• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Jumat, 24 Juli 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Rasisme di Sepak Bola Indonesia, Erick Thohir: Prestasi Harus Dibarengi Karakter dan Watak Baik

Editor
Kamis, 23 April 2026 - 05:50
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir.(Foto: Dok. PSSI)

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir.(Foto: Dok. PSSI)

FIFA dan PSSI tidak membenarkan segala bentuk ucapan dan ungkapan rasisme di sepakbola. Baik di kancah internasional dan juga nasional. Sejak usia muda, pemain harus dibentuk dengan prinsip fair play, anti-rasisme, toleransi, disiplin, dan penghormatan kepada wasit.

SATUJABAR, JAKARTA – PSSI tidak membenarkan segala bentuk ucapan, ungkapan, maupun perilaku rasisme dalam sepakbola nasional. Dalam kompetisi pembinaan dan juga profesional, setiap peristiwa yang mengandung unsur rasisme harus disikapi serius, tegas, dan bertanggung jawab oleh semua pihak, termasuk operator kompetisi dan para klub.

RelatedPosts

China Open 2026: Jojo dan Putri KW Melaju ke Perempatfinal

China Open 2026: Rachel/Febi Melaju ke 8 Besar

China Open 2026: Fajar/Fikri Maju Babak 8 Besar

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir menegaskan sepakbola usia muda tidak boleh hanya berfokus pada hasil pertandingan atau kemampuan teknis pemain. Menurutnya, pembinaan yang benar harus berjalan seiring dengan pembentukan karakter, pengendalian emosi, penghormatan kepada lawan, dan kepatuhan terhadap aturan pertandingan serta keputusan wasit.

“FIFA dan PSSI tidak membenarkan segala bentuk ucapan dan ungkapan rasisme di sepakbola. Baik di kancah internasional dan juga nasional. Sejak usia muda, pemain harus dibentuk dengan prinsip fair play, anti-rasisme, toleransi, disiplin, dan penghormatan kepada wasit. Prestasi tidak cukup hanya dengan skill. Prestasi harus ditopang karakter dan watak yang baik,” ujarnya di Jakarta, Rabu (22/4/2026) dikutip dari laman resmi PSSI.

Karena itu, Erick meminta I-League sebagai operator Elite Pro Academy (EPA) dan juga kompetisi Liga 1 dan Liga 2, serta klub-klub peserta kompetisi tersebut, tak pernah berhenti dan terus menegakkan sikap saling menghargai dan empati antar pemain.

PSSI juga meminta agar sosialisasi mengenai anti-rasisme, anti-kekerasan, toleransi, disiplin, kepatuhan terhadap aturan, dan penghormatan kepada wasit diperkuat secara konsisten di seluruh level EPA dan kompetisi profesional. Selain itu, pengawasan pertandingan harus diperketat agar kompetisi pemain muda benar-benar menjadi ruang belajar yang sehat, aman, dan mendidik.

“Kompetisi usia muda harus menjadi wadah tumbuhnya pemain yang lebih dewasa, matang, dan berkemampuan mumpuni. Karena itu, operator, klub, ofisial, dan seluruh pemangku kepentingan harus memastikan pembinaan karakter berjalan sekuat pembinaan teknik,” lanjutnya.

Dalam kesempatan ini, Erick menghargai usaha klub Bhayangkara FC dan Dewa United, asal para pemain yang terlibat dalam masalah tersebut, untuk mempertemukan dan mendamaikan kedua pemain, Fadly Alberto dan Rakha Nurkholis.

“Saya apresiasi karena kedua klub tetap menomorsatukan persatuan dan kesatuan sesuai dengan prinsip-prinsip ajaran Pancasila, bahwa meskipun kita berbeda-beda daerah, tapi kita semua ini berjuang bersama demi Indonesia. Ini harus menjadi pelajaran bagi pemain,” pungkasnya.

Tags: erick thohirpssiRasisme di Sepak Bola Indonesia

Related Posts

China Open 2026,Victor China Open 2026

China Open 2026: Jojo dan Putri KW Melaju ke Perempatfinal

Editor
23 Juli 2026

SATUJABAR, CHANGZHOU – China Open 2026 digelar pada 21 hingga 26 Juli 2026. Turnamen papan atas ini berlangsung di Olympic...

China Open 2026,Victor China Open 2026

China Open 2026: Rachel/Febi Melaju ke 8 Besar

Editor
23 Juli 2026

SATUJABAR, CHANGZHOU – China Open 2026 digelar pada 21 hingga 26 Juli 2026. Turnamen papan atas ini berlangsung di Olympic...

China Open 2026,Victor China Open 2026

China Open 2026: Fajar/Fikri Maju Babak 8 Besar

Editor
23 Juli 2026

SATUJABAR, CHANGZHOU – China Open 2026 digelar pada 21 hingga 26 Juli 2026. Turnamen papan atas ini berlangsung di Olympic...

Rajawali Medan

Rajawali Medan Buka Pintu Untuk Atlet Lokal

Editor
23 Juli 2026

MEDAN - Rajawali Medan mengunggah dua pengumuman yang cukup menarik di akun Instagram resmi klub tersebut. Pengumumannya tentang pencarian pemain...

Menpora Erick mencetak langkah strategis menjalin kolaborasi dalam bentuk Memorandum of Understanding dengan Preston Robert Tisch Institute for Global Sport, New York University (NYU).(Myaskovsky: Courtesy of NYU Photo Bureau/Kemenpora)

Kemenpora Teken MoU dengan New York University, Bangun Ekosistem Olahraga Global

Editor
23 Juli 2026

SATUJABAR, NEW YORK – Kemenpora atau Kementerian Pemuda dan Olahraga mencetak langkah strategis bersejarah dalam memperkuat kerja sama internasional untuk...

China Open 2026,Victor China Open 2026

China Open 2026: Sabar Reza Kandas di 16 Besar

Editor
23 Juli 2026

SATUJABAR, CHANGZHOU – China Open 2026 digelar pada 21 hingga 26 Juli 2026. Turnamen papan atas ini berlangsung di Olympic...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Pesona Jawa Barat