Tutur

Sungai Purba di Paparan Sunda,  Diduga Jadi Jalur Migrasi Manusia Modern Awal

Sungai purba di kawasan Paparan Sunda diduga menjadi jalur mobilitas utama manusia modern awal ketika bermigrasi di Asia Tenggara pada masa prasejarah.

SATUJABAR, JAKARTA – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap kemungkinan besar jaringan sungai purba di kawasan Paparan Sunda menjadi jalur mobilitas utama manusia modern awal ketika bermigrasi di Asia Tenggara pada masa prasejarah.

“Penelitian geomorfologi dan paleogeografi menunjukkan Paparan Sunda pada masa Pleistosen memiliki sistem sungai besar yang kini telah tenggelam akibat kenaikan muka laut,” jelas Peneliti Pusat Riset Arkeologi Prasejarah dan Sejarah (PR APS) BRIN, Vida Pervaya Rusianti Kusmartono ketika membedah mengenai jalur migrasi tersebut, dalam Webinar Forum Kebhinekaan Seri #36 bertema “Dinamika Migrasi Manusia dan Budaya Prasejarah” yang digelar pada Selasa (26/5) seperti dikabarkan Humas BRIN.

Menurutnya, jaringan sungai purba tersebut diperkirakan menjadi koridor ekologis yang mendukung persebaran manusia prasejarah menuju wilayah pedalaman maupun kawasan Wallacea.

“Mobilitas manusia prasejarah kemungkinan tidak hanya mengikuti jalur pesisir, tetapi juga memanfaatkan sistem sungai purba sebagai jalur perpindahan,” katanya dalam kajian bertajuk “Kalimantan: Migrasi Manusia di Kawasan Timur Bawah Paparan Sunda pada Kala Pleistosen Akhir-Awal Holosen”.

BACA JUGA: Dieng Caldera Race 2026 : Cara Mudah Dapatkan Slot Lewat bank bjb

Vida menjelaskan migrasi manusia modern dari Afrika menuju Asia Tenggara tidak berlangsung dalam satu gelombang tunggal, tetapi melalui tahapan panjang dan jalur yang beragam. Menurutnya, salah satu teori yang berkembang adalah coastal migration theory atau teori migrasi pesisir, yakni perpindahan manusia melalui kawasan pantai yang menyediakan sumber pangan melimpah dan jalur mobilitas yang lebih mudah dibanding dengan wilayah pedalaman.

“Pada masa glasial, permukaan laut turun sehingga membentuk daratan luas yang menghubungkan wilayah-wilayah di Asia Tenggara. Kondisi ini memungkinkan mobilitas manusia, flora, dan fauna di Paparan Sunda,” ujarnya.

Ia menambahkan, wilayah timur Paparan Sunda memiliki posisi strategis karena menjadi penghubung menuju Wallacea dan Sahul atau Australia-Papua. Sejumlah situs arkeologi di Kalimantan menunjukkan keberadaan manusia modern sejak sekitar 45.000–30.000 tahun lalu, di antaranya melalui temuan alat batu, sisa fauna, dan bukti hunian gua.

Kendati demikian, Vida mengakui bahwa penelitian migrasi manusia awal di Asia Tenggara masih menghadapi tantangan berat, terutama akibat kondisi iklim tropis yang menyebabkan fosil sulit terawetkan.

“Tingkat keasaman tanah yang tinggi mempercepat kerusakan tulang dan kolagen sehingga menyulitkan proses penanggalan absolut,” jelasnya.

Sebagai langkah solutif, BRIN terus mendorong penelitian lanjutan melalui survei geofisika, analisis sedimen, dan berbagai metode penanggalan modern guna memperoleh data yang lebih akurat mengenai migrasi manusia prasejarah di kawasan Paparan Sunda.

Sehubungan dengan itu, Kepala Organisasi Riset Arkeologi, Bahasa, dan Sastra (OR Arbastra) BRIN, Herry Yogaswara, dalam sambutannya menjelaskan bahwa tema ini sangat krusial karena berkaitan erat dengan upaya memahami dinamika awal peradaban manusia di Nusantara.

Sebagai bentuk komitmen nyata, ia menegaskan bahwa BRIN kini memberikan perhatian khusus terhadap kajian evolusi dan persebaran manusia di Asia Tenggara. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah melalui pembentukan Center for Human Evolution, Adaptation, and Dispersal in Southeast Asia (CHEADSEA) yang saat ini telah mendapatkan perhatian resmi dari UNESCO.

“Melalui forum akademik dan lembaga kajian seperti ini, diharapkan muncul berbagai inspirasi baru serta penguatan kolaborasi riset terkait migrasi manusia prasejarah,” ujar Herry.

Editor

Recent Posts

Piala Dunia 2026: Tekuk Mbappe CS 2-0, Yamal CS ke Final

SATUJABAR, BANDUNG – Piala Dunia 2026 memasuki semifinal. Pada Selasa 14 Juli 2026 waktu setempat…

1 jam ago

Menpora Erick Siapkan Blue Print Kepemudaan Satu Abad Ke Depan

SATUJABAR, JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora RI) Erick Thohir menegaskan sejak awal kedatangannya…

8 jam ago

Judi Online: Menkomdigi: Pemberantasan Harus Sistemik

Judi online, pemberantasannya memakai pendekatan baru yang menyasar seluruh ekosistem kejahatan, mulai dari situs, aliran…

8 jam ago

Japan Open 2026: An Se Young Melangkah ke Babak 16 Besar

SATUJABAR, JAKARTA – Japan Open 2026 berlangsung 14-19 Juli 2026 di arena Tokyo Metropolitan Gymnasium.…

9 jam ago

Japan Open 2026: Alwi Farhan ke 16 Besar, Jojo Tersingkir

SATUJABAR, JAKARTA – Japan Open 2026 berlangsung 14-19 Juli 2026 di arena Tokyo Metropolitan Gymnasium.…

11 jam ago

Atlet Windy Cantika Studi Ke Korea, KONI Dorong Pengembangan Diri Atlet

Windy Cantika merupakan salah satu atlet angkat besi putri terbaik Indonesia yang telah mengharumkan nama…

13 jam ago

This website uses cookies.