• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Minggu, 7 Juni 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Rasisme di Sepak Bola Indonesia, Erick Thohir: Prestasi Harus Dibarengi Karakter dan Watak Baik

Editor
Kamis, 23 April 2026 - 05:50
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir.(Foto: Dok. PSSI)

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir.(Foto: Dok. PSSI)

FIFA dan PSSI tidak membenarkan segala bentuk ucapan dan ungkapan rasisme di sepakbola. Baik di kancah internasional dan juga nasional. Sejak usia muda, pemain harus dibentuk dengan prinsip fair play, anti-rasisme, toleransi, disiplin, dan penghormatan kepada wasit.

SATUJABAR, JAKARTA – PSSI tidak membenarkan segala bentuk ucapan, ungkapan, maupun perilaku rasisme dalam sepakbola nasional. Dalam kompetisi pembinaan dan juga profesional, setiap peristiwa yang mengandung unsur rasisme harus disikapi serius, tegas, dan bertanggung jawab oleh semua pihak, termasuk operator kompetisi dan para klub.

RelatedPosts

Indonesia Short Course Emerging Series 2026 Rampung, Ini Hasilnya

Menpora Harap Pengurus IESPA Dorong Sport Tourism

Polytron Indonesia Open 2026: Siapa Saja Masuk Final?

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir menegaskan sepakbola usia muda tidak boleh hanya berfokus pada hasil pertandingan atau kemampuan teknis pemain. Menurutnya, pembinaan yang benar harus berjalan seiring dengan pembentukan karakter, pengendalian emosi, penghormatan kepada lawan, dan kepatuhan terhadap aturan pertandingan serta keputusan wasit.

“FIFA dan PSSI tidak membenarkan segala bentuk ucapan dan ungkapan rasisme di sepakbola. Baik di kancah internasional dan juga nasional. Sejak usia muda, pemain harus dibentuk dengan prinsip fair play, anti-rasisme, toleransi, disiplin, dan penghormatan kepada wasit. Prestasi tidak cukup hanya dengan skill. Prestasi harus ditopang karakter dan watak yang baik,” ujarnya di Jakarta, Rabu (22/4/2026) dikutip dari laman resmi PSSI.

Karena itu, Erick meminta I-League sebagai operator Elite Pro Academy (EPA) dan juga kompetisi Liga 1 dan Liga 2, serta klub-klub peserta kompetisi tersebut, tak pernah berhenti dan terus menegakkan sikap saling menghargai dan empati antar pemain.

PSSI juga meminta agar sosialisasi mengenai anti-rasisme, anti-kekerasan, toleransi, disiplin, kepatuhan terhadap aturan, dan penghormatan kepada wasit diperkuat secara konsisten di seluruh level EPA dan kompetisi profesional. Selain itu, pengawasan pertandingan harus diperketat agar kompetisi pemain muda benar-benar menjadi ruang belajar yang sehat, aman, dan mendidik.

“Kompetisi usia muda harus menjadi wadah tumbuhnya pemain yang lebih dewasa, matang, dan berkemampuan mumpuni. Karena itu, operator, klub, ofisial, dan seluruh pemangku kepentingan harus memastikan pembinaan karakter berjalan sekuat pembinaan teknik,” lanjutnya.

Dalam kesempatan ini, Erick menghargai usaha klub Bhayangkara FC dan Dewa United, asal para pemain yang terlibat dalam masalah tersebut, untuk mempertemukan dan mendamaikan kedua pemain, Fadly Alberto dan Rakha Nurkholis.

“Saya apresiasi karena kedua klub tetap menomorsatukan persatuan dan kesatuan sesuai dengan prinsip-prinsip ajaran Pancasila, bahwa meskipun kita berbeda-beda daerah, tapi kita semua ini berjuang bersama demi Indonesia. Ini harus menjadi pelajaran bagi pemain,” pungkasnya.

Tags: erick thohirpssiRasisme di Sepak Bola Indonesia

Related Posts

Indonesia Short Course Emerging Series 2026.(Foto: Humas KONI Pusat0

Indonesia Short Course Emerging Series 2026 Rampung, Ini Hasilnya

Editor
7 Juni 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Indonesia Short Course Emerging Series 2026 secara resmi ditutup pada Sabtu, 6 Juni 2026, di Aquatik Stadium...

Menpora RI Erick Thohir menghadiri acara Pelantikan dan Pengukuhan Ketua dan Pengurus Indonesia EsportS Association (IESPA) Periode 2026-2031 di Balai Kartini, Jakarta, Sabtu (6/6).(foto:raiky/kemenpora.go.id)

Menpora Harap Pengurus IESPA Dorong Sport Tourism

Editor
7 Juni 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora RI) Erick Thohir, menghadiri acara Pelantikan dan Pengukuhan Ketua dan Pengurus Indonesia...

Polytron Indonesia Open 2026

Polytron Indonesia Open 2026: Siapa Saja Masuk Final?

Editor
7 Juni 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Polytron Indonesia Open 2026 digelar 2-7 Juni 2026 di Istora Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta. Polytron...

Polytron Indonesia Open 2026

Polytron Indonesia Open 2026: Raymond/Niko Melaju ke Final

Editor
7 Juni 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Polytron Indonesia Open 2026 digelar 2-7 Juni 2026 di Istora Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta. Polytron...

Polytron Indonesia Open 2026

Polytron Indonesia Open 2026: Jojo Melaju ke Final Lawan Pemain Kanada

Editor
6 Juni 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Polytron Indonesia Open 2026 digelar 2-7 Juni 2026 di Istora Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta. Polytron...

Polytron Indonesia Open 2026

Polytron Indonesia Open 2026: An Se Young VS Akane Yamaguchi di Final

Editor
6 Juni 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Polytron Indonesia Open 2026 digelar 2-7 Juni 2026 di Istora Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta. Polytron...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.