• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Jumat, 6 Maret 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Realisasi APBN 2024 Capai 25,5% Hingga Akhir April

Editor
Rabu, 29 Mei 2024 - 06:01
Ekonomi Indonesia kembali tumbuh kuat di tengah stagnasi ekonomi global dan gejolak pasar keuangan, kata Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati.

Menteri Keuangan Sri Mulyani. (FOTO: Setkab)

BANDUNG – Realisasi APBN 2024 capai 25,5% hingga akhir April 2024, menurut siaran pers Kementerian Keuangan.

Menurut siaran pers itu, Realisasi Belanja Negara mencapai Rp849,2 triliun (25,5% dari pagu APBN), atau tumbuh 10,9% (yoy).

RelatedPosts

Harga Emas Terbaru! Harga Emas Batangan Jum’at 6/3/2026 Rp 3.024.000 Per Gram

Wali Kota Farhan Cek Proyek Kabel Tanam, PastikaN Semuanya Tuntas dan Rapi

Sidang Ujaran Kebencian Youtuber Resbob, Minta Dipindah ke Surabaya

Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani, Komponen Belanja Pemerintah Pusat (BPP) terealisasi sebesar Rp591,7 triliun (24,0% dari pagu APBN).

Belanja K/L terealisasi sebesar Rp304,2 triliun (27,9% dari pagu APBN) antara lain dipengaruhi oleh pembayaran JKN/KIS, penyaluran bantuan sosial, pembangunan infrastruktur, dan dukungan pelaksanaan Pemilu.

Belanja Non K/L terealisasi sebesar Rp287,6 triliun (20,9% dari pagu APBN) antara lain dipengaruhi oleh realisasi subsidi energi dan pembayaran manfaat pensiun.

Anggaran Prioritas tahun 2024 tetap dijaga dalam rangka mendorong pertumbuhan, meningkatkan kualitas SDM, serta merespons dinamika kesehatan dan ketahanan pangan.

Realisasi belanja infrastruktur mencapai Rp89,8 triliun (21,2%), pendidikan Rp173,4 triliun (26,1%), kesehatan Rp46,8 triliun (24,9%), dan ketahanan pangan Rp14,8 triliun (13,0%).

Transfer ke Daerah (TKD) terealisasi Rp257,5 triliun atau 30,4% dari pagu, dan tumbuh 5,9% (yoy).

Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik, Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Desa, Dana Otsus, Dana Istimewa, dan Insentif Fiskal terealisasi masing-masing sebesar Rp147,5 triliun, Rp41,3 triliun, Rp40,6 triliun, Rp25,8 triliun, Rp1,6 triliun, Rp0,2 triliun, dan Rp0,5 triliun.

Sementara DAK Fisik belum disalurkan karena menunggu penyampaian syarat salur.

Pendapatan Negara

Realisasi Pendapatan Negara mencapai Rp924,9 triliun (33,0% dari target APBN) atau turun 7,6% (yoy).

Penerimaan Pajak mencapai Rp624,19 triliun (31,4% dari target).

Mayoritas jenis pajak utama tumbuh positif. Pertumbuhan pajak-pajak transaksional (non-PPh Badan) menunjukkan resiliensi aktivitas ekonomi nasional.

Begitu pula berdasarkan sektornya, mayoritas sektor utama tumbuh positif, menunjukkan aktivitas sektoral yang terjaga, terutama dari sektor informasi dan komunikasi, konstruksi dan real estat, jasa keuangan dan asuransi, jasa perusahaan, perdagangan serta transportasi dan pergudangan.

Penerimaan Kepabeanan dan Cukai mencapai Rp95,7 triliun (29,8% dari target APBN), tumbuh 1,3% (yoy), didorong penerimaan bea keluar yang tumbuh signifikan.

Bea Masuk terealisasi sebesar Rp15,7 triliun, melambat disebabkan penurunan rata-rata tarif efektif dan penurunan bea masuk dari komoditas utama.

Bea Keluar terealisasi sebesar Rp5,8 triliun, tumbuh didorong oleh kebijakan relaksasi ekspor mineral. Penerimaan Cukai terealisasi sebesar Rp74,2 triliun, turun sejalan dengan kebijakan pengendalian konsumsi rokok.

Realisasi PNBP mencapai Rp203,3 triliun (41,3% dari target APBN), utamanya disumbang peningkatan kinerja BUMN Perbankan, layanan K/L, dan satker BLU.

Pendapatan KND tumbuh signifikan 21,4% (yoy) dengan realisasi mencapai Rp49,6 triliun, sedangkan pendapatan SDA migas dan nonmigas melambat dengan realisasi masing-masing mencapai Rp36,7 triliun Rp39,2 trliliun. PNBP lainnya terealisasi Rp53,9 triliun dan BLU Rp24,0 triliun.

Surplus

APBN 2024 hingga 30 April 2024 mencatatkan surplus sebesar Rp75,7 triliun (0,3% PDB), dengan keseimbangan primer tercatat positif sebesar Rp237,1 triliun.

Realisasi pembiayaan anggaran on track, mencapai Rp71,1 triliun dengan reallisasi pembiayaan utang Rp119,1 triliun (turun 51,2% yoy).

Pemenuhan kebutuhan pembiayaan melalui utang tetap manageable dengan strategi pembiayaan dilakukan secara pruden, terukur, oportunistik dan fleksibel untuk mendapatkan pembiayaan yang paling efisien dan optimal.

Sebagai kesimpulan, di tengah rambatan risiko global, pertumbuhan ekonomi Indonesia Triwulan 1 2024 positif mencapai 5,11% (yoy) dan kinerja APBN hingga April 2024 terjaga baik.

Meski demikian, dampak risiko global (high for longer, volatilitas harga komoditas, dan dinamika geopolitik) terhadap perekonomian dan pasar keuangan domestik perlu terus diantisipasi dan dimitigasi.

Peran APBN terus diperkuat dalam mendukung perlindungan masyarakat, transformasi perekonomian, serta pembangunan yang inklusif dan berkesinambungan.

Tags: ABPN 2024apbn

Related Posts

Harga emas hari ini antam melambung tinggi

Harga Emas Terbaru! Harga Emas Batangan Jum’at 6/3/2026 Rp 3.024.000 Per Gram

Editor
6 Maret 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Batangan Antam Jum’at 6/3/2026 dikutip dari situs Aneka Tambang dijual Rp 3.024.000 per gram sebelum...

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan meninjau langsung proses perapian bekas galian proyek IPT di sejumlah ruas jalan Kota Bandung, Rabu 5 Maret 2026.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Wali Kota Farhan Cek Proyek Kabel Tanam, PastikaN Semuanya Tuntas dan Rapi

Editor
6 Maret 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan meninjau langsung proses perapian bekas galian proyek IPT di sejumlah ruas jalan...

Adimas Firdaus Putra, terdakwa kasus ujaran kebencian terhandap Suku Sunda saat akan menjalani sidang di Pengadilan Negeri Bandung.(Foto:Istimewa).

Sidang Ujaran Kebencian Youtuber Resbob, Minta Dipindah ke Surabaya

Editor
5 Maret 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Sidang lanjutan perkara ujaran kebencian terhadap Suku Sunda, kembali digelar di Pengadilan Negeri Bandung, Jawa Barat, dengan terdakwa Youtuber,...

Menkomdigi Meutya Hafid menyampaikan paparan dalam Rapat Tingkat Menteri Sinkronisasi Koordinasi dan Pengendalian (SKP) Pencegahan dan Penanganan Masalah Kesehatan Jiwa pada Anak dan Remaja di Kantor Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Kamis (05/03/2026). Foto: Ardi W/Komdigi

Menkomdigi Tegaskan Penundaan Akses Anak ke Media Sosial Berisiko Tinggi

Editor
5 Maret 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Pemerintah menegaskan kebijakan perlindungan anak di ruang digital tidak bertujuan melarang anak menggunakan internet, melainkan menunda akses...

(Foto: Dok. Kemenperin)

Menuju Industri Berkelanjutan, Kemenperin Fasilitasi Sertifikat Industri Hijau

Editor
5 Maret 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Kementerian Perindustrian terus memperkuat transformasi sektor manufaktur menuju industri yang berkelanjutan melalui penerapan konsep industri hijau. Salah...

Fitch Ratings

Fitch Pertahankan Rating Indonesia di BBB, Ini Respon Bank Indonesia

Editor
5 Maret 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Lembaga pemeringkat Fitch Ratings (Fitch) mempertahankan sovereign credit rating Republik Indonesia pada BBB dan melakukan penyesuaian outlook...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.