Wakapolres Cimahi, Kompol Zulkarnaen, menunjukan barang bukti ketamin zat berbahaya buat campuran cairan vape disita dari selegram berinisial GA.(Foto:Istimewa).
SATUJABAR, BANDUNG–Seorang selegram asal Bandung, Jawa Barat, ditangkap polisi setelah mengedarkan cairan vape, atau cairan rokok elektrik, mengandung zat berbahaya sebagai obat bius. Zat berbahaya ketamin dan etomide yang dicampurkan dalam cairan vape, ditemukan polisi dalam penangkapan selegram tersebut.
Selegram asal Bandung, berinisial GA, ditangkap Tim Satresnarkoba Polres Cimahi. Selegram berusia 30 tahun tersebut, ditangkap atas kepemilikan dan keterlibatannya dalam peredaran cairan vape, atau cairan rokok elektrik, mengandung zat berbahaya berupa obat bius.
“Tim Satresnarkoba Polres Cimahi melakukan penangkapan terhadap selegram berinisial GA, 30 tahun, di Kelurahan Cigadung, Kecamatan Cibbeunying Kaler, Kota Bandung. Kami menangkapnya atas kepemilikan dan peredaran zat ketamin dan etomide sebagai zat berbahaya yang dimasukkan dalam cartridge, tempat untuk cairan vape, atau rokok elektrik,” ujar Wakapolres Cimahi, Kompol Zulkarnaen, dalam keterangan pers di Markas Polres (Mapolres) Cimahi, Rabu (10/06/2026).
Zulkarnaen mengatakan, GA ditangkap hasil pengembangan dari seorang pengedar cartridge berisi cairan vape mengandung zat ketamin, berinisial AM. Pelaku diamankan di Kelurahan Pasirkaliki, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, hingga mengarah pada sosok GA sebagai bos, atau pemasoknya.
“Jadi dari keterangan pengedar AM yang kita amankan, dikembangkan dan menangkap GA. AM berperan sebagai kurir dalam peredaran cairan vape mengandung zat berbahaya ketamin,” kata Zulkarnaen.
Dari penangkapan selegram GA, disita barang bukti berupa zat ketamin cair seberat 15 mililiter dan lima buah cartridge pod. Zat ketamin buat cairan vape, dibeli GA dari pemasok berinisial KR, DPO (daftar pencarian orang), sedang dalam pengejaran.
“Selegram GA membeli zat berbahaya tersebut seharga Rp.20 juta dari DPO (daftar pencarian orang) inisial KR. Pembelian sudah sebanyak tiga kali, kemudian diedarkan di wilayah Bandung Raya dan Cimahi. Jadi, diedarkan melalui rekan-rekan dan followersnya, memanfaatkan kapasitasnya sebagai selebgram dengan jumlah pengikut banyak di media sosial,” ungkap Zulkarnaen.
Selain mengedarkan saja, GA juga menjadi pengguna zat ketamin dicampurkan dengan cairan vape ke dalam pod. Keuntungan yang diperoleh setiap transaksi cartridge ketamin, sebesar Rp.1 juta hingga Rp.2 juta.
GA yang telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Mapolres Cimahi, dijerat Pasal 435 junto Pasal 138 Ayat 2, dan/atau Pasal 436 Ayat 1, dan/atau Ayat 2 junto Pasal 145 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 17 tahun 2023, tentang Kesehatan. Tersangka terancam pidana maksimal 10 tahun kurungan penjara.
SATUJABAR, JAKARTA – Australia Open 2026 berlangsung 9 - 14 Juni 2026 di Quaycentre, Olympic…
SATUJABAR, BANDUNG - Peringkat FIFA Timnas Indonesia naik ke level 118 yang merupakan peringkat tertinggi…
SATUJABAR, JAKARTA – Australia Open 2026 berlangsung 9 - 14 Juni 2026 di Quaycentre, Olympic…
SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Rabu 10/6/2026 jenis batangan Antam, dikutip dari situs Aneka Tambang…
SATUJABAR, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memanggil dan meminta klarifikasi kepada PT Toyota Astra…
SATUJABAR, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menerima Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Wakil Panglima…
This website uses cookies.