SATUJABAR, SUMEDANG – Universitas Padjadjaran meresmikan Padjadjaran Center For Sweet Potato Research and Innovation Excellence (Praise). Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy meresmikan Praise di Unpad Jatinangor, Selasa (13/1/2026).
Gedung Praise berdiri diatas lahan seluas 800 meter persegi dengan dua unit bangunan, masing-masing memiliki dua lantai. Gedung sisi utara difungsikan sebagai lobby, ruang pertemuan, laboratorium kultur jaringan, serta dilengkapi mes untuk mahasiswa atau peneliti yang membutuhkan akomodasi penelitian jangka panjang.
Sementara gedung sisi Selatan digunakan sebagai laboratorium umum dan kantor pengelola pusat riset. Fasilitas ini memungkinkan dilaksanakannya kegiatan riset, pengembangan kultur jaringan, hingga proses perbanyakan stek ubi jalar yang sehat dan bebas penyakit.
Wakil Bupati M Fajar Aldila yang hadir di lokasi menyebutkan, peresmian Praise menjadi salah satu terobosan Unpad. “Saya mengapresiasi setinggi-tingginya. Karena ini bisa memberikan salah satu dampak positif terkait ketahanan pangan,” kata Fajar melalui keterangan resmi Humas Pemkab Sumedang.
Menurutnya, Kabupaten Sumedang akan selalu terbuka diskusi kepada para akedimisi. “Kami siap kolaborasi ,”kata Fajar.
Sementara itu, Presiden Komisaris PT Triputra Utama Selaras yang juga alumni Unpad, Ellyus Achiruddin merupakan donatur pembangunan gedung Praise mengatakan, gedung yang dibangun bukan hanya bangunan fisik semata. “Tetapi merupakan simbol dari harapan bahwa ilmu pengetahuan, reseach, inovasi pertanian Indonesia harus terus tumbuh kuat dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Ellyus yang merupakan alumni Fakultas Pertanian Unpad angkatan 1974.
Ia menyebutkan, dengan penuh keiklasan memberikan gedung ini sebagai hibah kepada Universitas Padjadjaran untuk dikeloal dan dimangfaatkan sebesar-besarnya bagi pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Menteri Bappenas Rachmat Pambudy merasa bersyukur bisa meresmikan Gedung Praise. “Ini kolaborasi antara perguruan tinggi, alumninya. Ini konsep kerjasama internasional yang sekarang dikerjakan. Ini model bagaimana bisa melakukan kolaborasi dengan ide yang sederhana, tetapi menajdi infek yang sangat besar,” katanya.
Menurutnya, ubi jalar menjadi simbol kebangkitan pangan. “Pernah unggul pada tahun 1970-an. Sebagai negara yang unggul diswasembada pangan, pernah unggul di bidang pendidikan. Tapi keunggulan tiba-tiba lenyap. Melalui ubi jalar ini menjadi simbol kebangkitan Indonesia melalui Universitas Padjadjaran,” katanya.

