• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Minggu, 11 Oktober 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Ubi Cilembu Sumedang Dikapalkan Ke Hong Kong

Editor
Senin, 10 Oktober 2022 - 08:24
ubi cilembu rebus Sarapan Pagi Menu Serba Rebus yang Sehat

Ilustrasi ubi (pexels)

BANDUNG: Ubi cilembu dari Sumedang diekspor ke Hong Kong senilai US$300.000 atau Rp4,5 miliar.

Ekspor komoditas khas Jabar itu ditandai seremoni pelepasan oleh Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum.

RelatedPosts

9 Dari 10 Orang Depresi Belum Terjangkau Layanan Kesehatan

Mendag Busan Ajak Generasi Muda Jajaki Usaha Waralaba

bank bjb Perluas Akses Kredit Perumahan bagi Masyarakat dan Pelaku Usaha

Ubi cilembu asal Sumedang itu diekspor PT Sinar Agro Cilembu.

Perusahaan ini binaan Dinas Industri dan Perdagangan Jabar dan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Jabar.

Ubi diangkut menggunakan mobil boks angkle berangkat dari halaman Gedung Sate, Kota Bandung, Sabtu (8/10/2022).

“Ekspor hari ini adalah salah satu jawaban kepada dunia bahwa ekonominya sudah pulih setelah COVID-19 apalagi Jawa Barat sudah _ngabret_ dalam bidang ekonomi,” ujarnya dikutip situs Pemprov Jabar.

Selain ubi, beberapa komoditas lain juga diekspor.

Seperti kopi, tanaman hias dan manggis, batok kelapa, cokelat bubuk, dan komoditas agro lain juga dikirim ke luar negeri.

“Yang dilepas hari ini oleh kita dan insyaallah bukan hanya hari ini. Ke depan akan datang jutaan dolar ke Jawa Barat yang diterima dari penjualan produk maupun perkebunan Jabar yang dijual ke luar negeri,” tutur Pak Uu.

“Mudah-mudahan Jabar semakin _ngabret_ ekonominya, kesejahteraannya meningkat di bingkai dengan arah dan ketakwaan,” imbuhnya.

UMKM EKSPOR

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jabar Iendra Sofyan mengatakan, ekspor ubi cilembu merupakan upaya Pemprov Jabar memanfaatkan peluang ekspor dari sektor UMKM.

Saat ini pelaku UMKM yang bisa ekspor baru mencapai 2 persen itu pun masih melalui jasa eksportir yang berbiaya tinggi sehingga mengurangi keuntungan pelaku UMKM.

Dengan terus mendorong pelaku UMKM ekspor, pihaknya berharap pelaku UMKM yang naik kelas melakukan ekspor meningkat menjadi 3-4 persen nantinya dari Jabar.

“Kami ingin meningkatkan jumlah UMKM yang ekspor itu makin tumbuh dan makin berani,” katanya.

Adapun upayanya, kata Iendra, Disperindag selama ini menggelar pelatihan bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan melalui _export coaching programme_.

Di sana para pelaju UMKM yang telah dikurasi mendapatkan pelatihan selama satu tahun. Hal itu guna mematangkan kesiapan pelaku ekspor karena ekspor perlu proses yang tidak mudah.

Menurutnya, UMKM yang ingin ekspor harus bisa memenuhi standar 4K dalam komoditasnya. Standar 4K yakni kualitas, kuantitas, kontinuitas, kemasan. Ditambah 1A yakni administrasi.

“Harus memenuhi 4K. Kualitas setiap negara memiliki kriteria masing-masing. Kedua, kuantitas. Ketiga adalah kontinuitas. Kempat, yang kecil tapi menentukan kalau buat negara-negara itu,  adalah kemasan.  Maka setiap negara kemasannya perlu dibuat dan Disperindag menyiapkan ada yang disebut dengan Rumah Kemasan,”tuturnya.

Kemudian secara pengolahan, Disperindag juga melakukan pembinaan termasuk juga dengan perangkat daerah lainnya seperti Dinas Perkebunan dan lainnya. Kemudian dari pembiayaan telah hadir dari Bank bjb.

“Ini jadi sudah lengkap kolaborasi kita dari hulu sampai hilir kita dorong untuk meningkatkan ekspor,” ujarnya.

Dikatakan Iendra, nilai neraca ekspor nonmigas Jabar pun cukup menggembirakan. Pada Juli 2022 neraca ekspor nonmigas Jabar mencapai 22,53 miliar USD atau 13,52 persen terhadap nilai ekspor nasional.

“Alhamdulillah dalam masa pandemi sampai sekarang kita tetap nomor satu  ekspornya dan kita surplus sampai dengan semester ini meskipun dengan kenaikan BBM. Jadi impor tetap masih kecil daripada ekspor,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Jabar Jafar Sidik menambahkan, dari sektor perkebunan pihak mendorong komoditas kopi, coco fiber, batok kelapa, teh dan juga cokelat yang saat ini sudah rutin mengekspor satu kontainer.

“Kami tentu inginnya kepada komoditas yang lain juga mengekspor dengan memperhatikan kualitas,” pungkasnya.

Tags: ubi cilembuuu ruzhanul ulumwagub jabar

Related Posts

Depresi, sakit jiwa,gangguan jiwa

9 Dari 10 Orang Depresi Belum Terjangkau Layanan Kesehatan

Editor
10 Oktober 2026

Dari sekitar 3 juta orang dengan depresi, baru 12,7 persen yang mendapatkan pengobatan. Artinya, 9 dari 10 orang dengan depresi...

Mendag Busan saat membuka Franchise & License Expo Indonesia (FLEI) ke-27 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) Pantai Indah Kapuk (PIK 2), Kosambi, Tangerang, pada Jumat (9/10).(Foto: Humas Kemendag)

Mendag Busan Ajak Generasi Muda Jajaki Usaha Waralaba

Editor
10 Oktober 2026

JAKARTA - Menteri Perdagangan Budi Santoso mengajak generasi muda untuk menjajaki bisnis waralaba sebagai salah satu pilihan dalam memulai usaha....

bank bjb bersama pihak-pihak terkait dalam Sosialisasi Kredit Program Perumahan dan Rumah Subsidi yang berlangsung di Aula Oman Syahroni, Perkantoran Pemda Kabupaten Subang, Jalan Dewi Sartika No. 2, Soklat, Kecamatan Subang, Kabupaten Subang.(Foto: Dok. bank bjb)

bank bjb Perluas Akses Kredit Perumahan bagi Masyarakat dan Pelaku Usaha

Editor
9 Oktober 2026

BANDUNG - bank bjb terus memperkuat komitmennya dalam mendukung program pemerintah di sektor perumahan sekaligus memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat...

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat ekosistem pembiayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui penyediaan data dan informasi yang semakin komprehensif, akurat, dan mudah diakses guna mendukung pengambilan keputusan dan pengembangan pembiayaan UMKM yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.(Foto: Website OJK)

OJK Luncurkan Laporan Kinerja Pembiayaan UMKM Semester I 2026

Editor
8 Oktober 2026

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat ekosistem pembiayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui penyediaan data dan...

Menteri Perdagangan, Budi Santoso bersama Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Selvi Gibran Rakabuming membuka INACRAFT October Vol. 5 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Rabu (7 Okt).(Foto: Humas Kemendag)

Inacraft 2026 Resmi Dibuka Mendag

Editor
8 Oktober 2026

JAKARTA - Menteri Perdagangan, Budi Santoso bersama Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Selvi Gibran Rakabuming membuka INACRAFT October Vol....

Barcode . (Image: Pexels)

Barcode Buka Jalan UMKM Masuk Pasar Ritel

Editor
6 Oktober 2026

JAKARTA - Menteri Perdagangan Budi Santoso mengajak para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk melengkapi produknya dengan barcode....

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.