• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Rabu, 9 September 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Produk Indonesia Agar Dominasi Dapur Katering Haji

Editor
Kamis, 04 Juni 2026 - 09:00
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf sidak dapur catering Indonesia berharap produk Indonesia bisa mendominasi pasok bahan baku makanan.(Foto: Humas Kemenhaj)

Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf sidak dapur catering Indonesia berharap produk Indonesia bisa mendominasi pasok bahan baku makanan.(Foto: Humas Kemenhaj)

Produk Indonesia agar lebih banyak memasok kebutuhan makananan pada musim haji, ungkap Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf.

SATUJABAR, MADINAH – Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, bersama Tim Amirul Hajj meninjau dua dapur katering penyedia konsumsi jemaah haji Indonesia di Madinah. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kualitas layanan konsumsi bagi jemaah sekaligus membuka peluang lebih besar bagi produk pangan Indonesia untuk masuk ke rantai pasok katering haji di Arab Saudi.

RelatedPosts

Aksi Bullying, Siswi MTs di Garut Dikeroyok Kawanan Pelajar SMA

OJK Setujui Ekspansi Usaha PT Gadai Elektronik Jakarta

Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda, Redaksi Merdeka.com Koordinasi Basarnas

Dua dapur yang dikunjungi merupakan bagian dari belasan dapur yang setiap hari menyiapkan makanan bagi jemaah haji Indonesia. Dalam peninjauan tersebut, Menhaj memastikan proses pengolahan makanan berjalan sesuai standar kebersihan, kesehatan, dan keamanan pangan.

“Kami ingin memastikan bahwa dapur-dapur yang melayani jemaah Indonesia bekerja dengan baik, bersih, sehat, dan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah,” ujar Menhaj di dapur Uhud Taibah, Madinah, Arab Saudi, Rabu (3/6/2026) dilansir laman Kemenhaj.

Selain meninjau kualitas layanan, Gus Irfan sapaan akrabnya juga melihat peluang pemanfaatan bahan baku asal Indonesia dalam penyediaan konsumsi jemaah haji. Menurutnya, banyak produk yang saat ini dipasok dari negara lain sebenarnya dapat dipenuhi oleh Indonesia.

Saat meninjau dapur, ia menemukan sejumlah bahan pangan yang memiliki kemiripan dengan produk Indonesia, mulai dari santan, ikan patin, ikan teri, hingga berbagai bumbu masakan Nusantara.

“Saya melihat ada santan yang kemungkinan besar bahan bakunya berasal dari Indonesia, tetapi dipasarkan melalui negara lain. Begitu juga ikan patin yang saat ini dipasok dari negara tetangga, padahal Indonesia memiliki potensi produksi yang sangat besar,” katanya.

Menurut Menhaj, pemerintah sebenarnya telah mulai menjajaki pengiriman berbagai komoditas pangan Indonesia ke Arab Saudi untuk mendukung kebutuhan konsumsi jemaah haji. Sejumlah komoditas yang pernah dicoba untuk dikirim antara lain beras dan berbagai jenis bumbu masakan.

Namun upaya tersebut belum berjalan optimal karena terkendala situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada jalur distribusi dan meningkatnya biaya logistik.

“Kami sudah mulai mencoba mengirim beras dan berbagai bumbu dari Indonesia. Namun karena situasi kawasan yang belum sepenuhnya kondusif, biaya transportasi menjadi tinggi sehingga tidak semua rencana pengiriman dapat terlaksana,” ujarnya.

Ia berharap kondisi kawasan Timur Tengah segera membaik sehingga distribusi logistik kembali normal dan produk-produk Indonesia dapat lebih mudah masuk ke pasar Arab Saudi, termasuk untuk memenuhi kebutuhan katering haji.

Menurut Menhaj, peluang bagi pelaku usaha Indonesia untuk memasok kebutuhan konsumsi jemaah haji sangat terbuka lebar. Berbagai produk yang saat ini digunakan dalam katering haji, mulai dari ikan teri, asam jawa, santan, hingga ikan patin, merupakan komoditas yang dapat diproduksi Indonesia dengan kualitas yang tidak kalah bersaing.

“Peluangnya sangat besar. Produk-produk yang dibutuhkan sebenarnya banyak tersedia di Indonesia. Tinggal bagaimana kita memenuhi standar dan ketentuan yang berlaku agar produk tersebut bisa masuk ke Arab Saudi,” katanya.

Ke depan, Kementerian Haji dan Umrah akan mendorong penggunaan produk Indonesia melalui berbagai skema kerja sama dengan penyedia katering. Salah satunya dengan memasukkan penggunaan komoditas tertentu ke dalam kontrak layanan konsumsi jemaah.

“Dalam kontrak ke depan, kita bisa mengatur penggunaan sejumlah bahan baku dari Indonesia. Dengan begitu, produk Indonesia memiliki kepastian pasar dan dapat menjadi bagian dari rantai pasok konsumsi haji,” ujarnya.

Menhaj menegaskan bahwa upaya tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas layanan konsumsi jemaah, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi pelaku usaha nasional.

“Kita ingin jemaah mendapatkan makanan yang sesuai dengan selera Indonesia, sekaligus menghadirkan manfaat ekonomi bagi petani, nelayan, UMKM, dan pelaku usaha dalam negeri. Haji tidak hanya menjadi pelayanan ibadah, tetapi juga dapat menjadi pintu masuk penguatan ekosistem ekonomi Indonesia di tingkat global,” pungkasnya.

Tags: jemaah hajikemenhajMenteri Haji dan UmrahMochamad Irfan Yusufproduk indonesia

Related Posts

Ilustrasi wanita korban penganiayaan.(Foto:Istimewa).

Aksi Bullying, Siswi MTs di Garut Dikeroyok Kawanan Pelajar SMA

Editor
9 September 2026

SATUJABAR, GARUT--Aksi bullying, atau perundungan, viral di media sosial, setelah siswi Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kabupaten Garut, Jawa Barat, menjadi...

Logo OJK,Stabilitas sektor jasa keuangan,Survei Penilaian Integritas 2024,penyelesaian masalah pinjol,POJK,perbankan

OJK Setujui Ekspansi Usaha PT Gadai Elektronik Jakarta

Editor
9 September 2026

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong penguatan industri pergadaian yang sehat, inklusif, dan berdaya saing melalui peningkatan kapasitas...

Gunung Anak Krakatay di Selat Sunda.(Image: Google)

Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda, Redaksi Merdeka.com Koordinasi Basarnas

Editor
9 September 2026

JAKARTA - Merdeka.com terus berkoordinasi dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) dalam upaya pencarian jurnalis Merdeka.com yang mengalami hilang...

Menter Komdigi Meutya Hafid menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden hilang kontaknya rombongan jurnalis yang tengah meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda. (Foto: Humas Kemkomdigi)

Jurnalis Hilang di Selat Sunda, Layanan Telekomunikasi Diperkuat

Editor
9 September 2026

JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden hilang kontaknya rombongan jurnalis yang tengah meliput aktivitas...

Tenaga kesehatan bersiaga di TPA Galuga.(Foto: Diskominfo Kab. Bogor)

Tim Nakes Siaga di Posko TPA Galuga

Editor
9 September 2026

CIBUNGBULANG - Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus memberikan dukungan pelayanan kesehatan bagi masyarakat dan petugas yang terdampak...

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan bersama warga berolahraga.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Warga Bandung Suka Olahraga 63 Persen

Editor
9 September 2026

Warga Bandung Suka Olahraga sebanyak 63 perse menjadi kabar baik sekaligus menunjukkan semakin tingginya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya aktivitas olahraga....

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.