• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Sabtu, 1 Agustus 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Teh Khas Iran Disebut Juga Chai, Apa Saja Ragamnya?

Editor
Jumat, 05 Juni 2026 - 09:56
Teh khas Iran.(Foto: Wikimedia Common)

Teh khas Iran.(Foto: Wikimedia Common)

Teh khas Iran (Chai) adalah minuman nasional Iran. Wilayah Lahijan di Provinsi Gilan (Iran Utara) merupakan pusat perkebunan teh resmi pertama di Iran yang dirintis oleh diplomat Mohammad Mirza Kashef al-Saltaneh pada tahun 1900.

  1. Chai Siah (Teh Hitam Iran): Ini adalah produk teh utama yang ditanam di pesisir Laut Kaspia. Karakteristik resminya memiliki warna merah kecokelatan yang pekat (vibrant) namun memiliki rasa yang halus (smooth) dan aroma floral alami tanpa tambahan esens kimia.
  2. Chai-e Zafran (Teh Saffron): Teh hitam berkualitas tinggi yang diberi helai saffron (crocus sativus), rempah emas kebanggaan Iran. Teh ini menghasilkan aroma mewah, warna kuning keemasan, dan biasa disajikan untuk tamu kehormatan.
  3. Chai-e Gol-e Mohammadi (Teh Mawar Damask): Seduhan teh hitam yang dicampur dengan kelopak kering mawar Damask (Gol-e Mohammadi). Di Iran, mawar ini diproduksi secara masif di kota Kashan dan minyak/kelopaknya diakui secara resmi dalam komoditas budaya mereka.
  4. Chai-e Hel (Teh Kapulaga): Teh hitam yang diseduh bersama biji kapulaga hijau yang dimemarkan, memberikan aroma hangat dan sensasi pedas-manis yang khas.
  5. Chai Sabz (Teh Hijau): Meski tidak sedominan teh hitam, wilayah utara Iran juga memproduksi teh hijau secara resmi untuk konsumsi lokal yang menyukai rasa herba yang lebih ringan.

Apa Saja Pendamping Teh Khas Iran

RelatedPosts

Festival Literasi Pages and Plates, Kolaborasi Pemkot Bandung dan Big Bad Wolf

Desa Hantu Cicadas Kota Bandung: Warga Kreatif, Dongkrak UMKM

Indonesia Shopping Festival 2026 Digelar 7–23 Agustus 2026

Tradisi Pendamping Resmi: Berdasarkan budaya setempat, teh tradisional disajikan di gelas kaca kecil (Estekan) di atas nampan perak, ditemani oleh Nabat (kristal gula batu kuning beraroma saffron) atau Ghand (gula kubus putih).

  1. Pemanis Langsung (Pengganti Gula Pasir)

Nabat (Gula Batu Saffron): Ini adalah pendamping paling ikonik. Nabat adalah kristal gula batu berwarna kuning keemasan karena diinfusi dengan saffron. Biasanya berbentuk stik kayu (Shakheh Nabat). Cara menikmatinya adalah dengan mencelupkan dan mengaduk stik Nabat ke dalam teh panas hingga tingkat kemanisan yang diinginkan tercapai.

Ghand (Gula Kubus Tradisional): Gula putih bertekstur keras yang dipotong berbentuk kubus kecil. Orang Iran melakukan tradisi Ghand-Pahlou: mengambil satu kubus ghand, menyisipkannya di antara gigi depan, lalu meminum teh pahit melaluinya.

Soohan (Permen Toffee Saffron): Camilan renyah khas kota Qom yang terbuat dari tunas gandum, saffron, mentega, kapulaga, dan taburan kacang pistachio. Rasa manis-gurihnya sangat serasi dengan pahitnya teh.

ermen Gaz (Nougat Iran): Berasal dari kota Isfahan, Gaz adalah nougat putih kenyal dan manis yang terbuat dari madu getah tanaman liar, putih telur, air mawar, dan diisi dengan kacang pistachio atau kenari yang melimpah.

 

  1. Kue dan Pastri Tradisional (Shirini)

Zoolbia va Bamieh: Dua jenis kue goreng yang direndam dalam sirup gula, air mawar, dan saffron. Zoolbia berbentuk jala renyah (mirip jalebi), sedangkan Bamieh berbentuk bulat lonjong (mirip churros mini). Rasa manisnya yang sangat pekat sangat cocok dinetralkan dengan secangkir Chai hangat.

Shirini Keshmeshi (Kue Kering Kismis): Kue mentega bertekstur lembut di tengah dan renyah di pinggiran, bertabur kismis hitam yang manis dan sedikit asam. Ini adalah camilan sore rumahan yang sangat umum.

Koloocheh (Kue Pai Tradisional): Kue panggang lembut dengan isian pasta manis di dalamnya. Isiannya bisa berupa campuran kayu manis, kapulaga, gula, dan kacang kenari tumbuk. Koloocheh dari wilayah Lahijan (pusat perkebunan teh Iran) adalah yang paling terkenal untuk dinikmati bersama teh setempat.

Shirini Berenji (Kue Tepung Beras): Kue kering legendaris dari Kermanshah yang terbuat dari tepung beras, minyak hewani berkualitas, air mawar, dan dihiasi biji poppy hitam di atasnya. Kue ini langsung meleleh di mulut begitu disesap bersama teh.

 

  1. Buah Kering dan Kacang-kacangan (Ajil)

Jika tidak ingin makanan yang terlalu manis atau bertepung, orang Iran sering menyajikan mangkuk kecil berisi buah kering dan kacang-kacangan di sebelah cangkir teh mereka:

Khorma (Kurma): Khususnya jenis Kurma Mazafati yang basah, lembut, dan manis seperti karamel.

Toot (Buah Murbei Kering): Murbei putih kering yang manis alami dan kenyal.

Anjeer (Buah Tin Kering): Buah tin yang dikeringkan, memberikan tekstur renyah dari biji-biji kecilnya.

Kacang Pistachio dan Kenari (Walnut): Sering dimakan bergantian dengan tegukan teh untuk memberikan rasa gurih (nutty).

Tags: Teh khas Iran

Related Posts

Festival Literasi Pages and Plates 2026.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Festival Literasi Pages and Plates, Kolaborasi Pemkot Bandung dan Big Bad Wolf

Editor
1 Agustus 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung berkolaborasi dengan Big Bad Wolf Books Indonesia dengan menghadirkan Festival Literasi Pages and...

Gerbang Desa Hantu.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Desa Hantu Cicadas Kota Bandung: Warga Kreatif, Dongkrak UMKM

Editor
1 Agustus 2026

Suasana berbeda tampak di RT 05 RW 06, Kelurahan Cicadas, Kecamatan Cibeunying Kidul. Kawasan permukiman tersebut disulap menjadi Desa Hantu,...

Mall shopping

Indonesia Shopping Festival 2026 Digelar 7–23 Agustus 2026

Editor
31 Juli 2026

Indonesia Shopping Festival 2026 berlangsung pada 7–23 Agustus 2026 sekaligus merayakan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 RI. ISF 2026....

GIIAS 2026

GIIAS 2026: Dibuka 30 Juli, Tiket Rp 50.000 – Rp 100.000

Editor
30 Juli 2026

SATUJABAR, TANGERAN - GIIAS 2026 secara resmi dibuka untuk seluruh masyarakat umum. Selama 11 hari penyelenggaraan hingga 9 Agustus 2026,...

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar (kanan), berdialog dengan Steering Committe Bidang Creative Program Festival Toadore Yogyakarta, Fando (tengah) saat menerima audiensi dari panitia Toadore Festival Vol. III di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif, Jakarta, Rabu (29/07/2026).(Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekonomi Kreatif)

Toadore Festival, Wamen Ekraf: Kolaborasi Ekonomi Kreatif Daerah

Editor
30 Juli 2026

Toadore Festival usung tema 'Tidore Menyapa Yogyakarta: Dari Negeri Rempah untuk Kota Budaya', berlangsung 15–17 Oktober 2026 di Amphitheater Teras...

Hidangan Bakso Lima Saudara.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Bakso Lima Saudara, Pilihan Oke Ngebakso di Kota Bandung

Editor
28 Juli 2026

Bakso Lima Saudara menawarkan pengalaman menikmati bakso handmade lengkap dengan tutorial racikan kuah "misdasem" yang dapat diracik sendiri oleh pelanggan....

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Pesona Jawa Barat