Menpora Erick melakukan Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi X DPR RI yang berlangsung di ruang Rapat Komisi X DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (14/7). (foto:bagus/kemenpora.go.id)
SATUJABAR, JAKARTA – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora RI) Erick Thohir menegaskan sejak awal kedatangannya menjalankan tugas di Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), sektor kepemudaan mendapatkan perhatian utama. Komitmen Menpora untuk mengembangkan potensi pemuda tanah air ditunjukkan dengan mempersiapkan blue print kepemudaan nasional hingga 100 tahun kedepan atau satu abad.
Hal itu Menpora sampaikan saat melakukan Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi X DPR RI yang berlangsung di ruang Rapat Komisi X DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (14/7) dilansir laman Kemenpora.
“Untuk kepemudaan, di pembicaraan awal dengan Komisi X sendiri, bagaimana kita harus mempersiapkan blue print kepemudaan. Kalau Bapak Ibu ingat , pertama kali saya sudah angkat isu itu. Dan Alhamdulillah dari beberapa diskusi dengan pakar yang kita bentuk, kita melihat tahun 2028 adalah peringatan 100 tahun sumpah pemuda, artinya 100 tahun ke depan apa benar strategi kepemudaan kita sama dengan 100 tahun yang lalu. Saya yakin sangat berbeda,” ujar Menpora Erick mengawali penjelasannya tentang memperjuangkan peningkatan kualitas pemuda Indonesia.
Kebutuhan menciptakan sosok pemuda yang bisa menjadi pemimpin bangsa di masa depan menjadi alasan utama dibutuhkannya blue print untuk menjadi pedoman penguatan karakter hingga 100 tahun ke depan, sekaligus untuk mengolah bonus demografi sebagai potensi kedigdayaan Indonesia.
“Di situlah kenapa sangat diperlukan blue print baru, apalagi dari data-data terbaru sekarang 23,8 persen dari populasi kita itu 64 juta pemuda, dan kalau kita lihat indeks kepemudaan terjadi stagnan atau lambat baseline mengenai kepemudaan. Tentu jangan sampai demografi yang seharusnya menjadi bonus bangsa agar menjadi lebih kuat ke depannya justru malah menjadi kontra produktif karena kita tidak menyiapkan kepemudaan yang kompetitif,” tambah Menpora Erick.
Menpora Erick menyadari betul bahwa pembangunan kepemudaan merupakan investasi strategis yg menentukan kualitas kepemimpinan, inovasi, produktifitas dan daya saing indonesia di masa depan. Oleh karena itu Kemenpora memperkuat paradigma penggunaan anggaran berbasis manfaat sehingga setiap rupiah APBN yang digunakan akan berdampak terhadap sosial ekonomi dan pembangunan sumber daya kepemudaan.
“Untuk itu di anggaran tahun 2027 angka untuk sektor kepemudaaan kita tingkatkan hampir tiga kali lipat, mudah-mudahan tidak dikurangi lagi, karena kepemudaan ini menjadi isu yang sepertinya outputnya tidak terlihat tapi akan salah besar jika kita tidak berinvestasi pada sektor kepemudaan kita,” pungkas Menpora Erick.
Judi online, pemberantasannya memakai pendekatan baru yang menyasar seluruh ekosistem kejahatan, mulai dari situs, aliran…
SATUJABAR, JAKARTA – Japan Open 2026 berlangsung 14-19 Juli 2026 di arena Tokyo Metropolitan Gymnasium.…
SATUJABAR, JAKARTA – Japan Open 2026 berlangsung 14-19 Juli 2026 di arena Tokyo Metropolitan Gymnasium.…
Windy Cantika merupakan salah satu atlet angkat besi putri terbaik Indonesia yang telah mengharumkan nama…
JAKARTA - Truk tersangkut JPO atau Jembatan Penyeberangan di Jalan Kapten Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta…
GARUT - Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, membuka secara resmi pelaksanaan Bootcamp Kewirausahaan Organisasi Pemuda…
This website uses cookies.