BANDUNG – Psikolog di Puskesmas Cipadung semakin melengkapi layanan klinis sebagai bagian dari integrasi layanan primer (ILP). Layanan tersebut menjadi salah satu program unggulan lintas klaster yang diberikan untuk membantu masyarakat mendapatkan pendampingan terkait kesehatan jiwa dan mental.
Kepala UPTD Puskesmas Cipadung, Rahmi Firda Kusumawati mengatakan, layanan psikologis klinis telah berjalan sejak Mei 2026.
Puskesmas Cipadung merupakan satu dari 12 puskesmas di Kota Bandung yang mendapatkan layanan psikolog klinis dari total 80 puskesmas.
“Harapannya mudah-mudahan berkesinambungan karena memang di sini masyarakat membutuhkan kesehatan jiwa dan mental yang kuat,” ujar Rahmi pada Kamis, 15 Oktober 2026 dilansir laman Pemkot Bandung.
Menurutnya, layanan psikologis klinis tidak hanya dilakukan di dalam gedung puskesmas, tetapi juga menjangkau masyarakat melalui pelayanan luar gedung.
Di dalam gedung, psikolog melayani pasien yang datang secara mandiri maupun pasien yang mendapatkan rujukan internal dari klaster layanan lainnya.
Sedangkan layanan luar gedung dilakukan dengan menyasar berbagai lingkungan masyarakat, mulai dari posyandu hingga sekolah.
Di lingkungan sekolah, layanan tersebut terintegrasi dengan program kesehatan jiwa, Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), serta program lainnya.
Hadir di Sekolah
Puskesmas Cipadung juga telah melaksanakan Pertolongan Pertama pada Masalah Kesehatan Jiwa (P3LP) di sejumlah sekolah.
Sedikitnya 17 sekolah telah mengikuti kegiatan tersebut, khususnya dalam upaya meningkatkan perhatian terhadap kesehatan mental remaja.
Selain itu, psikolog klinis juga dihadirkan dalam sejumlah seminar dan edukasi kesehatan jiwa bagi pelajar maupun masyarakat.
Layanan tersebut menyasar pelajar tingkat SMP hingga SMA di wilayah kerja Puskesmas Cipadung.
Pelaksanaannya turut diintegrasikan dengan CKG sekolah, termasuk ketika terdapat siswa yang berdasarkan hasil pemeriksaan atau pemantauan membutuhkan pendampingan lebih lanjut.
Psikolog Puskesmas Cipadung, Delis Larasaty Putri mengatakan, pelayanan psikologis dilakukan dengan tahapan screening dan konsultasi untuk mengetahui kondisi psikologis pasien serta permasalahan yang sedang dihadapi.
Dalam sehari, layanan psikologis dapat menangani sekitar enam hingga tujuh pasien. Jumlah tersebut bahkan dapat meningkat hingga sembilan pasien pada hari Sabtu.
Delis menjelaskan, pasien yang datang memiliki latar belakang dan persoalan yang beragam.
Karena itu, proses konsultasi tidak hanya berfokus pada kondisi yang sedang dirasakan pasien, tetapi juga menggali pengalaman dan faktor yang dapat memengaruhi kondisi psikologisnya.
Ia menambahkan, layanan psikologis di Puskesmas Cipadung juga menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan mental.
Bahkan, pasien yang datang tidak hanya berasal dari wilayah sekitar puskesmas, tetapi juga dari kawasan lain.
Dengan adanya layanan tersebut, Puskesmas Cipadung berharap masyarakat semakin terbuka untuk membicarakan persoalan kesehatan mental dan tidak ragu mencari bantuan profesional ketika menghadapi masalah psikologis.
“Memang di sini masyarakat membutuhkan kesehatan jiwa dan mental yang kuat,” kata Rahmi.







