BANDUNG – Anggota Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) Daerah Pemilihan Jawa Barat (Jabar) Agita Nurfianti mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan perempuan, khususnya kesadaran mengenai kanker payudara. Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan Pink Walk bertajuk Indonesia Goes Pink! yang diselenggarakan melalui kolaborasi Lovepink Bandung dan Bandung Book Party, Minggu (18/10), di Bandung.
Mengusung semangat peringatan Breast Cancer Awareness Month atau Bulan Kesadaran Kanker Payudara yang diperingati setiap Oktober, kegiatan ini menggabungkan aktivitas literasi, olahraga, edukasi kesehatan, dan interaksi sosial. Peserta memulai perjalanan dari Taman Ganesha dan berjalan menuju Sultan Agung Resto, Citarum, dengan menempuh rute sekitar 2,1 kilometer.
Agita Nurfianti mengapresiasi inisiatif Lovepink Bandung dan Bandung Book Party yang menghadirkan pendekatan kreatif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kanker payudara. Menurutnya, edukasi kesehatan perlu disampaikan melalui berbagai ruang interaksi yang dekat dengan kehidupan masyarakat agar pesan yang dibawa dapat menjangkau lebih banyak orang.
“Kesadaran terhadap kanker payudara perlu terus dibangun, bukan hanya pada bulan Oktober, tetapi sepanjang tahun. Kegiatan seperti Pink Walk ini menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap kesehatan harus dimulai dari diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar. Kita juga perlu memberikan dukungan kepada para warrior dan survivor kanker payudara agar mereka tidak merasa berjuang sendirian,” ujar Agita melalui keterangan resminya.
Ia menambahkan, peningkatan kesadaran masyarakat perlu diiringi dengan kebiasaan memperhatikan kondisi tubuh, mengenali perubahan pada payudara, serta mencari informasi kesehatan dari sumber yang tepercaya. Pemeriksaan payudara sendiri dapat menjadi salah satu langkah untuk mengenali perubahan sejak dini, tetapi tidak menggantikan pemeriksaan medis. Apabila menemukan perubahan yang mencurigakan, masyarakat perlu segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Agita juga menekankan pentingnya membangun lingkungan sosial yang suportif bagi perempuan yang sedang menjalani pemeriksaan maupun pengobatan kanker payudara. Dukungan keluarga, teman, komunitas, dan masyarakat dapat membantu mengurangi stigma serta mendorong perempuan untuk tidak menunda mencari pertolongan medis.
“Kita perlu membangun budaya yang membuat perempuan merasa aman untuk berbicara tentang kesehatan mereka, melakukan pemeriksaan, dan mencari bantuan ketika dibutuhkan. Jangan sampai rasa takut, malu, atau kurangnya informasi membuat seseorang mengabaikan kondisi kesehatannya. Kepedulian dan dukungan dari orang-orang di sekitarnya sangat berarti,” lanjutnya.
Kegiatan Indonesia Goes Pink! diawali dengan aktivitas membaca bersama yang menjadi bagian dari kolaborasi Bandung Book Party dan Lovepink Bandung. Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan Pink Walk, sambutan, serta Pink Talk yang menghadirkan edukasi mengenai kesehatan payudara. Peserta juga mengikuti sesi pengenalan produk sponsor, aktivitas interaktif, brunch, refreshment, serta pembagian goodie bag dan hadiah melalui door prize.
Koordinator Wilayah Lovepink Bandung, drg. Maryanne Susanti, turut memberikan sambutan dalam kegiatan tersebut. Kolaborasi ini menjadi ruang pertemuan bagi komunitas dan masyarakat untuk membangun kepedulian terhadap kanker payudara melalui kegiatan yang partisipatif, inklusif, dan menyenangkan.
Bagi Agita, kolaborasi lintas komunitas seperti ini memiliki peran penting dalam memperluas jangkauan edukasi kesehatan. Perpaduan antara literasi, aktivitas fisik, dan diskusi edukatif memungkinkan pesan kesehatan disampaikan dalam suasana yang lebih terbuka sekaligus memperkuat solidaritas sosial.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan lebih banyak komunitas, keluarga, generasi muda, dan berbagai pemangku kepentingan. Dengan demikian, kesadaran mengenai kanker payudara tidak berhenti sebagai kampanye tahunan, tetapi berkembang menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat dalam menjaga kesehatan.
“Setiap langkah dalam Pink Walk ini membawa pesan bahwa kepedulian bisa dimulai dari hal sederhana. Mari kita lebih peduli terhadap kesehatan diri sendiri, saling mengingatkan, dan hadir bagi mereka yang sedang berjuang. Karena menghadapi kanker payudara bukan hanya tentang perjuangan individu, tetapi juga tentang dukungan dan kepedulian kita bersama,” tutup Agita.
Melalui kegiatan Indonesia Goes Pink!, Lovepink Bandung dan Bandung Book Party mengajak masyarakat untuk menjadikan momentum Oktober sebagai pengingat pentingnya edukasi kesehatan payudara, deteksi dini, dan dukungan bagi para penyintas kanker payudara. Semangat kebersamaan yang terbangun diharapkan dapat terus mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan perempuan.







