• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Kamis, 18 Juni 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
Advertisement
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Study Tour di Sekolah Dilarang, Pemprov Jabar Ingin Lindungi Ekonomi Keluarga

Editor
Rabu, 23 Juli 2025 - 04:51
Sekda Jawa Barat, Herman Suryatman.(Foto:Istimewa).

Sekda Jawa Barat, Herman Suryatman.(Foto:Istimewa).

SATUJABAR, BANDUNG–Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat menjawab aksi demo para pelaku pariwisata di Jawa Barat yang menuntut Gubernur, Dedi Mulyadi, mencabut surat edaran larangan study tour. Kebijakan melarang study tour di sekolah, bukan ditujukan untuk membatasi aktivitas siswa, tetapi untuk melindungi keluarga dari tekanan ekonomi dan beban biaya.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat, buka suara menjawab tuntutan para pelaku pariwisata yang menggelar aksi demo di Gedung Sate, Kota Bandung. Tuntutan agar Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mencabut surat edaran larangan study tour di sekolah di Jawa Barat, sulit dikabulkan.

RelatedPosts

Pengemudi Ojol Tewas Terlindas Bus Damri di Jalan Pasteur Bandung

Mahasiswa Kepung Gedung DPRD Jabar, Sampaikan 7 Tuntutan

Alhamdulillah! Insentif Guru Madrasah Non ASN Cair Akhir Juni 2026

Menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Herman Suryatman, Pemprov Jawa Barat memahami keresahan para pelaku sektor pariwisata. Namun, Herman menekankan, kebijakan larangan study tour di sekolah dikeluarkan dalam konteks lebih luas, yakni bertujuan untuk mencegah resiko sosial lebih besar di level rumah tangga.

“Kami hargai aspirasi yang disampaikan (para pelaku pariwisata), dan kami dalami secara cermat. Setiap warga negara tentunya memiliki hak untuk menyampaikan aspirasi, saran, dan kritik, itu tidak menjadi persoalan” ujar Herman kepada wartawan, Selasa (22/07/2025).

Herman mengatakan, tuntutan para pelaku pariwisata di Jawa Barat, sulit dikabulkan, karena kebijakan larangan kegiatan study tour dikeluarkan bukan tanpa alasan. Hal terpenting yang mendasari dikeluarkannya kebijakan tersebut, adalah kekhawatiran terhadap dampak ekonomi yang justru dapat mengganggu keharmonisan rumah tangga dan proses pembelajaran siswa di sekolah.

“Kami memandang kebijakan itu sangat efektif untuk memastikan proses pembelajaran lebih optimal. Bagaimanapun, dinamika ekonomi keluarga, fakta di lapangan akan mempengaruhi proses pembelajaran siswa,” kata Herman.

Herman mencontohkan, tidak sedikit orangtua siswa lebih memaksakan diri membiayai anaknya agar bisa ikut kegiatan study tour. Biaya mahal sampai harus berutang ke ‘bank emok’, atau pinjaman online, berujung krisis keuangan keluarga.

“Ujungnya (biaya) itu memberatkan orangtua siswa, terutama orang tua ekonomi menengah ke bawah. Pinjam uang ke ‘bank emok’, pinjol, yang dampaknya dahsyat, bisa memporak-porandakan perekonomian keluarga dan rumah tangga” ungkap Herman.

Herman meminta, konsep study tour harus kontekstual, edukatif, dan terjangkau. Banyak alternatif destinasi edukasi di dalam kota, atau kabupaten di Jawa Barat, yang biayanya sangat ringan namun tetap memberikan nilai pembelajaran dan relaksasi bagi siswa.

“Yang dimaksud Bapak Gubernur, konsep study tour-nya memanfaatkan di Jawa Barat. Orang Bandung kan bisa ke Museum Geologi, ke Gedung Sate, ke Tahura Juanda, murah meriah tapi anak-anak dapat ilmu. Orang Sumedang bisa ke Museum Prabu Gesang Ulun, Gunung Kunci, bisa berangkat pakai angkot, sangat murah,” jelas Herman.

Herman menegaskan, Pemprov Jawa Barat bukan menutup mata terhadap keluhan pelaku pariwisata. Saat ini tengah disiapkan pendekatan lain lebih berkelanjutan yang tidak bergantung  pada pasar study tour.

“Perkara pelaku jasa pariwisata kami support, tapi tentu harus proporsional dan profesional dengan cara lain tanpa harus mengandalkan dari study tour. Masa travel, hotel, restoran dibangun untuk study tour, tentu kan tidak. Dibangun untuk bisnis, dan bisnis banyak market-nya,” tegas Herman.

Pemprov Jawa Barat tengah mengembangkan sektor pariwisata berbasis budaya dan lingkungan. Jalan lebih berkelanjutan bagi pelaku industri wisata, dibandingkan bergantung pada momentum musiman, seperti kegiatan study tour siswa.

“Kami sekarang sedang konsen menjaga alam Jawa Barat. Alih fungsi lahan kami kendalikan, kawasan hijau kita jaga, penghijauan besar-besaran, kampung adat, sungai, dan gunung-gunung kita rawat. Semuanya itu roh-nya pariwisata Jawa Barat, menjaga alam, budaya, dan itu modal utama pariwisata kita,” papar Herman.

Persoalan ekonomi menjadi salah satu fokus Pemprov Jawa Barat. Kebijakan melarang study tour di sekolah diharapkan, masalah ekonomi tidak lebih parah, pendapatan bisa ditingkatkan, belanja diminimalkan.

Pemprov Jabar akan tetap dan terus mendengar masukan dan kritikan dari semua pihak, termasuk dari para pelaku pariwisata. Namun, dalam prakteknya, tidak semua kebijakan yang dikeluarkan bisa menyenangkan semua orang.

“Warga Jawa Barat sudah 50,4 juta. Tentu setiap kebijakan tidak bisa pro semua, pro-kontra adalah wajar. Pointnya kita carikan bagaimana solusinya,” tutup Herman.(chd).

Tags: Herman Suryatmanjawa baratLarangan Study Tour di SekolahPemprov Jawa BaratSekda Jawa Barat

Related Posts

Ilustrasi korban kecelakaan lalu-lintas.(Foto:Istimewa).

Pengemudi Ojol Tewas Terlindas Bus Damri di Jalan Pasteur Bandung

Editor
17 Juni 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Seorang pengemudi ojek online (ojol) tewas terlindas Bis Damri di Jalan Dr. Djunjunan, atau Jalan Pasteur, Kota Bandung, Jawa...

Tujuh tuntutan mahasiswa dalam aksi unjukrasa di depan Gedung DPRD Jawa Barat.(Foto:Istimewa).

Mahasiswa Kepung Gedung DPRD Jabar, Sampaikan 7 Tuntutan

Editor
17 Juni 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Seluruh Indonesia di Jawa Barat menggelar aksi unjukrasa di depan Gedung...

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan insentif guru madrasah non ASN akan mulai cair pada akhir Juni 2026.(Foto: Humas Kemenhaj)

Alhamdulillah! Insentif Guru Madrasah Non ASN Cair Akhir Juni 2026

Editor
17 Juni 2026

Insentif guru madrasah Non ASN akan mulai cair pada akhir Juni 2026, ungkap Menteri Agama Nasaruddin Umar saat rapat di...

Sistem koridor biometri di imigrasi saat kepulangan jemaah haji 2026.(Foto: Humas Kemenhaj)

Haji 2026: Sistem Koridor Biometrik Pangkas Antrean

Editor
17 Juni 2026

Pemulangan kali ini mencatatkan sejarah baru dalam pelayanan perhajian di Jawa Timur melalui implementasi sistem keimigrasian biometrik SATUJABAR, SURABAYA –...

PWP Pertamina Patra Niaga Kilang Balongan salurkan ribuan paket sembako dan santunan anak yatim dalam menyambut HUT PWP XXVI PWP Pertamina.(Foto: Istimewa)

PWP Pertamina Patra Niaga Kilang Balongan Salurkan Ribuan Paket Sembako

Editor
17 Juni 2026

PWP Pertamina Patra Niaga Kilang Balongan salurkan ribuan paket sembako dan santunan anak yatim dalam menyambut HUT PWP XXVI PWP...

Ilustrasi kebakaran.(Foto:Istimewa).

Kebakaran Kandang Ayam dan Puyuh di Kuningan, Ribuan Ekor Terpanggang

Editor
17 Juni 2026

SATUJABAR, KUNINGAN--Ribuan ekor ayam dan burung puyuh mati terpanggang, setelah peristiwa kebarakan menghanguskan bangunan kandang di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat....

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.