• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Jumat, 27 Maret 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Sebab Kematian 2 Anak Harimau Benggala di Kebun Binatang Bandung

Editor
Jumat, 27 Maret 2026 - 06:07
Harimau di Kebun Binatang Bandung.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Harimau di Kebun Binatang Bandung.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

SATUJABAR, BANDUNG – Duka mendalam menyelimuti Kebun Binatang Bandung setelah dua anak harimau Benggala dilaporkan mati akibat serangan virus Panleukopenia. Meski telah mendapat penanganan intensif dari berbagai pihak nyawa keduanya tak berhasil diselamatkan.

Humas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat, Eri mengungkapkan, kedua anakan harimau tersebut terjangkit virus yang dikenal sangat berbahaya, terutama bagi satwa muda.

RelatedPosts

Info Bencana: Banjir di Jawa, Kebakaran Hutan di Sumatra

Bupati Garut Pastikan Distribusi BBM dan Elpiji Aman

Pengiriman Miras di Jalur Wisata Digagalkan Polresta Bandung

“Secara umum, keduanya terinfeksi panleukopenia. Berbagai upaya sudah dilakukan secara maksimal, namun hasil akhirnya berkata lain,” kata Eri, di Kebun Binatang Bandung, Kamis 26 Maret 2026 seperti dikabarkan Humas Pemkot Bandung.

Penanganan dilakukan secara kolaboratif oleh tim lintas instansi, mulai dari Rumah Sakit Hewan Cikole, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), BBKSDA, hingga tim medis dari kebun binatang. Seluruh pihak disebut telah bekerja dengan dedikasi tinggi demi menyelamatkan kedua satwa tersebut.

“Kami sangat berduka. Kedua anak harimau ini bukan sekadar satwa tetapi sudah menjadi bagian dari keluarga besar masyarakat Bandung,” ujarnya.

Kedua harimau tersebut dilaporkan meninggal pada pagi hari, bertepatan dengan pergantian jadwal piket petugas. Sebelumnya, sempat muncul harapan setelah salah satu anakan menunjukkan tanda-tanda perbaikan.

Menurut tim dokter, peluang hidup biasanya meningkat jika satwa mampu bertahan lebih dari 48 hingga 72 jam. Namun, kondisi salah satu anakan kembali menurun drastis hingga akhirnya tidak tertolong.

Gejala yang muncul pada kedua harimau antara lain muntah, diare, hingga adanya darah pada feses indikasi kuat infeksi virus yang menyerang sistem pencernaan dan imunitas.

Menanggapi kejadian ini, pihak kebun binatang langsung melakukan langkah antisipatif, termasuk pembersihan kandang secara menyeluruh serta penyemprotan disinfektan secara intensif guna mencegah penyebaran virus.

Terkait sumber penularan, Eri menjelaskan panleukopenia dapat berasal dari berbagai faktor, termasuk lingkungan sekitar.

Satwa berusia muda memang memiliki tingkat kerentanan lebih tinggi terhadap infeksi. Dugaan penularan dari induk juga masih dalam tahap pendalaman.

“Kami belum bisa memastikan apakah ada satwa lain yang terjangkit. Saat gejala muncul, anakan langsung diisolasi ke kandang karantina dan ditangani secara intensif,” jelasnya.

Sementara itu, dokter hewan dari BBKSDA, Agnisa memastikan diagnosis telah dilakukan secara cepat dan akurat. Pemeriksaan melalui rapid test serta analisis sampel feses menunjukkan hasil positif panleukopenia pada kedua anakan harimau tersebut.

“Begitu gejala muncul, kami langsung melakukan pemeriksaan. Hasilnya mengonfirmasi bahwa keduanya positif terjangkit virus panleukopenia,” ujarnya.

Tags: Harimau Benggala

Related Posts

Foto : Proses pemadaman api oleh petigas gabungan, pada Rabu (25/3). (BPBD Provinsi Kepulauan Riau)

Info Bencana: Banjir di Jawa, Kebakaran Hutan di Sumatra

Editor
27 Maret 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menghimpun kejadian bencana yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia dalam periode Rabu...

BBM, SPBU Pertamina

Bupati Garut Pastikan Distribusi BBM dan Elpiji Aman

Editor
27 Maret 2026

SATUJABAR, GARUT - Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin memastikan distribusi Elpiji dan BBM sampai ke tangan masyarakat sesuai ketentuan. Hal...

Pengiriman miras jenis tuak dalam jeriken diangkut mobil boks digagalkan Polresta Bandung.(Foto:Istimewa).

Pengiriman Miras di Jalur Wisata Digagalkan Polresta Bandung

Editor
26 Maret 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Sebuah mobil boks yang sedang melaju di jalur wisata Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dihentikan polisi. Mobil boks tersebut...

Pemeliharaan kandang.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Dua Bayi Harimau Mati di Kebun Binatang Bandung, Pemkot Evaluasi Tata Kelola

Editor
26 Maret 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Dua ekor anak harimau berusia 8 bulan dilaporkan mati mendadak setelah terinfeksi virus mematikan Panleukopenia. Peristiwa ini...

(Foto: Istimewa)

OJK & Bareskrim Polri Amankan Tersangka Kasus Dugaan Tindak Pidana Perbankan

Editor
26 Maret 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bareskrim Polri berhasil mengamankan tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana perbankan yang...

Deretan truk sumbu tiga, atau lebih, di ruas Tol Jakarta-Cikampek.(Foto:Istimewa).

Beroperasi di Tol Jakarta-Cikampek, Puluhan Truk Sumbu Tiga Ditindak

Editor
26 Maret 2026

SATUJABAR, KARAWANG--Pengendara truk sumbu tiga, atau lebih, yang nekat beroperasi di ruas Tol Jakarta-Cikampek, ditindak polisi. Sesuai aturan saat libur...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.