• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Minggu, 6 September 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Wamenkes Ajak Masyarakat Kenali Tanda-Tanda Gangguan Jiwa Sejak Dini

Editor
Minggu, 06 September 2026 - 10:35
Depresi, sakit jiwa,gangguan jiwa

Ilustrasi depresi.(pixabay)

JAKARTA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan jiwa dengan mengenali tanda-tanda gangguan jiwa sejak dini dan tidak ragu mencari pertolongan. Gangguan jiwa dapat dialami siapa saja, tanpa mengenal usia, jenis kelamin, maupun status ekonomi.

Wakil Menteri Kesehatan Prof. Dante Saksono Harbuwono mengatakan, kesehatan jiwa kerap tidak terlihat secara kasat mata sehingga banyak orang yang mengalami masalah kejiwaan tidak segera mendapatkan pertolongan.

RelatedPosts

Inovasi ParagonCorp, Kembangkan Produk dari Consumer Insight

Indonesia Tuan Rumah Radiodays Asia 2026

Ketika Fadli Zon Mengenang Seniman Nasirun

“Orang sebenarnya kelihatan sehat, tetapi kalau kita evaluasi, dia punya masalah. Tidak kelihatan secara fisik, tetapi secara mental dia punya masalah. Ini banyak sekali terjadi di lingkungan kita sehari-hari,” ujar Prof. Dante dalam Media Briefing Kesehatan Jiwa di RS Soeharto Heerdjan, Jakarta, Jumat (4/9/2026).

Karena kondisi tersebut kerap tidak terlihat, Prof. Dante mengajak masyarakat untuk lebih peka terhadap perubahan yang terjadi pada orang-orang di sekitarnya dan tidak menunggu hingga masalah berkembang menjadi krisis. Menurutnya, setiap orang dapat berperan membantu mereka yang sedang menghadapi masalah kejiwaan, tanpa harus menjadi seorang ahli.

“Tidak perlu menjadi ahli untuk menolong orang yang mengalami gangguan jiwa. Mulai dengan empat langkah sederhana: Tanya, Dengarkan, Temani, dan Hubungkan,” kata Prof. Dante.

Langkah pertama adalah Tanya, dengan berani menanyakan kondisi seseorang ketika terlihat mengalami perubahan. Kedua, Dengarkan, dengan memberikan ruang untuk bercerita tanpa menghakimi. Ketiga, Temani, agar mereka mengetahui bahwa tidak harus menghadapi masalah seorang diri. Keempat, Hubungkan, yaitu membantu menghubungkan mereka dengan keluarga atau tenaga profesional apabila membutuhkan bantuan lebih lanjut.

Empat langkah tersebut penting dilakukan karena masalah kesehatan jiwa sering kali berkembang secara perlahan dan tidak langsung terlihat. Dukungan dari lingkungan terdekat dapat membantu seseorang mendapatkan pertolongan lebih awal, terutama ketika mulai menunjukkan tanda-tanda masalah kejiwaan.

Secara global, kata Prof. Dante, sekitar 1 dari 7 orang hidup dengan gangguan kejiwaan. Kondisi tersebut dapat berdampak signifikan terhadap kualitas hidup dan menjadi salah satu masalah kesehatan yang perlu mendapatkan perhatian serius.

Untuk itu, masyarakat perlu mengenali perubahan yang terjadi pada aspek fisik, emosi, maupun perilaku, terutama apabila berlangsung secara konsisten selama lebih dari dua minggu. Gejalanya dapat berupa gangguan pola tidur, merasa lemas berulang, perubahan berat badan, mudah tersinggung, kecemasan berlebihan, sulit berkonsentrasi, hingga perubahan pola bicara dan aktivitas yang mencolok.

“Jangan tunggu sampai krisis. Gejala yang muncul sejak awal harus ditangani agar tidak berkembang menjadi krisis,” tegasnya.

Upaya deteksi dini juga terus diperkuat Kemenkes melalui Cek Kesehatan Gratis (CKG). Dari pelaksanaan CKG, ditemukan sekitar 35.000 anak atau 1,08 persen yang teridentifikasi mengalami gangguan jiwa. Sementara pada kelompok dewasa, ditemukan sekitar 186.000 orang dengan gangguan depresi dan kecemasan.

Selain melalui CKG, skrining kesehatan jiwa juga dapat dilakukan secara mandiri melalui SATUSEHAT menggunakan kuesioner Self Reporting Questionnaire (SRQ-20). Hasil skrining dapat membantu seseorang mengenali kondisi kesehatan jiwanya dan menentukan apakah membutuhkan konsultasi lebih lanjut dengan tenaga kesehatan.

Kemenkes juga terus memperkuat layanan kesehatan jiwa pada berbagai kelompok usia, mulai dari ibu hamil, ibu pasca melahirkan, anak, remaja hingga dewasa, sehingga masalah kesehatan jiwa dapat dikenali dan ditangani sedini mungkin.

Masyarakat yang membutuhkan dukungan dalam menghadapi masalah kesehatan jiwa juga dapat mengakses Healing119 secara gratis melalui 119 ekstensi 8. Layanan ini menyediakan dukungan psikologis dan dapat membantu menghubungkan masyarakat dengan pertolongan yang sesuai.

Tags: Dante Saksono Harbuwonogangguan jiwawamenkes

Related Posts

Inovasi produk Paragoncorp.(Foto: Istimewa)

Inovasi ParagonCorp, Kembangkan Produk dari Consumer Insight

Editor
5 September 2026

Memahami kebutuhan, pengalaman, dan perubahan perilaku konsumen menjadi salah satu sumber insight bagi ParagonCorp dalam mengembangkan produk dan inovasi yang...

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, memberi sambutan pada acara Radiodays Asia 2026 di Hotel Aryaduta, Jakarta, Rabu (2/9/2026).(Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekonomi Kreatif)

Indonesia Tuan Rumah Radiodays Asia 2026

Editor
3 September 2026

JAKARTA - Indonesia kembali menjadi tuan rumah Radiodays Asia 2026 yang berlangsung pada 1–3 September 2026 di Hotel Aryaduta, Jakarta....

Tazkiah Seninman Nasirun.(Foto: Humas Kemenbud)

Ketika Fadli Zon Mengenang Seniman Nasirun

Editor
30 Agustus 2026

YOGYAKARTA - Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, hadir dalam takziah yang diselenggarakan oleh keluarga maestro seniman seni rupa Indonesia, Nasirun,...

Ketua TP PKK Kota Bogor, Yantie Rachim mendukung penyelenggaraan ChocoRun 2026 by Chocolaspa sebagai bagian dari upaya membangun budaya hidup.(Foto: Humas Pemkot Bogor)

ChocoRun 2026 Dorong Perempuan Aktif di Kota Bogor Jaga Kesehatan

Editor
25 Agustus 2026

BOGOR - Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Bogor, Yantie Rachim mendukung penyelenggaraan ChocoRun 2026 by...

Stage di Festival lalala fest 2026 di JIexpo Kemayoran, Jakarta, Minggu 23/08/2026.(Foto: Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekraf)

LaLaLa Fest 2026, Wamen Ekraf: Bukti IP Kreatif Mampu Mendunia

Editor
25 Agustus 2026

LaLaLa Fest 2026 berlangsung di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (23/8). JAKARTA - Pemerintah mendukung penuh potensi...

bank bjb Buka Early Access Jersey PERSIB 2026/2027, Hadirkan Akses Eksklusif bagi Nasabah

bank bjb Buka Early Access Jersey PERSIB 2026/2027, Hadirkan Akses Eksklusif bagi Nasabah

Editor
24 Agustus 2026

BANDUNG – Kolaborasi bank bjb dan PERSIB memasuki babak baru. Setelah mengukuhkan kerja sama sebagai Official Banking Partner PERSIB untuk...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.