• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Kamis, 4 Juni 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Status Gunung Ibu Diturunkan ke Siaga

Editor
Rabu, 29 Januari 2025 - 01:51
Gunung Ibu.(Foto: PVMBG/ESDM)

Gunung Ibu.(Foto: PVMBG/ESDM)

BANDUNG – Status Gunung Ibu diturunkan ke siaga terhitung 28 Januari 2025 pukul 17.00 WIT berdasarkan keterangan Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

PVMBG menurunkan Tingkat Aktivitas G. Ibu, Halmahera Barat menjadi Level III (Siaga) dari sebelumnya Level IV (Awas). Tingkat aktivitas G. Ibu akan ditinjau kembali jika terdapat perubahan visual dan kegempaan yang signifikan.

RelatedPosts

Darurat Sampah Tidak Disetujui, Begini Langkah Pemkot Bandung

Operasi Patuh 8-21 Juni 2026, Mayoritas Pakai ETLE

Menlu Turkiye Temui Presiden Prabowo di Hambalang

“Berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental yang menunjukkan terjadinya penurunan aktivitas vulkanik pada G. Ibu, maka tingkat aktivitas G. Ibu diturunkan dari Level IV (Awas) menjadi Level III (Siaga) terhitung mulai tanggal 28 Januari 2025 pukul 17.00 WIT,” ujar Kepala Badan Geologi Muhammad Wafid di Bandung, Selasa (28/1) melalui keterangan resmi.

Wafid meminta masyarakat di sekitar G. Ibu tetap tenang, tidak beraktivitas dalam radius 4 km dan sektoral 5 km dari kawah serta menggunakan masker dan kacamata saat beraktivitas di luar ruangan.

“Masyarakat di sekitar G. Ibu dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati G. Ibu di dalam radius 4 km dan sektoral 5 km dari arah bukaan kawah di bagian utara dari kawah aktif G. Ibu. Jika terjadi hujan abu, masyarakat yang beraktivitas di luar rumah disarankan untuk menggunakan pelindung hidung, mulut (masker), dan mata (kacamata),” pintanya.

Perkembangan terakhir aktivitas G. Ibu hingga 28 Januari 2025 dilaporkan petugas Pos Pengamatan G. Ibu adalah sebagai berikut:

  • Pengamatan visual periode 1-27 Januari 2025 menunjukkan gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut.
  • Teramati asap kawah utama berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tipis hingga sedang, dengan tinggi sekitar 100-600 meter dari puncak. Pada beberapa kejadian erupsi, suara dentuman serta gemuruh terdengar hingga ke Pos PGA Ibu, disertai lontaran lava pijar yang mencapai radius hingga sekitar 1,5 km dari bibir kawah.
  • Pengamatan visual pada 28 Januari 2025 menunjukkan gunung jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah bertekanan sedang teramati berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang dan tinggi 100-200 meter di atas puncak kawah.
  • Pengamatan kegempaan pada periode 1-27 Januari 2025 mencatat terjadi sebanyak 1.747 kali gempa letusan, 87 kali gempa guguran, 2.976 kali gempa hembusan, 427 kali gempa harmonik, 25 kali gempa tornillo, 11.746 kali gempa vulkanik dangkal, 665 kali gempa vulkanik dalam, 88 kali gempa tektonik lokal, 1 kali gempa terasa (Skala IV MMI), dan 522 kali gempa tektonik jauh.
  • Pengamatan kegempaan pada tanggal 28 Januari 2025 hingga pukul 12.00 WIT mencatat kegempaan yang terjadi di G. Ibu sebanyak 31 kali gempa letusan/erupsi, 39 kali gempa hembusan, 7 kali tremor harmonik, 168 kali gempa vulkanik dangkal, 7 kali gempa vulkanik dalam, 2 kali gempa tektonik lokal, dan 6 kali gempa tektonik jauh.
  • Pengamatan data deformasi dari pengukuran Electronic Distance Measurement (EDM) pada reflektor Tolisaor 1 (bawah) dan Tolisaor 2 (atas) menunjukkan tren deflasi.

Gunungapi (G.) Ibu merupakan gunungapi tipe strato dan memiliki tinggi puncak 1.340 m di atas permukaan laut pada koordinat 1?29′ LU dan 127?38′ BT. Secara administratif, gunung ini termasuk ke dalam wilayah Kecamatan Ibu, Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara. Gunungapi Ibu diamati secara visual dan instrumental dari Pos Pengamatan Gunungapi (PGA) yang berlokasi di Desa Gam Ici, Kecamatan Ibu, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara.

Dalam sejarah aktivitas vulkaniknya, letusan G. Ibu tercatat sejak tahun 1911. Mulai tahun 1998 muncul sumbat lava yang kemudian tumbuh menjadi kubah lava. Seiring dengan pertumbuhan kubah lava, terjadi erupsi-erupsi dengan intensitas lemah hingga sedang.

Sejak tahun 2020-2023 frekuensi erupsinya semakin berkurang setiap hari, namun kolom letusan cenderung bertambah tinggi. Kondisi ini berhubungan dengan meningkatnya gempa-gempa vulkanik dangkal dan gempa vulkanik dalam. Saat ini, kubah lava di G. Ibu telah melampaui dinding kawah sehingga mengakibatkan terjadinya guguran lava ke arah utara dan barat laut.

Tags: Gunung IbuKementerian ESDMPVMBG

Related Posts

TPS di Kota Bandung

Darurat Sampah Tidak Disetujui, Begini Langkah Pemkot Bandung

Editor
4 Juni 2026

Darurat sampah yang usulannya diajukan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak disetujui mendorong Pemkot untuk mencari alternatif solusi. SATUJABAR, BANDUNG...

Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho menjelaskan Operasi Patuh 2026.(Foto: Kakorlantas Polri)

Operasi Patuh 8-21 Juni 2026, Mayoritas Pakai ETLE

Editor
3 Juni 2026

Operasi Patuh 2026 didominasi penggunaan ETLE 60 persen. Manual 30 persen 10 persen pendekatan humanis. SATUJABAR, JAKARTA - Korps Lalu...

Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik Türkiye Hakan Fidan menemui Prabowo Subianto di Hambalang, Jawa Barat, Rabu (03/06/2026).(Foto: Setneg)

Menlu Turkiye Temui Presiden Prabowo di Hambalang

Editor
3 Juni 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik Türkiye Hakan Fidan menemui Prabowo Subianto di Hambalang, Jawa Barat, Rabu (03/06/2026)....

Satelit Indonesia berusia 18 tahun, LAPAN-A1/LAPAN-Tubsat.

Kapasitas Satelit Ditambah, Jaga Konektivitas Sangihe dan Sitaro

Editor
3 Juni 2026

Kapasitas satelit dengan bandwidth hingga mencapai 50 s.d. 150 Mbps pada 154 titik akses layanan menggunakan jaringan Satelit Republik Indonesia...

Bayi Orangutan Sumatera generasi baru ini lahir dari induk bernama Bulan, orangutan hasil rehabilitasi yang telah hidup bebas di alam liar sejak tahun 2018.(Foto: Humas Kemenhut)

Bayi Orangutan Sumatera Lahir di Cagar Alam Jantho

Editor
3 Juni 2026

Bayi Orangutan Sumatera generasi baru ini lahir dari induk bernama Bulan, orangutan hasil rehabilitasi yang telah hidup bebas di alam...

Kerajinan, ukiran, dan bagian yang diduga berbahan gading gajah.(Foto: Gakkum Kemenhut)

Perdagangan Gading Gajah di Bali Diungkap Patroli Siber

Editor
3 Juni 2026

Perdagangan gading gajah terungkap dari dua lokasi di wilayah Gianyar yang mengamankan sejumlah barang bukti berupa benda kerajinan, ukiran, dan...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.