• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Rabu, 22 Juli 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Sentra Kerajinan Kulit Piazza Firenze Dongkrak Pariwisata Garut

Editor
Kamis, 16 Januari 2025 - 04:30
Foto: Humas Kemenpar

Foto: Humas Kemenpar

BANDUNG – Sentra Kerajinan Kulit Piazza Firenze dongkrak pariwisata Garut, ucap Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menpar) Putri Wardhana.

Pihaknya berharap kehadiran sentra kerajinan kulit Piazza Firenze dapat menjadi daya tarik pariwisata baru yang akan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Garut, Jawa Barat.

RelatedPosts

Global Face Wardah Amna Al Qubaisi Tembus Daftar TIME100 Sports 2026

Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung Hadirkan Hana Japanese Pop Up Kitchen: Pengalaman Bersantap Omakase Eksklusif

Jakarta Dessert Week 2026 Padukan Nuansa Kuliner dan Dangdut

Menpar Widiyanti menyampaikan harapan tersebut saat menghadiri “Opening Ceremony Piazza Firenze” di Gedung Piazza Firenze Garut, Rabu (15/1/2025). Dalam kesempatan ini, ia mengapresiasi kolaborasi antara Yayasan Poppy Dharsono, Koperasi, dan Pemda Garut melalui Dinas Pariwisata, Dinas Koperasi, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Garut dalam memperkuat Garut sebagai pusat kerajinan kulit dunia.

“Garut telah lama menjadi salah satu tujuan pariwisata favorit di Indonesia dan terus menunjukkan perkembangan yang positif. Hal ini terlihat dari jumlah wisatawan yang datang untuk mengeksplorasi keindahan dan budaya di Kabupaten Garut,” ujar Menpar Widiyanti.

Menurut Widiyanti, hingga November 2024, jumlah wisatawan domestik yang mengunjungi Jawa Barat mencapai 150 juta kunjungan, dengan 3,3 juta di antaranya berkunjung ke Garut. Angka ini mencerminkan potensi besar untuk meningkatkan ekonomi daerah melalui sektor pariwisata.

Foto: Humas Kemenpar

Sentra Kerajinan Kulit Piazza Firenze, yang dibangun dengan desain modern, diharapkan tidak hanya menjadi ruang publik yang menarik, tetapi juga destinasi wisata baru yang mendukung promosi dan pengembangan produk kulit khas Garut, terutama dari daerah Sukaregang yang sudah terkenal hingga mancanegara.

“Saya berharap Piazza Firenze tidak hanya menjadi tempat yang menggabungkan tradisi dan inovasi, tetapi juga dapat mendongkrak kunjungan wisatawan ke Garut dan memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian masyarakat,” lanjut Widiyanti melalui keterangan resmi.

Dukung Industri Fesyen dan Kuliner

Dalam kesempatan tersebut, Menpar Widiyanti juga menekankan dukungannya terhadap perkembangan industri fesyen dan kuliner di Indonesia. Ia menyatakan bahwa produk-produk lokal Indonesia memiliki kualitas yang setara dengan produk luar negeri, dan mengajak wisatawan untuk berbelanja produk lokal Indonesia.

“Saya mengundang wisatawan untuk berkunjung ke Garut dan berbelanja produk kulit asli Indonesia. Ayo berbelanja dan jalan-jalan di Indonesia!” ujar Menpar Widiyanti. Ia juga mengungkapkan rencana untuk mengadakan berbagai event MICE (Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions) yang dapat menarik wisatawan internasional untuk datang ke Indonesia, menikmati kuliner lokal, dan membeli produk-produk Indonesia.

Pemberdayaan Pengrajin Kulit

Sementara itu, Wakil Menteri Koperasi, Ferry Joko Juliantono, menyampaikan bahwa Garut menyumbang 25 persen dari total penghasil produk kulit di Indonesia. Ia berharap dengan diresmikannya Piazza Firenze, lebih banyak pengrajin kulit di Garut dapat diberdayakan untuk menghasilkan kerajinan kulit berkualitas tinggi.

“Kementerian Koperasi mendukung industri artisan kulit Indonesia, termasuk pengelolaan limbah yang dapat mencegah pencemaran dan mendukung ecotourism,” kata Ferry.

Inisiatif Pembangunan Piazza Firenze

Pendiri Yayasan Poppy Dharsono, Poppy Dharsono, menambahkan bahwa Garut memiliki warisan budaya yang sangat kaya, terutama dalam kerajinan kulit yang telah ada lebih dari 100 tahun. Hal ini menjadi daya tarik bagi wisatawan domestik dan mancanegara. Piazza Firenze Garut, yang merupakan hasil kerja sama Yayasan Poppy Dharsono, Korem 62 Tarumanagara, dan mitra developer Spinindo Group, bertujuan untuk mengangkat kualitas produk kulit Garut hingga setara dengan produk internasional.

“Kami juga mendatangkan ahli artisan kulit ternama untuk meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan,” ujar Poppy Dharsono.

Piazza Firenze Garut memiliki total 56 kios, di mana para pengrajin kulit yang telah dikurasi dapat memamerkan dan menjual hasil kerajinan mereka, termasuk kios Food and Beverages yang turut meramaikan tempat ini.

Tags: garutmenteri pariwisataPiazza FirenzeSentra Kerajinan Kulit

Related Posts

Pembalap profesional asal Uni Emirat Arab sekaligus Global Face Wardah, Amna Al Qubaisi, resmi masuk dalam daftar TIME100 Most Influential People in Sports 2026.(Foto: Istimewa)

Global Face Wardah Amna Al Qubaisi Tembus Daftar TIME100 Sports 2026

Editor
22 Juli 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Pembalap profesional asal Uni Emirat Arab sekaligus Global Face Wardah, Amna Al Qubaisi, resmi masuk dalam daftar...

Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung hadirkan HANA Japanese Pop-Up Kitchen(Foto: Istimewa)

Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung Hadirkan Hana Japanese Pop Up Kitchen: Pengalaman Bersantap Omakase Eksklusif

Editor
22 Juli 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung hadirkan HANA Japanese Pop Up Kitchen, sebuah konsep kuliner eksklusif yang menghadirkan pengalaman...

Jakarta Dessert Week.(Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/ Badan Ekonomi Kreatif)

Jakarta Dessert Week 2026 Padukan Nuansa Kuliner dan Dangdut

Editor
22 Juli 2026

Jakarta Dessert Week (JDW) 2026 mengangkat tema musik dangdut. Langkah ini menjadi strategi konkret pemerintah untuk menyinergikan subsektor kuliner dan...

Salah satu IP lokal Punopals hadir dalam Local Market pada tahun 2025.(Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/ Badan Ekonomi Kreatif)

The Local Market ID Digelar 1-2 Agustus di SCDB, Ini Link Buat Partisipan

Editor
22 Juli 2026

The Local Market ID: Pasar Wiwitan SCBD pada 1–2 Agustus 2026 di SCBD Park, Jakarta, sebagai wadah promosi, jejaring, dan...

Ilustrasi vape, atau rokok elektrik.(Foto:Istimewa)

Rokok Elektrik, Bahayanya Sama dengan Rokok Konvensional

Editor
21 Juli 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Rokok elektrik bukanlah alternatif yang lebih aman dibandingkan rokok konvensional, ungkap Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi...

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar (kiri) bersama penyanyi Lullaboy (kanan) pada acara konser regional musisi lullaboy bertajuk Hotels & Heartbreaks Tour, di Jakarta, Sabtu (18/07/2026).(Foto: Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/ Badan Ekonomi Kreatif.)

Konser Lullaboy, Wamen Ekraf Sempatkan Diri Hadir

Editor
20 Juli 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Konser Lullabory berlangsung 19 Juli 2026 bertajuk Hotels & Heartbreaks Tour di Jakarta. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Pesona Jawa Barat