilihan strategis bagi usaha Masyarakat khususnya UMKM. Hal itu dikatakannya dalam acara “Dari Lokal Ke Global” di Franchise & License Expo Indonesia (FLEI) 2026, Kamis (7 Mei 2026), di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Wamendag Roro memaparkan bahwa saat ini rasio kewirausahaan di Indonesia masih berada di kisaran 3,29 persen dari total angkatan kerja. Untuk mencapai status negara maju, Indonesia perlu mendongkrak angka tersebut hingga mencapai minimal 10 sampai 12 persen. Dalam upaya ini, waralaba diperhitungkan sebagai instrumen yang potensial. “Waralaba merupakan model bisnis yang efektif untuk mempercepat lahirnya wirausaha baru karena bersifat terstandardisasi dan mudah diprediksi. Kementerian Perdagangan berkomitmen penuh dalam mendukung perkembangan kewirausahaan nasional,” ujar Wamendag Roro.

RelatedPosts

Menteri UMKM: Suku Bunga Pinjaman PNM Mekar Turun Jadi 8 Persen

Kementerian UMKM Ajak Masyarakat Gunakan Produk Olahraga Lokal Lewat UMKM 5K Run

IKM Didorong Cerdas Lihat Perilaku Konsumen

Wamendag Roro juga menambahkan bahwa model bisnis ini relevan bagi berbagai kalangan, dari generasi muda yang penuh ide kreatif, ibu rumah tangga, hingga mereka yang memasuki masa purnatugas dan ingin memulai kegiatan baru yang produktif. Hal ini menegaskan sisi inklusivitas model bisnis waralaba. Wamendag Roro meyakini ajang FLEI 2026 ini mampu menyajikan informasi segar bagi masyarakat terkait tren terkini dan prospek pasar.

Masa Depan Industri Waralaba

Senada dengan hal tersebut, Presiden Direktur dari PT Pameran Peluang Bisnis, Royanto Handaya menyatakan optimismenya terhadap masa depan industri waralaba tanah air yang terus menunjukkan tren positif. Menilik kiprah pameran FLEI sejak pertama kali diselenggarakan pada 2002, FLEI telah berkembang pesat dari sekadar pameran menjadi sebuah ekosistem bisnis yang hidup. “Pencapaian ini bukan semata tentang signifikansi angka, tetapi juga cerminan dari relevansi waralaba yang memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat struktur perekonomian Indonesia,” tegas Royanto. Menurutnya, adaptabilitas model bisnis waralaba saat ini membuktikan bahwa sektor ini tetap menjadi pilar yang relevan bagi pertumbuhan ekonomi di berbagai lapisan masyarakat.

Sementara itu, Ketua Umum Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI), Levita Ginting Sumpit menyoroti bahwa pascapandemi, bisnis waralaba merupakan salah satu sektor yang paling cepat pulih. Kepercayaan masyarakat terhadap sektor ini juga tecermin dari performa finansial yang impresif. “Industri waralaba kita mencatatkan total omzet mencapai Rp143,25 triliun sepanjang tahun 2024 dengan penyerapan tenaga kerja yang mencapai 98.000 orang. Angka tersebut membuktikan daya tahan sektor ini di tengah dinamika pasar,” ujar Levita.

Lebih lanjut, Wamendag Roro mengingatkan pentingnya aspek legalitas demi memastikan keberlanjutan ekosistem yang sehat. Ia mengimbau seluruh pelaku usaha dan peserta pameran untuk memastikan telah memiliki Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW) sebelum mencantumkan label waralaba pada media promosi bisnis, baik brosur maupun media sosial.

“Kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap cermat dan bijak dalam memilih penawaran bisnis dengan menggunakan prinsip 2L, yaitu Legal dan Logis. Kami berharap masyarakat tidak mudah tergiur oleh janji keuntungan tetap yang tidak masuk akal atau klaim bebas risiko,” tambah Wamendag Roro.

Biaya Logistik

Melengkapi aspek operasional, Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Pengembangan Ekspor Kadin, Juan Permata Adoe menyoroti bahwa biaya logistik masih menjadi tantangan besar yang membayangi daya saing industri nasional. Ia menekankan bahwa dukungan terhadap pelaku usaha perlu dirumuskan dalam kebijakan yang konkret agar tercipta iklim usaha yang lebih kompetitif. “Kita membutuhkan kebijakan yang benar-benar sinkron antarinstansi pemerintah agar hambatan di lapangan dapat terurai secara efektif,” tegas Juan.

Sementara itu, para pelaku usaha menyambut baik hadirnya pameran seperti FLEI 2026 ini. Marketing Manajer dari Dawa Minuman Rempah, Ruli Arman mengungkapkan bahwa Dawa konsisten mengikuti berbagai pameran bisnis, salah satunya FLEI 2026. Ruli menyaksikan banyak transaksi dapat dibukukan melalui ajang seperti ini. “Dawa berdiri pada era covid dan baru setahun ke belakang melakukan ekspansi besar melalui kemitraan. Hingga saat ini, Dawa telah memiliki 200 outlet di Indonesia. Harga kemitraan yang kami tawarkan juga cukup terjangkau, begitu pula produk yang dijual. Hal tersebut kami desain agar memudahkan masyarakat yang ingin berbisnis dan dalam waktu yang sama turut memopulerkan minuman rempah asli Indonesia sebagai gaya hidup,” tandas Ruli.

Dukungan Pemerintah

CEO Makko Nusantara Sakti, Christopher Sebastian mengungkapkan apresiasinya atas kunjungan Wamendag Roro di gerai Goku Fuwa yang berada di bawah naungan manajemen Makko. Christopher meyakini pentingnya dukungan pemerintah dalam ekosistem bisnis waralaba sekaligus dalam memperluas kesempatan bagi masyarakat untuk berusaha. “Kami senang sekali atas kunjungan Wamendag tadi dan berharap dukungan nyata dari pemerintah terus hadir bagi kami pelaku usaha. Selama empat hari ke depan di pameran ini, kami menantikan munculnya banyak mitra baru bagi beberapa bisnis kami,” kata Christopher.

Pada kesempatan ini, Wamendag Roro didampingi oleh Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Iqbal Shoffan Shofwan dan Direktur Bina Usaha Perdagangan, Franciska Simanjuntak. Menutup sambutannya, Wamendag Roro optimistis bahwa melalui FLEI 2026 ini, UMKM lokal dapat lebih mudah melakukan eskalasi bisnis dan naik kelas sehingga kontribusi sektor perdagangan terhadap PDB nasional terus meningkat secara berkelanjutan.

Tags: Dyah Roro EstiumkmWakil Menteri PerdaganganWamendagwaralaba

Related Posts

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman.(Foto: Humas Kementerian UMKM)

Menteri UMKM: Suku Bunga Pinjaman PNM Mekar Turun Jadi 8 Persen

Editor
23 Juni 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengumumkan penurunan suku bunga pinjaman Program Membina Ekonomi...

(Foto: Kementerian UMKM)

Kementerian UMKM Ajak Masyarakat Gunakan Produk Olahraga Lokal Lewat UMKM 5K Run

Editor
22 Juni 2026

SATUJABAR, JAKARTA -Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mengajak masyarakat untuk semakin mencintai dan menggunakan produk olahraga buatan dalam...

Produk IKM Indonesia.(Foto: Dok. Kemenperin)

IKM Didorong Cerdas Lihat Perilaku Konsumen

Editor
20 Juni 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Industri kreatif nasional memiliki peluang besar untuk terus tumbuh seiring meningkatnya jumlah konsumen dari kalangan generasi muda...

Parfum Stick Balm “Timeless by Six”.(Foto: Dok. Kemendag)

Parfum Stick Balm “Timeless by Six” Berawal dari Tugas Kuliah

Editor
18 Juni 2026

Jumat pagi (12/6/2026) di Auditorium Andi Hakim Nasution, IPB University, Bogor, Jawa Barat. Auditorium ramai dengan mahasiswa, pelaku usaha muda,...

Kegiatan Bootcamp Wiramuda Hebat Tahun 2026, yang bertempat di Gedung Bela Negara, Jalan Cipanas Baru, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Rabu (17/6/2026). ‎(Foto: Nijma Tazkiyatun Nafsi/ Diskominfo Kab. Garut)

Bootcamp Wiramuda Hebat di Garut Terus Berinovasi

Editor
18 Juni 2026

Bootcamp Wiramuda Hebat diikuti pemuda pilihan yang menyisihkan ratusan pendaftar lainnya. Dari 265 pendaftar, hanya 40 peserta yang lolos seleksi....

Jeni Tahu Populer dari kedelai

Perajin Tahu Tempe Tertekan Harga Kedelai, Farhan: Lebih Efisien

Editor
13 Juni 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Perajin tahu dan tempe adalah salah satu klaster UMKM yang terdampak kenaikan harga kedelai. Gejolak harganya menjadi...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.