• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Jumat, 9 Oktober 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Siswa SD di Subang Diduga Korban Bullying Kakak Kelas Meninggal

Editor
Selasa, 26 November 2024 - 11:35
Stop Bullying, atau Perundungan.(Foto:Istimewa).

Stop Bullying, atau Perundungan.(Foto:Istimewa).

SATUJABAR, SUBANG– Bocah kelas 3 sekokah dasar (SD) di Kabupaten Subang, Jawa Barat, yang kondisinya kritis di rumah sakit, setelah diduga menjadi korban bullying, atau perundungan kakak kelasnya, akhirnya meninggal dunia. Korban tidak tertolong akibat mengalami cedera berat di kepala, setelah enam hari menjalani perawatan.

Bocah kelas 3 sekolah dasar (SD) berinisial AR, meninggal dunia dalam perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciereng, Kabupaten Subang. Korban sudah enam hari mendapatkan penanganan tim medis sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, setelah kondisinya kritis akibat cedera kepala berat.

RelatedPosts

ASEAN Club Championship: Persib Tekuk Port FC 3-1

Asap Karhutla Selimuti Kota Palembang, Warga Diimbau Gunakan Masker

Presiden Prabowo: Ekspor Perdana Baterai Kendaraan Listrik Bukti Nyata Strategi Hilirisasi Indonesia

“Ini sudah hari keenam, kondisi pasien (korban) tidak stabil, kritis, atau dalam kondisi koma. Dari sisi medis, sudah mati batang otak akibat cedera berat,” ujar Wakil Direktur Utama (Wadirut) Pelayanan Medik RSUD Ciereng, Syamsu Riza, kepada wartawan, Senin (25/11/2024) malam.

Syamsu mengatakan, korban meninggal dunia, pada pukul 16.10 WIB. Tim medis sudah berupaya maksimal menolong, namun takdirnya tidak bisa diselamatkan.

“Diagnosa awal terjadi pendarahan di otak, curiganya ke sana terjadi benturan keras, jika tidak ada kecurigaan lain. Terkait ada penyakit bawaan atau tidak, belum bisa dipastikan karena harus ada pemeriksaan, sementara kondisi pasien tidak stabil butuh terus diobservasi,” kata Syamsu.

Syamsu menjelaskan, korban sejak memasuki rumah sakit sudah kondisi koma. Bahkan, selama dalam perawatan, kondisinya terus menurun.

“Dari awal datang sampai meninggal dunia, tidak terjadi perubahan ke arah membaik. Sejak masuk IGD (Instalasi Gawat Darurat), kondisinya sudah koma, tidak sadarkan diri,” jelas Syamsu.

Syamsu mengungkapkan, kondisi korban yang mengalami cedera berat sudah lama atau tidak, dan apa penyebabnya, harus melalui proses otopsi. Pihak kepolisian yang memiliki kepentingan terkait itu, untuk bisa memastikannya dengan melakukan proses otopsi.

Diusut Polisi

Sebelumnya diberitakan, nasib memilukan menimpa korban setelah kondisinya kritis di rumah sakit. Korban diduga menjadi korban bullying, atau perundungan dari kakak kelasnya.

Dugaan kasus bullying terjadi di sekolah dasar (SD) di Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang. Korban duduk di bangku kelas 3 SD, dilarikan ke runah sakit karena kondisinya kritis.

Awal terungkap dugaan kasus bullying, setelah bocah berusia 9 tahun tersebut, mengeluh sakit kepala, perut, dan muntah-muntah. Kondisi korban tidak kunjung sembuh, membuat orangtua membawanya ke rumah sakit hingga harus menjalani perawatan instensif.

Berdasarkan pengakuan orangtua, korban sebelumnya tidak mau cerita penyebab bisa mengeluh sakit kepala, perut, dan muntah-muhtah. Awalnya dikira masuk angin, koban hanya diurut dan bisa kembali lagi masuk sekolah.

“Sebelumnya tidak pernah cerita, makanya hanya diurut, saya kira masuk angin dan bisa kembali sekolah. Baru mau cerita setelah makin parah, sulit membuka mata dan berjalan, katanya kepalanya habis di’jedotin’ ke tembok dan perutnya ditendang oleh tiga orang kakak kelas di sekolah” ujar ibu korban, Sarti, menirukan pengakuan anaknya.

Sarti mengatakan, pihak sekolah sudah mengetahui kejadian yang menimpa anaknya. Setelah mendapat laporan darinya, pihak sekolah langsung menjenguk korban ke rumah sakit.

Dari hasil penelusuran pihak sekolah, dugaan perundungan korban terjadi sepekan sebelum dibawa ke rumah sakit. Kejadiaannya pada saat jam istirahat diluar lingkungan sekolah.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Subang, AKP Gilang Indra Friyana, mengaku, telah mengetahui informasi adanya dugaan perundungan terhadap seorang siswa SD di wilayah hukumnya. Penyidik Unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) Satreskrim, langsung melakukan proses penyelidikan.

“Benar, kasusnya ditangani Polres, ditangani Unit PPA Satreskrim. Saat ini sedang dalam proses penyelidikan di lapangan,” ujar Gilang.

Gilang mengatakan, penyidik (Unit PPA) sudah mendatangi orangtua, meminta keterangan korban, dan berkoordinasi dengan pihak sekolah. Terkait pelaku perundungan, masih didalami sebagai bagian dari proses penyelidikan.(chd).

Tags: Anak Korban BullyBullyBullying

Related Posts

Liga Indonesia, Liga Super,Logo Persib Bandung,persib

ASEAN Club Championship: Persib Tekuk Port FC 3-1

Editor
8 Oktober 2026

BANGKOK – Persib Bandung mampu mengalahkan tuan rumah Port FC Bangkok 3-1, dalam kompetisi ASEAN Club Championship (Shopee Cup) 2026/2027....

Situasi kabut asap yang menyelimuti Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan, pada Kamis (8/10). Kondisi yang terjadi sejak pagi hari mengganggu aktivitas masyarakat setempat. (Foto: Bidang Komunikasi Kebencanaan/Desna Dwinda Jatnika)

Asap Karhutla Selimuti Kota Palembang, Warga Diimbau Gunakan Masker

Editor
8 Oktober 2026

PALEMBANG – Di tengah upaya penanganan intensif pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan, kabut asap masih dirasakan...

Presiden Prabowo Subianto saat sambutan di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara, Kamis (08/10/2026).(Foto: Kemenhaj)

Presiden Prabowo: Ekspor Perdana Baterai Kendaraan Listrik Bukti Nyata Strategi Hilirisasi Indonesia

Editor
8 Oktober 2026

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk terus melanjutkan strategi hilirisasi industri nasional sebagai bagian dari upaya memperkuat...

haji,umrah,masjid,arafah,religi

34 Jemaah Umrah Asal Bekasi Sempat Tertahan di Kualanamu

Editor
8 Oktober 2026

JAKARTA - Sebanyak 34 jemaah umrah asal Bekasi dan Jakarta sempat tertahan di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara,...

Jemaah haji 2026 tiba di Bandara Kertajati Majalengka.(Foto: Humas Kemenhaj)

Biaya Haji 2027 Disubsidi Rp 3 Juta, MUI Apresiasi

Editor
8 Oktober 2026

JAKARTA - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa, Prof KH  Asrorun Niam Sholeh, memberikan apresiasi terhadap kebijakan Presiden Prabowo...

Wakil Bupati Indramayu, Syaefudin.(Foto:Istimewa).

Tersangka Korupsi Wakil Bupati Indramayu, Syaefudin Dicekal ke Luar Negeri

Editor
8 Oktober 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat mengeluarkan surat pencekalan bepergian ke luar negeri buat Wakil Bupati Indramayu, Syaefudin. Syaefudin telah...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.