Berita

Ungkap 21 Website Judol, Bareskrim Polri Sita Uang dan Aset Rp.96,7 Miliar

SATUJABAR, JAKARTA–Bareskrim Polri mengungkap kasus ilegal akses website judi online (judol), dan pencucian uang dari penghasilannya. Dalam pengungkapan tersebut, berhasil disita uang dan aset senilai Rp.96,7 miliar.

Barang bukti uang dan aset pengungkapan kasus ilegal akses website judi online (judol), dan pencucian uang dari penghasilannya, diperlihatkan dalam jumpa pers Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri, Rabu (07/01/2026). Barang bukti uang tunai dalam pecahan Rp.50 ribu dan Rp.100 ribu dibungkus plastik bening, bernilai Rp.500 juta dan Rp.1 miliar.

Menurut Direktur Tindak Pidana Siber (Dirtipidsiber) Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Himawan Bayu Aji, barang bukti uang tunai berasal dari dua sumber. Hasil patroli siber website judol dan pengembangan berdasarkan Laporan Hasil Analisis Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (LHA PPATK).

“Barang bukti uang tunai yang disita, sudah dilakukan penetapan oleh pengadilan. Sehingga jumlah total dari konferensi pers pada hari ini, senilai Rp. 96.7 miliar, dengan rincian pengungkapan website judol sebesar Rp.59.126.460.631, dan tiga LHA PPATK Rp.37.650.717.250,” ujar Himawan.

Himawan mengungkapkan, Dittipidsiber Bareskrim Polri menemukan sepuluh website judol hasil patroli siber. Setelah dikembangkan, ditemukan lagi sebelas website judol lainnya.

“Totalnya ada 21 website perjudian online (judol), masing-masing website bernama SPINHARTA4, SASAFUN, RI188, ST789, SLOIDR, E88VIP, I777, X88VIP, 53N, BMW312, SVIP5U, OKGAME, E88VIP, REMI101N, IDAGAME, serta H5HIWIN,” ungkap Himawan.

Website-website judol tersebut, menawarkan jenis permainan beragam, meliputi slot, kasino, judi bola, dan lain-lain. Sebanyak 21 website beroperasi berskala nasional dan internasional.

Berdasarkan hasil pengembangan, juga ditemukan adanya aliran dana dari sebelas penyedia jasa pembayaran website judol. Penyidik Dittipidsiber juga menemukan sebanyak 17 perusahaan fiktif yang sengaja dibuat untuk memfasilitasi transaksi judol.

Dalam pengungkapan tersebut, penyidik menetapkan lima orang tersangka, yakni berinisial MNF, 30 tahun, MR, 33 tahun, QF, 29 tahun, AL, 33 tahun, dan WK, 45 tahun. Penyidik berhasil melakukan pemblokiran website, sekaligus penyitaan dana senilai Rp.59.126.460.631.

“Dari 17 perusahaan yang ditemukan, 15 perusahaan digunakan untuk memfasilitasi pembayaran, atau deposit pemain. Metode yang digunakan melalui QRIS sebagai layanan pertama, dan dua perusahaan digunakan secara aktif menampung dana hasil perjudian online tersebut,” jelas Himawan.

Editor

Recent Posts

Japan Open 2026: Fajar/Fikri ke Final, Hadapi Wakil Korea Selatan

SATUJABAR, JAKARTA – Japan Open 2026 berlangsung 14-19 Juli 2026 di arena Tokyo Metropolitan Gymnasium.…

4 jam ago

Bandara Husein Aktif Lagi, Enam Maskapai Ajukan Rute

SATUJABAR, BANDUNG - Proses optimalisasi Bandara Husein Sastranegara terus menunjukkan perkembangan positif. PT Angkasa Pura…

5 jam ago

Japan Open 2026: Putri Beri Perlawanan Sengit Meski Kalah

SATUJABAR, JAKARTA – Japan Open 2026 berlangsung 14-19 Juli 2026 di arena Tokyo Metropolitan Gymnasium.…

5 jam ago

3 Wisatawan Tenggelam di Pantai Pangandaran, 2 Selamat 1 Hilang

SATUJABAR, PANGANDARAN--Gulungan mbak Pantai Pangandaran. Jawa Barat, kembali menyeret tiga orang wisatawan. Dua wisatawan yang…

11 jam ago

Tarik Paksa Sepeda Motor, Kantor Debt Collector di Bandung Digeruduk Ojol

SATUJABAR, BANDUNG--Kantor 'Debt Collector' di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, digeruduk ratusan pengemudi ojek online (ojol)…

13 jam ago

Indonesia Resmi Gabung WAICO, Lembaga Kerjasama AI Global

SATUJABAR, JAKARTA - Indonesia resmi menjadi salah satu dari 29 negara pendiri World Artificial Intelligence…

18 jam ago

This website uses cookies.