Alisya Ziliana, mahasiswi berusia 20 tahun asal Karawang Jawa Barat, tampil memukau di hadapan dewan juri pada malam puncak kompetisi.
SATUJABAR, JAKARTA – Delegasi kebudayaan Indonesia yang diwakili oleh Sanggar Icon Indonesia sukses meraih penghargaan tertinggi dalam ajang kompetisi budaya internasional yang diselenggarakan di Dewan Kebudayaan Penampang, Sabah, Malaysia, pada 18 Juni 2026. Capaian gemilang ini diperkuat oleh keberhasilan pencapaian individu Alisya Ziliana, mahasiswi berusia 20 tahun asal Karawang, yang tampil memukau di hadapan dewan juri pada malam puncak kompetisi.
Delegasi Indonesia dalam ajang ini terdiri dari Alisya Ziliana bersama tim tari SMA/SMK Prestasi Prima Jakarta Timur di bawah binaan Sanggar Icon Indonesia, serta mendapat dukungan penuh dari International Organization of Folk Art (IOV) Indonesia. Festival internasional tersebut menjadi wadah strategis pertukaran budaya yang mempertemukan delegasi dari berbagai negara, di antaranya Georgia, Polandia, Tiongkok, Korea Selatan, Sri Lanka, Peru, Bolivia, Chile, Kolombia, serta tuan rumah Malaysia.
Dilansir laman Kemlu, perhelatan dibuka secara resmi oleh Dr. Andi Mid Shamzureezal, mewakili Menteri Pelancongan, Kebudayaan dan Alam Sekitar Sabah. Dalam sambutan pembukaannya, Pemerintah Negeri Sabah menegaskan pentingnya festival kebudayaan sebagai instrumen diplomasi publik untuk mempererat hubungan internasional sekaligus mendorong pengembangan sektor pariwisata budaya di kawasan Borneo.
Selama rangkaian festival, Sanggar Icon Indonesia menampilkan representasi kekayaan budaya Nusantara melalui berbagai tarian khas Jawa Barat, seperti Tari Topeng Samba, Pertiwi Jagat, dan Sarira Melana. Selain mengikuti agenda kompetisi utama, delegasi Indonesia juga memperluas jangkauan promosi budayanya melalui sejumlah pertunjukan khusus di berbagai lokasi di Kota Kinabalu, serta hadir sebagai penampil undangan dalam pembukaan Festival Seni Perpaduan yang diselenggarakan oleh Dewan Bahasa dan Pustaka Sabah.
Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kota Kinabalu menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian membanggakan tersebut, yang dinilai efektif dalam memperkuat diplomasi kebudayaan serta mempererat hubungan antarmasyarakat (people-to-people contact).
“Partisipasi Indonesia dalam ajang ini diharapkan semakin memperkuat diplomasi budaya Indonesia, memperkenalkan keragaman seni dan budaya Nusantara kepada masyarakat internasional, serta mempererat hubungan budaya antara Indonesia, Malaysia, dan negara-negara peserta lainnya,” ujar Konsul Jenderal RI di Kota Kinabalu, Noorman Effendi.
Dia menambahkan bahwa interaksi antardelegasi ini menjadi wadah penting untuk memperkuat saling pengertian dan kerja sama antarbangsa.
Keberhasilan luar biasa dari Sanggar Icon Indonesia ini membuktikan bahwa seni pertunjukan tradisional Indonesia memiliki daya saing tinggi di panggung global. Prestasi ini diharapkan dapat terus memotivasi generasi muda Indonesia untuk aktif berperan sebagai duta budaya bangsa dalam memperkenalkan warisan Nusantara di tingkat internasional.








