• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Minggu, 19 April 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Ubi Cilembu Sumedang Dikapalkan Ke Hong Kong

Editor
Senin, 10 Oktober 2022 - 08:24
ubi cilembu rebus Sarapan Pagi Menu Serba Rebus yang Sehat

Ilustrasi ubi (pexels)

BANDUNG: Ubi cilembu dari Sumedang diekspor ke Hong Kong senilai US$300.000 atau Rp4,5 miliar.

Ekspor komoditas khas Jabar itu ditandai seremoni pelepasan oleh Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum.

RelatedPosts

Wamendag Roro: Waralaba Jadi Akselerator Pengembangan UMKM

Gubernur Malut Sherly Tjoanda Temui Menpora Erick Thohir, Sinergi Pengembangan Olahraga di Daerah

IKM Binaan Kemenperin Pasok Perlengkapan Haji 2026

Ubi cilembu asal Sumedang itu diekspor PT Sinar Agro Cilembu.

Perusahaan ini binaan Dinas Industri dan Perdagangan Jabar dan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Jabar.

Ubi diangkut menggunakan mobil boks angkle berangkat dari halaman Gedung Sate, Kota Bandung, Sabtu (8/10/2022).

“Ekspor hari ini adalah salah satu jawaban kepada dunia bahwa ekonominya sudah pulih setelah COVID-19 apalagi Jawa Barat sudah _ngabret_ dalam bidang ekonomi,” ujarnya dikutip situs Pemprov Jabar.

Selain ubi, beberapa komoditas lain juga diekspor.

Seperti kopi, tanaman hias dan manggis, batok kelapa, cokelat bubuk, dan komoditas agro lain juga dikirim ke luar negeri.

“Yang dilepas hari ini oleh kita dan insyaallah bukan hanya hari ini. Ke depan akan datang jutaan dolar ke Jawa Barat yang diterima dari penjualan produk maupun perkebunan Jabar yang dijual ke luar negeri,” tutur Pak Uu.

“Mudah-mudahan Jabar semakin _ngabret_ ekonominya, kesejahteraannya meningkat di bingkai dengan arah dan ketakwaan,” imbuhnya.

UMKM EKSPOR

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jabar Iendra Sofyan mengatakan, ekspor ubi cilembu merupakan upaya Pemprov Jabar memanfaatkan peluang ekspor dari sektor UMKM.

Saat ini pelaku UMKM yang bisa ekspor baru mencapai 2 persen itu pun masih melalui jasa eksportir yang berbiaya tinggi sehingga mengurangi keuntungan pelaku UMKM.

Dengan terus mendorong pelaku UMKM ekspor, pihaknya berharap pelaku UMKM yang naik kelas melakukan ekspor meningkat menjadi 3-4 persen nantinya dari Jabar.

“Kami ingin meningkatkan jumlah UMKM yang ekspor itu makin tumbuh dan makin berani,” katanya.

Adapun upayanya, kata Iendra, Disperindag selama ini menggelar pelatihan bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan melalui _export coaching programme_.

Di sana para pelaju UMKM yang telah dikurasi mendapatkan pelatihan selama satu tahun. Hal itu guna mematangkan kesiapan pelaku ekspor karena ekspor perlu proses yang tidak mudah.

Menurutnya, UMKM yang ingin ekspor harus bisa memenuhi standar 4K dalam komoditasnya. Standar 4K yakni kualitas, kuantitas, kontinuitas, kemasan. Ditambah 1A yakni administrasi.

“Harus memenuhi 4K. Kualitas setiap negara memiliki kriteria masing-masing. Kedua, kuantitas. Ketiga adalah kontinuitas. Kempat, yang kecil tapi menentukan kalau buat negara-negara itu,  adalah kemasan.  Maka setiap negara kemasannya perlu dibuat dan Disperindag menyiapkan ada yang disebut dengan Rumah Kemasan,”tuturnya.

Kemudian secara pengolahan, Disperindag juga melakukan pembinaan termasuk juga dengan perangkat daerah lainnya seperti Dinas Perkebunan dan lainnya. Kemudian dari pembiayaan telah hadir dari Bank bjb.

“Ini jadi sudah lengkap kolaborasi kita dari hulu sampai hilir kita dorong untuk meningkatkan ekspor,” ujarnya.

Dikatakan Iendra, nilai neraca ekspor nonmigas Jabar pun cukup menggembirakan. Pada Juli 2022 neraca ekspor nonmigas Jabar mencapai 22,53 miliar USD atau 13,52 persen terhadap nilai ekspor nasional.

“Alhamdulillah dalam masa pandemi sampai sekarang kita tetap nomor satu  ekspornya dan kita surplus sampai dengan semester ini meskipun dengan kenaikan BBM. Jadi impor tetap masih kecil daripada ekspor,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Jabar Jafar Sidik menambahkan, dari sektor perkebunan pihak mendorong komoditas kopi, coco fiber, batok kelapa, teh dan juga cokelat yang saat ini sudah rutin mengekspor satu kontainer.

“Kami tentu inginnya kepada komoditas yang lain juga mengekspor dengan memperhatikan kualitas,” pungkasnya.

Tags: ubi cilembuuu ruzhanul ulumwagub jabar

Related Posts

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri.(Foto: Kemendag)

Wamendag Roro: Waralaba Jadi Akselerator Pengembangan UMKM

Editor
18 April 2026

SATUJABAR, PALEMBANG - Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri menilai, waralaba merupakan sektor strategis untuk mempercepat pertumbuhan usaha...

Menpora RI Erick Thohir bertemu dengan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Jumat (17/4/2026) pagi guna memperkuat sinergi pengembangan olahraga di daerah.(Foto:Istimewa)

Gubernur Malut Sherly Tjoanda Temui Menpora Erick Thohir, Sinergi Pengembangan Olahraga di Daerah

Editor
18 April 2026

Gubernur Sherly Tjoanda menyampaikan bahwa pihaknya akan memfokuskan pembinaan pada beberapa cabang olahraga unggulan. SATUJABAR, JAKARTA - Menteri Pemuda dan...

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita.(Foto: Istimewa)

IKM Binaan Kemenperin Pasok Perlengkapan Haji 2026

Editor
17 April 2026

Capaian ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan Business Matching Sektor Industri Pangan dan Barang Gunaan dengan HIPPINDO serta ekosistem haji...

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (kanan) bersama Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.(Foto: Kementerian ESDM)

Menteri ESDM: Harga BBM Subsidi Tak Akan Naik Hingga Akhir Tahun 2026!

Editor
17 April 2026

Dari sisi fiskal, pemerintah menilai kebijakan tersebut masih aman untuk dijalankan. Hal itu didukung oleh harga minyak mentah Indonesia (Indonesian...

Pengunjung naik untra di Plaza Haji Al Qosbah.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Di Plaza Haji Al Qosbah, Warga Bisa Rasakan Sensasi Naik Unta

Editor
16 April 2026

Sebuah destinasi wisata religi baru hadir di kawasan Gedebage, Kota Bandung namanya Plaza Haji Al Qosbah. Destinasi wisata itu baru...

Bupati Cirebon Imron dan Duta Besar Bulgaria, Tanya Dimitrova.(Foto: Diskominfo Kab Cirebon)

Pemkab Cirebon Terima Dubes Bulgaria, Bahas Kerja Sama Ekonomi

Editor
16 April 2026

Bupati Imron menegaskan bahwa Kabupaten Cirebon memiliki peluang besar untuk berkembang, terutama setelah ditetapkan sebagai bagian dari Kawasan Industri Rebana....

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.