• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Kamis, 1 Oktober 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Produk Olahan Ikan Indonesia Raih Peluang Pasar di Arab Saudi

Editor
Sabtu, 27 Juni 2026 - 05:41
Kapal Nelayan. (Foto: KKP)

Kapal Nelayan. (Foto: KKP)

SATUJABAR, JAKARTA – Produk olahan boga bahari Indonesia makin berpeluang untuk masuk ke arena perniagaan di Arab Saudi. Peluang ini diraih dalam pertemuan awal penjajakan bisnis (business matching) antara pelaku usaha Indonesia, JAFPA, dengan buyer Arab Saudi, Tamaiz Asia Trading yang difasilitasi Kementerian Perdagangan pada Kamis (25/6) di Jakarta.

Dalam pertemuan tersebut, buyer Arab Saudi menunjukkan ketertarikan terhadap produk olahan perikanan Indonesia seperti bakso ikan, nuget ikan, nuget udang, dan filet ikan nila. Produk-produk tersebut dijajaki untuk masuk ke jaringan ritel di Arab Saudi. Selain itu, produk-produk tersebut berpotensi memenuhi kebutuhan katering jutaan jemaah haji dan umrah yang setiap tahun berada di Arab Saudi.

RelatedPosts

UMKM Naik Kelas Lewat Sertifikasi Halal

FIFA ASEAN CUP 2026 Jadi Berkah UMKM

Kemenhut Dorong Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial Berbasis Agroforestri dan Ekowisata di Jawa Timur

Kepala Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Jeddah Bagas Haryotejo menanggapi positif langkah awal penjajakan ini. Menurutnya, business matching kali ini membuka peluang besar bagi peningkatan ekspor produk pangan olahan Indonesia ke Arab Saudi.

“Selain menyasar konsumen lokal Arab Saudi, produk Indonesia juga berpotensi masuk ke rantai pasok konsumsi bagi jemaah haji dan umrah dari berbagai negara yang secara keseluruhan diperkirakan bernilai sekitar Rp50 triliun. Dalam kerja sama yang tengah dijajaki, potensi transaksi JAFPA dan Tamaiz mencapai sebesar USD 800 ribu hingga USD 1 juta,” tutur Bagas dari Jeddah, Arab Saudi.

Sebagai tindak lanjut, Tamaiz Asia Trading akan membawa sampel produk untuk pengujian pasar, sementara JAPFA akan menyiapkan daftar harga berbagai varian produk yang ditawarkan sebelum memasuki tahap negosiasi yang lebih rinci.

Pertemuan ini akan ditindaklanjuti melalui penjajakan bisnis lanjutan secara daring yang difasilitasi ITPC Jeddah untuk membahas aspek teknis dan komersial secara lebih rinci. “Kami harap, kerja sama ini dapat menjadi pintu masuk bagi lebih banyak produk pangan olahan Indonesia untuk memperluas pangsa pasar di Arab Saudi dan kawasan sekitarnya,” kata Bagas.

Tamaiz Asia Trading merupakan perusahaan yang bergerak di bidang distribusi produk makanan, minuman, serta berbagai produk konsumsi rumah tangga seperti sabun dan kosmetik. Perusahaan ini memperluas lini usahanya ke sektor pengadaan kebutuhan pangan bagi jemaah haji di Arab Saudi. Selama lebih dari 15 tahun, Tamaiz Asia telah menjalin kerja sama dengan pelaku usaha Indonesia dan secara konsisten mengimpor berbagai produk asal Indonesia, mulai dari produk perawatan rumah tangga seperti sabun hingga kopi instan.

Perwakilan Tamaiz Asia Trading, Saeed Alamoudi, hadir langsung dalam penjajakan bisnis pada Kamis (25/6). Ia menyampaikan, Indonesia merupakan salah satu negara muslim terbesar dunia dengan jumlah jemaah haji dan umrah yang terbesar di Arab Saudi.

“Fakta ini merupakan peluang untuk produk-produk makanan halal Indonesia agar dapat dipasarkan secara masif di Arab Saudi. Tidak hanya konsumen Indonesia, tetapi juga konsumen lokal Arab Saudi dan negara kawasan sekitar,” ungkap Alamoudi.

Penjajakan bisnis ini juga mencerminkan sinergi yang kuat antara perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri dan Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan dalam membuka akses pasar baru. Keterlibatan pemerintah dalam proses penjajakan memberikan keyakinan tambahan bagi calon importir Arab Saudi untuk menjalin kerja sama dengan pelaku usaha Indonesia.

Sebelum pertemuan penjajakan bisnis, ITPC Jeddah menawarkan produk makanan olahan yang salah satunya diproduksi oleh JAFPA kepada Tamaiz Asia Trading. Penawaran itu kemudian berlanjut dengan kunjungan Tamaiz Asia Trading ke kantor JAFPA.

“Dengan kapasitas produksi yang besar, standar keamanan pangan internasional yang telah dimiliki, serta status sebagai eksportir terdaftar di Saudi Food and Drug Authority (SFDA) untuk produk makanan olahan berbasis ikan, JAPFA dinilai memiliki kesiapan untuk memenuhi kebutuhan pasar Arab Saudi dalam skala besar,” ungkap Bagas.

Lebih lanjut, Bagas menilai masyarakat Arab Saudi memiliki tingkat konsumsi yang tinggi terhadap produk olahan boga bahari dan makanan olahannya, terutama produk beku yang praktis, memiliki masa simpan lebih panjang, serta menawarkan harga yang kompetitif. Selain produk berbahan dasar daging ayam, sapi, dan kambing yang telah umum dikonsumsi, produk boga bahari menjadi alternatif sumber protein yang semakin diminati untuk memenuhi kebutuhan variasi konsumsi masyarakat Arab Saudi. Tren tersebut membuka peluang yang menjanjikan bagi produk olahan perikanan Indonesia yang dikenal memiliki kualitas baik dan cita rasa yang beragam. Selain aspek kualitas produk, kesiapan pelaku usaha dalam memenuhi persyaratan berbagai sertifikasi juga menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar Arab Saudi yang terus berkembang.

 

Sekilas Perdagangan Indonesia-Arab Saudi

Total perdagangan Indonesia-Arab Saudi pada Januari—April 2026 mencapai USD 1,58 miliar. Ekspor Indonesia ke Arab Saudi sebesar USD 675,8 juta dan impor dari Arab Saudi sebesar USD 912,1 juta.

Sebelumnya, pada 2025, total perdagangan Indonesia-Arab Saudi mencapai USD 6,52 miliar. Ekspor Indonesia ke Arab Saudi tercatat USD 2,88 miliar. Sementara itu, impor Indonesia dari Arab Saudi sebesar USD 3,64 miliar. Ekspor utama Indonesia ke Arab Saudi kendaraan dan bagiannya, lemak dan minyak hewan/nabati, kapal laut, berbagai makanan olahan, serta kayu dan barang dari kayu. Sementara itu, impor Indonesia dari Arab Saudi di antaranya, yaitu garam, belerang, kapur, plastik dan barang dari plastik, bahan Kimia organik, berbagai produk Kimia, dan buah-buahan.

Sejalan dengan meningkatnya permintaan pangan olahan, ekspor produk makanan Indonesia ke Arab Saudi diproyeksikan tumbuh sekitar 5–7 persen, dari nilai sekitar USD 71 juta pada 2025 menjadi sekitar USD 90 juta pada akhir 2026.

Tags: Produk olahan ikan

Related Posts

Sosialisasi sertifikasi halal.(Foto: Humas Kemendag)

UMKM Naik Kelas Lewat Sertifikasi Halal

Editor
30 September 2026

TANGERANG SELATAN - Kementerian Perdagangan terus memacu kesiapan pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) dalam mempersiapkan diri menghadapi implementasi kewajiban...

Ajang FIFA ASEAN CUP 2026 ternyata memberi dampak ekonomi untuk masyarakat. Salah satunya bagi para pelaku UMKM di daerah Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Jawa Barat. (foto:Herry/kemenpora.go.id)

FIFA ASEAN CUP 2026 Jadi Berkah UMKM

Editor
30 September 2026

SOREANG - Ajang FIFA ASEAN CUP 2026 ternyata memberi dampak ekonomi untuk masyarakat. Salah satunya bagi para pelaku Usaha Mikro,...

Safari Perhutanan Sosial pada 26–27 September 2026 di Kabupaten Malang dan Pasuruan.(Foto: Humas Kemenhut)

Kemenhut Dorong Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial Berbasis Agroforestri dan Ekowisata di Jawa Timur

Editor
29 September 2026

MALANG - Kementerian Kehutanan melalui Direktorat Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial (PUPS) bersama Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur melaksanakan Safari Perhutanan...

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir berbicara dengan petani di Cibubut.(Foto: Diskominfo Pemkab Sumedang)

Bupati Sumedang Sambangi Petani Labu Siam Beromzet Jutaan Rupiah

Editor
29 September 2026

BANDUNG - Sektor pertanian menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat di Dusun Cibubut, Desa Jayamekar, Kecamatan Cibugel. Salah satunya melalui...

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI Mochamad Irfan Yusuf bersama jajaran di UMKM Expo di Madiun.(Foto: Humas Kemenhaj)

UMKM Expo di Madiun Catat Transaksi Rp5,7 Miliar, MoU Ekspor ke Arab Saudi

Editor
28 September 2026

MADIUN - Penyelenggaraan Expo UMKM dan Ekosistem Haji & Umrah tahun 2026 yang diselenggarakan di Kota Madiun menuai kesuksesan besar...

Ketua Dekranasda Kab. Bogor Eva Rudy Susmanto didampingi Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) dan jajaran.(Foto: Humas Pemkab Bogor)

UMKM Kabupaten Bogor Didorong Naik Kelas

Editor
27 September 2026

JAKARTA – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Bogor, Ny. Eva Rudy Susmanto, mendorong pelaku UMKM Kabupaten Bogor untuk...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.