KUDUS – Andalan tunggal putri Indonesia, Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi mampu mengatasi perlawanan Huang Ching Ping (Chinese Taipei) dalam drama tiga set, 17-21, 21-15, 26-24 pada babak 32 besar Polytron Kudus Indonesia Masters 2026.
Kepada Humas PBSI, Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi mengatakan bersyukur dapat mengatasi lawan yang merupakan salah satu unggulan itu.
“Sebelum pertandingan hari ini saya menonton pertandingan Huang Ching Ping, karena dia pemain senior juga. Saya tahu smash lawan kencang, di game pertama saya mengambil lapangan yang kalah angin. Meskipun begitu, smash lurusnya kadang masih sulit untuk diantisipasi. Di game kedua pelatih memberikan saran untuk tidak mendorong-dorong bola karena saya diposisi menang angin, usahakan untuk memegang depan. Lawan jadi banyak melakukan kesalahan sendiri dan itu menguntungkan saya,” kayanua.
Dia mengatakan pada game ketiga dia berada di posisi kalah angin dengan mengandalkan pukulan smash.
“Saya memberanikan diri untuk servis pendek dan lawan juga tidak berani langsung menyergap. Lawan sepat unggul 11-9 dan pelatih memberikan instruksi untuk tidak memikirkan menang kalah, jangan menyerah karena lawan juga sama capenya.”
Menurut jadwal Dhinda akan melawan Liang Ting Yu (Chinese Taipei).
Dhinda sendiri menargetkan gelar juara dengan berusaha bermain baik di setiap tahapannya.





